Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...
Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..
Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...
MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...
Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...
Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...
Selain banyaknya kerancuan nalar yang merugikan Ormas, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA, menilai RUU Ormas justru semakin represif.
Untuk itu, dengan tegas PP Muhammadiyah menolak pengesahan RUU Ormas sebagaimana tertuang dalam tiga poin penting pernyataan sikap Muhammdiyah.
Draft RUU Ormas yang dibahas DPR, potensial membatasi kebebasan berserikat, memperlemah kreativitas dan perilaku represif dari aparatur pemerintahyang bertentangan dengan UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).
Muhammadiyah mendesak kepada DPR untuk menghentikan seluruh proses pembuatan Undang-undang Ormas. Pembahasan UU Ormas potensial menimbulkan kegaduhan dan instabilitas politi, terutama menjelang pemilu 2014 yang memerlukan suasana yang kondusif, stabil dan dinamis.
Dalam rangka menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat, pemerintah hendaknya berusaha melaksanakan Undang-undang Yayasan,sebagaimana mestinyadan memprioritaskan penyelesaian RUU Perkumpulan. Pembahasan RUU Ormas tidak urgent dan tidak diperlukan oleh masyarakat.
Apabila, DPR dan pemerintah memaksakan diri, Din Syamsudin menyatakan PP Muhammadiyah bersama Ormas-ormas lain akan memprakarsai judicial revew terhadap UU Ormas ke Mahkamah Konstitusi.
“Jadi kalau DPR, pemerintah memaksakan diri tanpa mendengar suara masyarakat untuk mengesahkan Undang Undang ini, Muhammadiyah akan memprakarsai bersama semua Ormas yang lain untuk melakukan judicial revew kepada Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.
Kelompok Spamhaus yang berbasis di London dalam posting situsnya Kamis
pagi mengatakan bahwa pihaknya masih melihat beberapa serangan
“penolakan layanan” pada server-server komputernya tapi jumlah serangan
itu lebih kecil.
Spamhaus dan Cloudflare, perusahaan yang disewanya untuk memerangi
serangan-serangan dunia maya, mengatakan serangan itu berawal 18 Maret
dan tampaknya berasal dari kelompok yang tidak menyebut nama mereka atau
individu yang tidak senang dengan upaya-upaya untuk memblokir email
sampah yang disebut spam.
Para teknisi keamanan internet mengatakan serangan itu berasal dari
sebuah jaringan ribuan komputer yang terinfeksi virus komputer untuk
menjadi bagian dari apa yang kini dikenal sebagai “botnet” yang kemudian
digunakan untuk mengirim sejumlah besar data untuk menyerang
server-server dalam upaya membuat server-server itu kewalahan.
Spamhaus mengatakan serangan baru-baru ini pada server-servernya
merupakan yang terbesar yang pernah dilihatnya dan mengatakan dengan
menyerang satu tautan di infrastruktur internet itu botnet ini mampu
memperlambat bagian-bagian lain internet.
Burung Hantu Rinjani Scops ini pertama kali diidentifikasi pada 2003 dan
sejak saat itu hanya dapat ditemukan di Lombok. Penemuan ini
diterbitkan Rabu (13/2) di jurnal daring PLOS ONE.
Burung hantu kecil itu, dengan bulu berwarna coklat dan putih serta mata
besar keemasan, sering keliru dikenali sebagai spesies lain yang serupa
selama lebih dari satu abad. Namun para ilmuwan dari Swedia dan Amerika
Serikat, yang berkunjung ke pulau tersebut untuk melakukan penelitian
terpisah mengenai burung nokturnal lainnya, sama-sama merekam vokalisasi
burung hantu Rinjani Scops.
Mereka memperhatikan bahwa nada yang disiulkan burung hantu, yang
mengambil nama gunung berapi di Lombok, sangat berbeda dari yang
dinyanyikan burung hantu Moluccan Scops, atau Otus magicus.
“Saya terkejut karena identitas nyata burung ini tersembunyi dari dunia
ilmiah sekian lama,” ujar George Sangster, peneliti utama dari Museum
Sejarah Alam Swedia.
“Burung Rinjani Scops ini cukup umum dan dapat ditemukan di banyak
tempat di pulau tersebut. Mereka juga sangat vokal sehingga sulit
terlewatkan.”
