Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
ALT_IMG

The Time Is Very Important

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...

ALT_IMG

Tolonglah Saya Dengan Do'a Anda

Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..

Alt img

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...

ALT_IMG

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat yang Berbeda

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...

ALT_IMG

Separuh Aku Adalah Separuh Kamu dan Separuh Mereka

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...

ALT_IMG

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki. Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah. Readmore...

ALT_IMG

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...

Saturday, October 6, 2012

CEWEK PISANG GORENG

0 comments


CEWEK PISANG GORENG
: 

1. Tidak terbungkus. Terbuka mengumbar lekuk diri. Kena angin, kena debu.
2. Buatnya mudah. Harganya murah. Jualnya di pinggir jalan. Di gerobak yang sudah mulai reot pula.
3. Yang beli kebanyakan mahasiswa. Atau yang berkantong sekelas mahasiswa.
4. Sebelum dibeli, dipegang-pegang, diraba-raba. Cari yang panas lagi garing. Dipegang 10, ternyata yang dibeli hanya satu. Itu pun ngutang lagi.

CEWEK LAPIS LEGIT

1. Terbungkus rapi. Tak kena angin, bersih dari debu. Ada juga yang tersangkarkan dalam kotak indah menawan hati. Kalau kotaknya saja indah apalagi isinya.
2. Buatnya sulit. Lapis perlapis. Lapis pertama dibuat, jangan terlalu tebal, tak boleh terlalu tipis. Lalu panaskan. Lanjut ke lapis kedua. Begitu terus. Melelahkan memang. Namun ada jaminan kualitas di sana. Dipajang di dalam etalase kaca, bersih nan steril. Awas, tak boleh ada yang sembarang menyentuh!
3. Pembelinya dari kalangan berada. Berkantong tebal. Dari khalayak bertahta, juga berharta. Yang berkantong mahasiswa, jarang ada yang mendekat, ini bukan level Anda!
4. Tak boleh dipegang-pegang. Cukup melihat saja, sekedar melirik. Kalau senang, silakan bayar. Dibungkus rapi dan silakan bawa pulang. Nanti dinikmati, dirasai, ketika sudah sepenuhnya menjadi belahan hati.

Nah, tipe yang manakah Anda? CEWEK PISANG GORENG atau LAPIS LEGIT?
(Terinspirasi dari jabaran Mas Felix di Islamic Leadership Training, Ahad 30 Agustus 2012).
.................http://zilzaal.blogspot.com...................
Continue reading →
Thursday, October 4, 2012

SEMUA MENINGGALKAN-KU SETELAH AKU BER-HIJAB

0 comments

SEMUA MENINGGALKAN-KU SETELAH AKU BER...:

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... "Ya Allah, akhirnya dengan hijab ini aku dapat merasakan lezatnya nikmat iman."

Diakui atau tidak, baik atau buruknya perilaku seseorang itu, juga tergantung dengan siapa ia bergaul. Ketika sahabatnya adalah orang-orang yang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang mulia), maka, secara tidak langsung ia telah ikut merasakan langkah sahabat-sahabatnya yang mulia.

Begitu pula sebaliknya, ketika yang mejadi teman gaul itu adalah sekelompok orang yang jauh dari cahaya Allah, kita pun akan mengikuti mereka sedikit demi sedikit. Sebab itu, kita perlu mewas diri dengan siapa kita bersahabat, sehingga tidak menyesal di kemudian hari.



Mungkin, karena kecerobohan saya dalam memilih teman itulah, yang telah menjerumuskanku ke jalan yang sangat jauh dari nilai-nilai Islam.

Dua puluh tahun lalu, tahun 90-an, mengamen di kampus-kampus, terminal-terminal, telah menjadi pilihan gaya hidupku. Padahal, di lain pihak, orangtuaku termasuk orang yang berada (berkecukupan), untuk membiayai kuliah, kos dan sanguku.

Bahkan, beliau termasuk pengurus salah satu organisasi Masyarakat Islam terbesar di Indonesia, yang mana, jam terbang dakwahnya cukup tinggi. Namun, sekali lagi, karena salah pergaulan, justru jalan setan inilah yang menjadi pijakanku, sebelum akhirnya hidayah merasuk ke dalam sanubari.