Sangster mengatakan perlu waktu 10 tahun sampai penemuan itu diterbitkan
karena pekerjaan yang dibutuhkan untuk memverifikasi penemuan itu.
Para peneliti mengkaji semua penelitian sebelumnya dan spesimen museum
mulai dari tahun 1896. Mereka menemukan sebuah laporan yang menyebutkan
nada suara burung hantu Rinjani Scops, yang berbeda dari jeritan
Moluccan Scops.
Namun, bulu, ukuran dan bentuk burung hantu tersebut adalah data utama
yang digunakan untuk mengidentifikasi spesies tersebut sampai akhir
1970an, ketika data tentang vokalisasi ditambahkan. Lombok juga jarang
dikunjungi oleh peneliti burung dibandingkan daerah lain di Indonesia,
sehingga dapat dipahami mengapa perlu waktu lebih lama bagi burung hantu
Rinjani Scops untuk diidentifikasi.
“Kami harap akan ada lebih banyak pengamat burung mengunjungi Lombok,” ujar Sangster.
“Para ahli ornitologi (studi mengenai burung) telah lama meyakini bahwa
taksonomi burung telah hampir komplet. Dengan setiap penemuan baru,
keyakinan tersebut menjadi kurang dapat dipercaya. Hal itu
menggarisbawahi bahwa bahkan setelah 150 tahun studi ilmiah, kita masih
belum tahu semua burung di wilayah Indo-Melayu,” tambahnya.
Kerja lapangan lebih lanjut dilakukan untuk menentukan bahwa burung
hantu Rinjani Scops – dengan nama Latin Otus jolandae yang diambil dari
nama istri Sangsters yang pertama kali menemukan spesies tersebut
bersamanya – tidak ditemukan di tempat lain.
Namun, Sangster mengatakan bahwa perlu investigasi lebih jauh untuk
betul-betul yakin bahwa burung tersebut tidak dapat ditemukan di pulau
dekat Lombok, yaitu Sumbawa.
Burung hantu tersebut telah lama diketahui oleh para ahli burung
Indonesia, namun mereka yakin bahwa ia merupakan bagian dari spesies
yang lebih tersebar secara luas.
"Kami bangga dengan penemuan ini karena telah menambah daftar spesies
endemik di Indonesia,” ujar Yoppy Hidayanto, koordinator Burung
Indonesia, lembaga konservasi burung di Bogor, Jawa Barat.
“Ada masih banyak hal yang dapat dieksplorasi mengenai burung di Indonesia,” tambahnya.
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin meminta Polri
menerjunkan tim Detasemen Khusus Anti Teror untuk menangkap para pelaku
penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, DIY, Sabtu 23 Maret 2013. Serangan
brutal itu menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY.
"Tindakan
menyerang lapas jelas teror kepada negara. Kenapa Densus tidak
diturunkan untuk memburu pelakunya," kata Din usai membuka Rapat Kerja
Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas
Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Jumat 29 Maret 2013.
Jika tidak
dikerahkan, Din justru mempertanyakan kesungguhan Polri untuk menangkap
dan mengungkap motif penembakan terhadap para tersangka pengeroyokan
anggota Kopassus itu.
"Justru teror yang rakyat sipil dituduh teroris, mereka (Densus) melakukan tindakan yang melampaui batas," ucap Din.
Selain
itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga diminta untuk
turun tangan mengungkap kasus ini. Kasus ini menurut Din, sudah masuk
wilayah kerja BNPT yakni, mengungkap kasus teror.
"Mana itu Densus 88, mana itu BNPT. Saya kira lembaga itu dibubarkan sajalah," kata Din.
Penyerbuan
Lapas Cebongan oleh segerombolan pasukan bersenjata, kata Din,
benar-benar menunjukkan bahwa kewibawaan negera Indonesia telah runtuh.
Karena itu adalah kasus besar, maka membutuhkan campur tangan presiden.
"Tidak
cukup ditangani oleh Panglima TNI atau Kapolri.Namun presiden harus
turun tangan sendiri. Perlu ada ada keseriusan untuk menangani. Jangan
disikapi dengan santai seolah-olah bukan persoalan besar," tuturnya.