Pengalaman buruk itu bermula dari aku menjadi mahasiswi di sebuah universitas di Malang. Aku sendiri lahir dari Sidoarjo. Karena jauhnya lokasi rumah dan kampus, maka saya lebih memilih untuk mengekos di lokasi yang tidak jauh dari kampus.

Terus terang, sejatinya aku menjalani proses perkuliahan itu dengan setengah hati. Tidak ada keseriusan di dalamnya. Oleh karenanya, untuk mencari hiburan, aku mendaftarkan diri untuk masuk group theater. Di sini, meskipun tidak sering, kami kadang-kadang diundang untuk mengisi beberapa acara.

Seiring dengan terus berjalannya waktu, tumbuh keinginan untuk mengikuti profesi beberapa temanku, yaitu mengamen. Bedanya, kalau mereka mengamen untuk memenuhi biaya hidup, sedangkan aku, menjalaninya hanya untuk mencari kepuasan dan kesenangan diri semata.

Gayung bersambut, ternyata teman-temanku itu sangat responsif terhadap keinginanku tersebut. Sejak itulah, karir sebagai penyanyi jalanan di mulai.

Kampus-kampus terbesar di Malang seperti; IAIN (yang kini berubah menjadi UIN), IKIP, UNIBRAW, adalah diantara target kami. Namun, tidak jarang juga kami melebarkan sayap jangkauan kami, ke daerah Batu, karena memang di sini tempat para wisatawan luar negeri, yang mana jika mereka memberi, relatif lebih besar dari pada orang-orang pribumi.

Dari hari ke hari, aku benar-benar dimabuk cinta oleh aktivitas baruku ini. bisa dibilang saat itu aku sudah 'gila', 'gila' ngamen.

Bayangkan, meskipun statusku sebagai mahasiswi, namun, intensitas dalam mengamen, dan jauhnya jangkauan yang harus ditempuh, bisa dibilang, mengalah-ngalahi, mereka yang memang berprofesi sebagai pengamen sejati, sekalipun mereka itu cowok. Aku dan beberapa teman tidak lagi mengamen di kampus-kampus, namun juga sudah menuju terminal-terminal.

Disergap Satpol PP ...

Pernah pada suatu hari, ketika sedang asik melantunkan sebuah lagu di terminal Arjosari, Malang, kami disergap oleh Satpol PP Karena kelihaian kami bersilat lidah, akhirnya, kami dilepaskan, "Pak, kita ini para mahasiswi yang sedang praktek lapangn, yang meneliti tentang kehidupan para pengamen," jelas kami waktu itu yang langsung dipercayai.

Tapi pengalaman itu rupanya tak pernah menyurutkan ku menghentikan kebiasaan gila ini.

Tak puas hanya berkutat di daerah Malang saja, akhirnya kami beranikan diri untuk memperluas daerah jangkauan. Tidak tanggung-tanggung, daerah yang kami tuju adalah Lumajang, bahkan, karena saking kuatnya tekat untuk mengamen, kami berani mengamen hingga ke Madura, Banyuwangi, bahkan Bali sekali pun. (Astaghfirullaha 'Adziim, semoga Allah mengampuni masa laluku).

Aktivitas yang demikian ini, terus aku jalani hingga aku duduk di semester enam. Meskipun demikian liarnya pergaulanku saat itu, orang tuaku tidak pernah mengetahuinya. Dan Alhamdulillah-nya, meskipun tidak terlalu baik, setiap kali ujian semester, aku selalu lulus. -mungkin- hal inilah, yang membuat orang tuaku tidak curiga dengan aktivitas saya.

Tapi memang di balik itu semua, terlihat keinginan mereka agar aku bisa memperbaiki kostum pakaianku. Memang pada saat itu, baju yang ketat dengan bawahan seperti jeans, menjadi pakaian favoritku. Ditambah lagi dengan rambut yang terurai bebas.

Datangnya Hidayah ....

Senikmat apapun hidup di tengah kegelapan cahaya Allah, tetaplah itu semua kenikmatan semu, yang tidak akan pernah mencapai kenikmatan hakiki yang mengarah kepada ketenangan jiwa, dan kesejukan hati.

Semakin hawa nafsu itu dituruti, sejatinya jiwa ini semakin haus, rindu akan siraman ketenangan. Namun, karena hawa nafsu begitu dominan, yang terjadi hanyalah pengingkaran, pengingkaran jeritan hati. Sehingga, meskipun ia terluka, mulut masih bisah tetap tertawa dengan sumringahnya.