Tidak ada henti-hentinya Sang Polisi Korupsi (KPK) menelusuri harta kekayaan milik Jenderal satu ini Irjen Pol Djoko Susilo. Jika dikalkulasikan, nilai total harta jenderal bintang dua itu ditaksir mencapai Rp 100 miliar lebih. Harta milik tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM itu diduga merupakan hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Menurut pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM yang dilakukan Djoko Susilo adalah salah satu pendapatan yang tidak wajar. Lemahnya pengawasan menjadi celah para jenderal untuk memperkaya diri sendiri.
Bambang menjelaskan, terkait kekayaan yang didapat sang jenderal harus dicari tahu sumbernya terlebih dahulu. Dia mengatakan, permasalahan saat ini di Kepolisian banyak anggota yang memanfaatkan jabatan untuk mencari uang lebih di luar hasil pendapatannya sebagai abdi negara terutama jabatan fungsional.
Sebagai contoh kata Bambang, jabatan di Kepolisian yang merupakan lapak basah untuk mencari uang yaitu jabatan sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal dan Kepala Satuan Lalu Lintas.
"Masalahnya ini di lingkungan Indonesia, banyak kejahatan dalam jabatan artinya pertukaran antara jabatan dan ditukarkan untuk mendapatkan hasil tambahan, terutama jabatan fungsional," ujarnya.
Dia menjelaskan, jabatan seorang Kasat Serse bisa digunakan untuk mengolah sebuah kasus, seperti tersangka bisa bebas dalam jeratan saat pembuatan Berita Acara Pemeriksaan dan juga penghilangan barang bukti serta merekayasa kasus. Hal tersebut juga tidak berbeda dengan polisi yang bertugas di lalu lintas, seorang Kepala Satuan Lalu Lintas bisa bermain dalam pembuatan SIM, STNK maupun BPKB.
Maraknya pelanggar anggota Kepolisian itu, kata Bambang karena pengawasan di Kepolisian hingga saat ini masih lemah. Sebagai contoh, jika itu terbukti dilakukan oleh anggota Kepolisian sanksi yang didapat anggota tersebut hanya penundaan jabatan atau mutasi lokasi kerja.
"Pengawasan masih belum kuat, paling-paling digeser atau ditunda," papar Bambang.
Meski demikian, sebenarnya Polri mempunyai aturan tersendiri mengenai pejabatnya, anggota yang mempunyai jabatan di struktural biasanya wajib melaporkan jumlah harta kekayaannya ke KPK. Namun sayangnya, aturan tersebut masih mempunyai kelemahan lantaran pimpinan Polri jarang menindaklanjuti laporan tersebut jika terjadi manipulasi data.
Mengenai Kekayaan Irjen Djoko yang hingga saat ini nilainya terus melonjak fantastis dari harta yang disita KPK, Bambang mengatakan, jumlah tersebut sungguh berlebihan. Dia menjelaskan, harta yang disita KPK dari Djoko merupakan hal yang tidak wajar mengingat Djoko hanya seorang jendral polisi berpangkat bintang dua.
"Yang terkejut bukan hanya kepolisian saja, tapi masyarakat saja sampai heran-heran," jelasnya.
Meski demikian, dia mengatakan seorang pensiunan jenderal bisa memiliki dua rumah seharga ratusan juta dengan catatan mengelola gajinya sejak dia jadi anggota Kepolisian hingga ia pensiun dengan pangkat jenderal. Lebih dari itu, lanjut Bambang, hasil kekayaannya bisa dicari tahu dengan asal usul keluarga. Jika anggota itu berasal dari keluarga kaya itu merupakan turunan, namun jika tidak pasti ada sesuatu dibalik kekayaan itu. "Kalo di gajinya ditabung sama uang tambahan itu pasti bisa dari tugas sampe pensiun," ujarnya. "Polri dalam kekuasan tahu betul tidaknya data yang diteliti, Propam meneliti betul-betul pejabat yang melaporkan harta kekayaannya. Kalau bohong, harus ada tindakan tegas seperti tidak dijadikan pejabat lagi untuk menduduki jabatan struktural," pungkas Dosen Pascasarjana Program Psikologi Universitas Persada Indonesia itu.
Hidayah bisa datang dari berbagai tempat dan waktu kapan saja. Medianya
pun beragam. Mulai orang terdekat hingga musuh, dari tempat ibadah
hingga internet.
Ini dirasakan dan dialami warga Dallas Amerika Serikat, Nicole Queen.
Perempuan ini masuk Islam gara-gara menonton tayangan Youtube.
“Teman-teman saya menunjukkan tayangan kuliah di Youtube. Saya
kemudian melihat dan mencari segala hal tentang Islam. Dan, saya justru
menjadi ketagihan untuk terus menonton. Saya terus di depan komputer
menontonnya hingga jam lima pagi,” ujar Nicole Queen, warga asli Dallas,
Amerika Serikat.
Tak pernah ia menyangka, tayangan sederhana Youtube akan membawanya mengenal hingga kemudian tertarik pada Islam.
Perempuan yang berprofesi sebagai fotografer tersebut pun memeluk Islam melalui perantara tersebut.
Lalu video apa yang ditonton Nicole hingga membawanya pada hidayah? Ikuti kisah selengkapnya pada Islam Digest mendatang. (ROL)
Atas
dukungan Ikhwanul Muslimin lewat pemimpinnya, Hasan Al Banna, Mesir
menjadi negara yang pertama mengakui kemerdekaan RI, namun setahun
sebelum kemerdekaan, Palestina memberikan dukungannya terlebih dulu.
Tampak dalam foto Sutan Syahrir & Hasan Al Banna, pendiri &
pemimpin pertama Ikhwanul Muslimin Mesir
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) boleh dibilang melakukan blunder jika tak ingin dikatakan ngawur.
Entah buku sejarah Indonesia versi mana yang dibacanya. Pasalnya,
usai bertemu dengan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Antonio Guido
Filipazzi, Jumat (15/3/2013), Ahok mengatakan bahwa Vatikan adalah
negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Ketika itu Ahok menjawab pertanyaan wartawan, apakah ada pembahasan kerja sama dalam kunjungan Dubes Vatikan itu ke Balaikota?
“Tidak ada. Tadi dikasih kenang-kenangan medali Paus, tapi cetakan
lama, belum ada cetakan baru. Dikasih buku sejarah Paus keuskupan dari
1947. Kan Vatikan itu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan
Indonesia,” jawab Ahok.
Benarkah Vatikan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan
Republik Indonesia? Tentu saja untuk menjawabnya mudah sekali, cukup
membuka literatur sejarah.
Nah, berdasarkan penelusuran literatur sejarah, negara pertama yang
mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah Mesir, bukan Vatikan.
Mesir secara de facto mengakui kemerdekaan RI pada 22 Maret
1946, disusul oleh Liga Arab (Arab Saudi, Qatar, dan lain-lain) pada 18
November 1946. Setelah itu diikuti Suriah pada 3 Juli 1947, Lebanon dan
Irak pada 9 Juli 1947.
Pengakuan kemerdekaan RI secara de facto oleh Mesir pada 22 Maret 1946 itu dilakukan dengan mengakhiri kepengurusan WNI dari kedutaan Belanda di Mesir.
Bahkan, pada tanggal 13 hingga 16 Maret 1947, Konsul Jenderal Mesir
untuk India (di Mumbay) yang bernama Muhammad Abdul Mun’im bersama
Muriel Pearson (nama samarannya adalah Ketut Tantri, seorang perempuan
Amerika yang pro kemerdekaan sejak masa revolusi), datang ke Yogyakarta
(Ibukota RI saat itu).
Pada 15 Maret 1947 bertepatan dengan HUT Mesir ke 23, keduanya
menghadap Presiden Soekarno untuk mewakili pemerintah Mesir sekaligus
utusan Liga Arab guna menjelaskan posisi dukungan mereka terhadap
kedaulatan RI.
Pengakuan secara de jure (hukum) oleh Mesir
ditandatangani pada 10 Juni 1947, ditandai perjanjian Persahabatan
RI-Mesir dan sekaligus mendirikan Kedutaan RI pertama di luar negeri.
Sementara alasan Liga Arab menganjurkan kepada semua negara
anggotanya supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang
berdaulat karena didasarkan pada ikatan akidah Islamiyah, ukhuwah
Islamiyah dan kekeluargaan.