Begitu pula dengan diriku. Sejatinya hatiku menjerit, mengakui kekeliruan jalur yang aku pilih. Hingga terjadilah suatu pristiwa, yang cukup menggugah diriku, yang kemudian menjadi titik awal kembalinya saya ke fithrah Ilahiyah.

Hari itu (akhir dari tahun 1993), tersebutlah salah satu teman kosku yang baru saja menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Pada dasarnya, ia juga termasuk tipe orang yang kurang memperhatikan hijab, termasuk aurat (jilbab).

Tapi, karena tempat PKL-nya di sekolah Muhammadiyah, maka ia pun "terpaksa" menggunakan hijab tersebut. Di tengah-tengah ia merapihkan pakaiannya, saya tertegun melihat jilbab yang sedang ia lipat.

Seketika itu saya memberanikan diri untuk memintanya, "Mbak, jilbabnya saya ambil aja yah," ujarku kala itu. "Untuk apa?" timbalnya "Ya, mungkin suatu hari nanti aku akan memakainya. Sekalian buat kenang-kenangan. Mbak kan sudah mau selesai kuliahnya," ujarku. Akhirnya jilbab itu ia berikan juga.

Setelah ia menyerahkan jilbab itu, saya langsung menjoba mengenakannya. "Wah mbak cantik juga kalau pakek jilbab," ujar beberapa teman mengomentari ulahku. Ada rasa nyesss, tatkala aku bercermin dan melihat penampilanku berjilbab saat itu. Sepertinya setes embun telah membasahi hatiku. Rasanya sejuk sekali. Maka mulailah aku berfikir untuk menggunakan jilbab.

Meski demikian, masih terngiang dengan jelas di benakku, bagimana reaksi kedua orangtuaku nanti? Diam-diam aku pulang dengan penampilan baru, berjilbab. Tapi tetap saja, itu hanya bagian atas. Sebab, pakaian bawah, masih standar jahiliyah, menggunakan jeans.

"Nah, beginilah nak seharusnya seorang muslimah berbusana," puji orangtuaku dalam raut wajah cukup kaget dan linangan air mata. Mungkin karena suka nya, mereka mengajakku memborong pakaiaan muslimah. Alhamdulillah, sejak saat itu, tekad ku menggunakan jilbab semakin kuat.

Terror dari Segala Penjuru ....

Namun, perjalanan ini rupanya tak semulus yang aku kira. Yang ada justru jalan terjal, lagi berbatuan. Akan tetapi, justru jalan yang demikian inilah, yang kemudian hari akan menghantarkan seseorang merasakan manisnya perjuangan, indahnya keimanan.

Setibanya di kampus aku diselimuti keraguan untuk menggunakan jilbab. Penyebabnya, tentusaja mempertimbangkan reaksi teman-temanku, yang sepertinya mereka fobia terhadap jilbab. Maka, untuk menghindari itu semua, aku pun 'kucing-kucingan' bersama mereka.

Kalau kuliah malam hari, saya mengenakan jilbab, kalau siang, akupun melucutinya alias bongkar-pasang. Pekerjaan ini berjalan hingga lima bulan. Tapi, lama-kelamaan, aku sendiri tidak kuat dengan permainan ini. Sebab itu, aku beranikan diri untuk berkata jujur kepada mereka, bahwa aku ada aku yang sudah dengan penampilan baru.

Apa yang saya kuatirkan sebelumnya benar-benar terjadi. Teman-temanku mencemooh dan mengkerdilkanku, "Apa kamu ingin menjadi pocong dengan pakai jilbab!". "Kalau kamu pakai jilbab, kamu tidak akan bebas.Kamu akan selalu terkekang," ujar yang lain. Semua itu, sangat mengiris-iris hatiku.

Tidak cukup dengan omongan saja mereka berperilaku buruk (yang sebelumnya sangat-sangat akrab), mereka juga dengan serempak menjauhiku. Seorang memboikot penampilanku, mereka hilang satu-persatu.

Jadilah aku "sebatang kara". Melihat kondisi kampus yang tidak kondusif ini, saya bermusyawarah dengan orangtua mengenai permasalahanku. Akhirnya diputuskan, pulang-pergi sebagai alternatifnya, sekalipun itu sangat jauh Malang-Sidoarjo.

Ternyata harapan untuk menggunakan hijab dengan mudah di rumah sendiri, tidak semudah membalik telapak tangan. Di sini pun aku dikucilkan oleh beberapa saudara.

"Perilaku masih kayak gitu kok pakai jilbab."

"Nanti saja makai jilbabnya. Kamu itu masih belum menikah. Entar gak laku melihat penampilanmu yang aneh ini," ujar sebagian dari mereka.

Akan tetapi, sebesar apapun angin dan badai hinaan menghantam, aku telah bulatkan niat untuk tetap menggunakan jilbab. Agar pengetahuan agamaku semakin bertambah, maka, akupun melahap buku-buku agama, yang aku beli di toko-toko buku.

Karena membaca pengalaman betapa sukarnya berjalan di jalur yang diridhai Allah, setiap kali melaksanakan shalat, aku senantiasa berdo'a kepada-Nya.

"Ya Allah, sudilah kiranya Engka memberikanku pendamping hidup yang mendukung apa yang aku yakini sebagai kebenaran ini," begitu doaku.

Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do'a-do'a hambanya. Melalui perantara kedua orangtuaku, aku akhirnya dijodohkan dengan seorang aktivis dakwah yang sebelumnya tak pernah aku kenal.

Aku sangat bersyukur berdampingan dengannya. Selain ia sebagai figur suami yang baik, ia juga merupakan sosok pembimbing yang senantiasa mengarahkan ke pada jalan yang benar, yang diridhai oleh Allah. Yang sangat membahagiakanku, ia adalah seorang yang sangat mengerti agama dan seorang dai.

Saat ini, kami telah dianugerahi dua putra dan dua putri. Selain sibuk mengurusi rumah tangga dan mendidik anak-anak, aku juga aktif di organisasi muslimah yang berada di bawah naungan salah satu harakah Islam.

"Ya Allah, kini akhirnya aku dapat merasakan lezatnya nikmat iman ini."

"Wahai para Muslimah, gunakanlah hijab sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh agama (Islam) yang indah dan mulia ini. Dengan hijab itu identitas kalian akan lebih jelas. Tanpanya, bukan hanya keimanan kita saja yang kurang nampak, namun, keislaman kitapun patut dipertanyakan."

[kisah ini diceritakan langsung oleh Ibu Fina kepada hidayatullah.com/Robin Sah/hidayatullah/dg sedikit perubahan] > ZILZAAL.COM
Continue reading →
Wednesday, October 3, 2012

ZILZAAL: Para Artis & Model Top ‘Lollywood’ Ramai-Ramai Ken...

0 comments

ZILZAAL: Para Artis & Model Top ‘Lollywood’ Ramai-Ramai Ken...
: SEBELUM tahun 2010, Sara Chaudhry adalah seorang aktris dan model papan atas di Pakistan. Dua tahun belakangan, ia meninggalkan gemerlap dunia itu dan memutuskan untuk mengenakan jilbab. Sebuah keputusan yang mengguncang tanah Lollywood—sebutan untuk industri film Pakistan.

“Saya telah memahami alasan dan pentingnya jilbab,” ujar Sara kepada OnIslam.net. “Oleh karena itu, saya tidak punya alasan untuk membuang bahkan satu menit pun untuk tidak tunduk pada firman Allah.”

Sekarang Sara adalah seseorang yang berada di garis depan yang terus berkampanye mempromosikan jilbab. Ia tidak sendirian, ada politisi perempuan, penulis dan aktivis masyarakat sipil bersamanya.

“Mengenakan jilbab saja tidak cukup,” terang Sara, yang telah berhasil membujuk empat model dan aktris film top lainnya untuk mengenakan jilbab. “Menjadi tanggung jawab saya untuk membujuk orang lain untuk mengenakan jilbab, yang merupakan perintah dari Allah. Itulah mengapa saya telah menjadi bagian dari gerakan ini.”

Yang berhasil diajak berjilbab oleh Sara antara lain adalah Sataish Khan, Mariam Ali, Rabia Durrani dan Urooj Nasir.

Pemirsa terkejut ketika melihat Urooj Nasir dalam gaun dan jilbab di sebuah televisi nasional selama upacara penghormatan kepada tentara Pakistan.