Bahkan yang menarik, justru dukungan Palestina lebih awal setahun
sebelum proklamasi. Palestina diwakili oleh Mufti Besarnya, Syaikh
Muhammad Amin Al-Husaini. Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa
Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ dari Syaikh Amin Al-Husaini ke seluruh
dunia Islam untuk dukungannya pada kemerdekaan Indonesia.
Sedangkan Vatikan baru mengakui kemerdekaan Indonesia hampir empat
bulan setelah pengakuan de facto Mesir atau satu bulan pasca pengakuan
de jure negeri piramid tersebut. Yakni, pada 6 Juli 1947 ditandai dengan
pembukaan kedutaan yang disebut “Apostolic Delegate” dan menugaskan
Georges-Marie-Joseph – Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye, M.E.P sebagai
Duta Besar Vatikan pertama di Jakarta untuk masa 1947 hingga 1955.
Menyimak literatur tersebut, kiranya pemahaman sejarah Ahok perlu dikoreksi.
Pimpinan Taruna Muslim Alfian Tanjung menambahkan, fakta sejarah
menunjukkan negara-negara Muslim yang pertama kali mengakui kemerdekaan
Indonesia.
“Tidak ada dalam sejarahnya Vatikan pertama kali mengakui kemerdekaan
Indonesia,” ujar Alfian seperti dikutip itoday, Sabtu (16/3/2013).
Menurut Alfian, dalam sejarah justru Vatikan bekerjasama dengan Belanda untuk menekan pemerintah Indonesia.
“Vatikan mengambil manfaat adanya penjajahan Belanda dengan
menyebarkan agama Katolik di Indonesia. Justru Islam yang menjadi ujung
tombak perlawanan terhadap penjajah Belanda,” papar Alfian.
Alfian tidak terkejut dengan pernyataan Ahok itu karena ada keinginan
yang kuat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk menyebarkan
agama katolik di Jakarta.
“Pernyataan itu sangat politis, agar kebijakan Pemprov DKI termasuk
kristenisasi mendapat dukungan dari Vatikan,” demikian terang Alfian.
Tentu umat Islam-lah sebagai pemeran utama meraih kemerdekaan ini.
Dari desa hingga kota, dari santri dan kiai hingga kaum terpelajar,
intelektual, ulama, bersatupadu bersama umat Islam berkuah darah,
bermandikan keringat, merebut kemerdekaan republik ini.
Sementara penjajah, khususnya Belanda, tak rela akan kemerdekaan ini.
Mereka, sang penjajah Belanda, logis saja berkolaborasi dengan kelompok
yang se-ideologi untuk meneruskan penjajahan, sehingga kembali
melancarkan agresinya pada 1947 dan 1949, tapi gagal total.
Kelompok dari dalam yang berkomplot dengan penjajah, tentu merasa
nyaman jika negeri ini dijajah dengan yang se-ideologi dan sekeyakinan,
karena adanya kekhawatiran–saat itu–Indonesia menjadi negara yang
berdasarkan IslamDan,
menjelang merdeka, benar, Indonesia dipastikan menjadi negara
berdasarkan Islam–atau setidaknya mewajibkan para pemeluknya untuk
menjalankan syariat Islam–jika saja tidak dikhianati, ditelikung, dikadalin oleh kelompok nasionalis yang bersekongkol dengan kaum minoritas, sehari setelah proklamasi! (inilah/itoday/salam-online)
Empat terpidana mati di Cina, seorang gembong narkoba
Burma dan tiga rekannya, diarak dan disiarkan langsung di televisi Cina
sebelum menjalani hukuman mati atas pembunuhan 13 pelaut Cina di Sungai
Mekong pada 2011.
Tindakan eksekusinya sendiri tidak disiarkan
oleh televisi, tetapi banyak pengguna internet di Cina menyatakan
kemarahan mereka dan menyebut penayangan langsung tersebut tidak peka.
Di antara terpidana mati yang
dieksekusi itu adalah Naw Kham, 43, warga Burma yang dianggap sebagai
gembong narkoba paling berpengaruh di kawasan Segitiga Emas, Thailand,
Laos dan Burma.