Rabia Durrani, yang berasal dari keluarga modern, meninggalkan industri film dan bergabung dengan Sara dalam gerakan mempromosikan jilbab. Namun Rabia masih bergabung dalam beberapa program di radio.

Tania Khan, seorang aktris teater yang terkenal, juga telah meninggalkan industri film setelah dia melakukan Umrah beberapa bulan yang lalu, dan sekarang betul-betul konsentrasi dalam kehidupan rumah tangganya.
Continue reading →

ZILZAAL: Kissinger Prediksi Israel Lenyap 10 Tahun Lagi

0 comments

ZILZAAL: Kissinger Prediksi Israel Lenyap 10 Tahun Lagi: Siapa tidak kenal Henry Kissinger. Meskipun tidak menduduki jabatan resmi di Gedung Putih Washington tapi politikus gaek berdarah Jerman ini dianggap bapak pembina politik. Mengingat peranannya sebagai koordinator Grup elite Bilderberg, di mana persoalan dunia diputuskan di sana oleh sekitar 200 tokoh penting dunia.

Henry Kissinger adalah pendukung utama Israel dan peretas teori politik Amerika di masanya. Namun belakangan dia mengejutkan jagat perpolitikan Israel. Ia menegaskan bahwa setelah 10 tahun, “negara Israel” tidak akan ada lagi. Ini sebuah perubahan signifikan dalam pemikiran laki-laki yang satu ini. Padahal sebelum ini, ia telah me-“nazar”-kan keseluruhan hidupnya untuk menjaga eksistensi Israel dari kehancuran.

Meski statemen Kissinger yang dimuat oleh New York Post ini menjatuhkan elit-elit politik Tel Aviv, meski mereka menampik itu keluar dari mantan penasehat keamanan nasional dan mantan Menlu Amerika ini, namun editor koran Amerika ini, Cindy Adams menegaskan bahwa statemen yang dimuat itu sudah akurat dan valid. Ia mengatakan, Kissinger menegaskannya dengan kata-kata “In 10 years, there will be no more Israeal”.

Maka statemen ini memiliki muatan yang sama dengan apa yang diungkapkan oleh banyak lembaga-lembaga studi strategis dan tokoh politik internasional yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk berbicara tentang Israel. Inti dari muatan itu adalah “kehancuran Israel sudah diambang pintu” dengan latar belakang sejumlah kekalahan dan kegagalan yang dialami negara penjajah Palestina itu selama dua dekade terakhir. Selain itu, faktor lain adalah berbagai perpecahan yang mulai dialami entitas penjajah dan negara buatan ini dalam beberapa waktu mendatang.

Yang membuat statemen Kissinger menjadi riil, hakiki dan tidak terelakkan adalah situasi kebingungan yang menyelimuti elit-elit Israel yang belakangan mulai menampakkan kerapuhan mereka yang jelas dalam bentuk tindakan dan prilaku. Inilah yang mendorong presiden Amerika Barack Obama meremehkan PM Likud Benjamen Netanyahu dan menunda jadwal pertemuan di sela-sela agenda Majlis Umum PBB pada Selasa lalu (25/9) di New York.

Buldoser Israel yang terus menggerogoti area Masjid Al-Aqsha (pip)
Meski prediksi Kissinger soal habisnya usia Israel dalam waktu yang tidak lama adalah kesimpulan yang konclusi, baik diakui oleh penentu kebijakan di Washington atau Eropa atau tidak diakui, namun statemen tokoh-tokoh penting Israel di Palestina dan Al-Quds, sekeleas mantan kepala Mossad, Meir Daghan dan lainnya membuktikan bahwa kehancuran Israel tinggal menghitung mundur saja.

Dalam wawancara dengan harian Jerusalem Post Israel edisi April lalu, Meir Daghan menegaskan, “Saya yakin bahwa negara kami sudah sampai pada titik dimana pemerintah Israel tidak mampu lagi mengatur negara. Kami sudah berada di bibir jurang. Saya tidak mau berlebihan. Ini adalah tragedi. Namun kami sedang menghadapi spekulasi buruk di masa mendatang.”

Bahkan ketika mengomentari kemungkinan serangan Israel ke Iran, Meir Daghan menegaskan dalam wawancaranya dengan forum sosial CBS Amerika edisi 11 Maret 2012 bahwa reaksi Iran atas serangan Israel pasti akan menghancurkan.

Tema masa depan Israel menjadi materi menarik bagi spesialis, pemikir dan pengamat setelah kemenangan kelompok perlawanan Hezbollah menghadapi perang Israel pada Juli 2006 dan ketegaran pejuang Palestina di Gaza menghadapi blokade dan agresi Israel akhir tahun 2008. Dua peristiwa itu membuktikan kepalsuan mitos Israel sebagai “tentara tak terkalahkan” dan rapuhnya sistem keamanan Israel. Tak heran bila sejumlah pakar strategi dan militer di Timur dan Barat menegaskan bahwa Israel akan musnah jika menyerang Iran.

Kita sepakat dengan Henry Kissinger soal kepastian hancur dan habisnya Israel. Namun kita berbeda dengan “jangka waktunya”. Sebab kita yakin Israel yang menerapkan politik kekerasan sejak proyek ilegal dan inkonstitusionalnya didirikan tahun 1948 pasti akan hancur dalam waktu dekat. Sebab dunia semakin mengisolasi Israel dan di sisi lain, perlawanan semakin keras dari pejuang-pejuangan kebangkitan Islam untuk mendekatkan pembebasan Palestina dan Al-Quds dari penodaan Israel.

Apa yang dibangun di atas kebatilan pasti batil dan nasibnya pasti akan hilang.
Continue reading →
Tuesday, September 25, 2012
Tuesday, September 11, 2012

CONTOH SURAT KETERANGAN MENGAJAR

0 comments


PEMERINTAH KABUPATEN DOMPU
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH DASAR NEGERI NO. 15 KEMPO
Alamat : Dsn. Dharmasari, Ds. Dorokobo, Kec. Kempo, Kab Dompu



SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI NO. 15 KEMPO
Nomor: 421.2/   65  /SD.15 /2006
Tentang Pengangkatan  GTT ( GURU TIDAK TETAP )


Menimbang     :
·                Bahwa untuk memenuhi kebutuhan guru yang telah eningkat setiap tahun.kepala sekolah  telah menyediakan kuota guru honorer tahun 2006.
·                Bahwa saudara RAHMAWATI  A.Ma  memenuhi syarat diangkat sebagai guru tidak tetap pada   SDN Nomor 15 Kempo.
Mengingat       :
·         Undang-undang nomor 2 tahun 1989 tentang sistim pendidikan nasional 9 lembaga negara RI tahun 1989 nomor 6.
·         Undang-undang nomor 8 tahun 1974 jo 43 tahun 1999
·         Keputusan presiden RI nomor 102 tahun 2001 jo nomor 45 tahun 2002.
·         Keputusan presiden RI nomor 228/M tahun 2001
·         Keputusan menteri pendidikan nasional nomor 34/U/2003.
·         Keputusan menteri pendidikan nasional nomor 122/U/2001 tentang rencana strategis pendidikan pemuda dan olahraga tahun 2000 – 2004.
·         Rapat koordinasi kepala sekolah bersama ketua komite tanggal 24 pebruari 2006


Memutuskan

Menetapkan

Pertama            Terhitung tanggal 7 maret 2006 mengangkat sebagai guru tidak tetap
                          Nama                                    : RAHMAWATI A.Ma
                          Tempat/tanggal lahir               : Soro, 30 Mei 1976
                          Jenis kelamin                         : perempuan
                          Pendidikan                            : S1 PGSD / Berjalan
                          Alamat                                  : Dsn.Kajenje Ds.Soro kecamatan kempo
Kedua            Kepada tenaga guru dapat melakukan aktivitas sebagai tenaga pengajar tidak tetap  pada  SDN No.15 kempo
Ketiga             Masing-masing guru dan tenaga administrasi melaporkan tugas secara tertulis kepada kepala sekolah
Keempat          Segala biaya yang timbul akibat keputusan yang timbul dibebankan pada anggaran yang relevan dan sesuai
Kelima             Surat keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 
Ditetapkan di   : Doro kobo
Pada tanggal   :  7 Maret 2006
Kepala  Sekolah,




ABDUL HAMID, A.Ma.Pd
NIP.195912311982031484

Continue reading →
Friday, August 10, 2012