Televisi pemerintah Cina pada Kamis (28/02)
menayangkan wawancara Naw Kham. Dalam wawancara itu ia mengatakan
merindukan ibu dan anak-anaknya.
Tekad Cina
"Saya
pikir pesan penting dari kasus ini adalah untuk menunjukkan tekad Cina
dan pemerintah negara-negara terkait untuk bekerja keras bersama-sama
guna memerangi kejahatan lintas batas."
Hua Chunying
Tiga terpidana lainnya adalah seorang warga
Laos, Zha Xika, 28, Hsang Kham, 61, dari Thailand, dan satu orang yang
tidak mempunyai kewarganegaraan, Yi Lai, 55.
Keempat terpidana mati dieksekusi dengan suntikan mematikan di Kunming, Provinsi Yunnan, Jumat (01/03)..
Pembunuhan 13 pelaut Cina di Sungai Mekong pada
2011 menyebabkan Cina sangat marah. Pemerintah langsung mengirim
kapal-kapal patroli ke sungai tersebut.
Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan kasus ini menunjukkan tekad Cina menangani kasus seperti itu.
"Saya pikir pesan penting dari kasus ini adalah
untuk menunjukkan tekad Cina dan pemerintah negara-negara terkait untuk
bekerja keras bersama-sama guna memerangi kejahatan lintas batas," kata
juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying.
Siaran langsung terhukum mati yang dibawa menuju lokasi eksekusi diyakini baru terjadi kali ini di Cina.
Sebanyak enam wanita mualaf Kota Rossendale, Inggris menjadi aktris dalam sebuah acara televisi dokumenter tentang agama. “Make Me a Muslim”, demikian nama program televisi yang tayang di channelBBC Three tersebut.
Ide program TV dokumenter tersebut berawal dari meningkatnya jumlah warga Inggris yang memeluk agama Islam. Para muallaf Inggris tersebut pun didominasi oleh wanita. BBC Three berinisiatif mengeksplor peningkatan angka tersebut.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menayangkan kisah nyata perjalanan beberapa mualaf wanita hingga akhirnya melantunkan syahadat. Seperti halnya reality show pada umumnya, para kru televisi mengikuti aktivitas mualaf wanita sehari-hari.
Tanpa rekayasa ataupun naskah skrip, mereka menggambarkan kegiatan enam mualaf muslimah tersebut selama dua hari. Salah satu mualaf muslimah yang diikut sertakan dalam program tv tersebut yakni Vicky Inaya Westerman (28 tahun).
Vicky merupakan seorang warga Rossendale Inggris yang memeluk Islam setelah mengalami depresi. Saat depresi berat, penganut Kristen tersebut mulai membaca Alquran. Sejak itulah, ia terpesona dengan kitab suci dan agama rahmatan lil alamin ini. Mantan customer service tersebut pun mampu mengobati depresinya setelah membaca Alquran hingga kemudian memeluk Islam pada tahun 2008.
Saat sekolah di SMA Haslingden, Vicki sebenarnya telah mengenal banyak teman Muslim. Interaksi dengan teman-temannya ini lah yang pertama kali membuatnya tertarik dengan Islam.
“Mereka tidak pernah menekan saya,” ujarnya sedikit mengisahkan perjalanannya menuju hidayah. Vicki mengaku senang dapat ikut serta dalam program agama BBC tersebut. Ia mengaku antusias meski sedikit grogi dan gugup. “Sangat menarik menjadi bagian dari program ini, tapi agak menegangkan juga karena saya tak pernah melakukan hal semacam ini sebelumnya,” ujar Vicki dikutip dari media Inggris Telegraph.
Inggris memang menjadi negara nyaman bagi mualaf meski eksistensi mereka sebagai etnis minoritas. Jumlah muslim Inggris terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2008 terdapat 1,65 juta muslim atau sekitar 2,7 persen dari total populasi negara monarki konstitusi tersebut.
Kemudian, pada 2010, sebanyak 2,8 juta Muslim tinggal di Inggris dengan persentase sebesar 4,6 persen dari total penduduk. Hal tersebut menunjukkan jumlah mualaf yang terus saja bertambah tiap tahunnya.[]
Dengan menyebut nama Allah, penjual itu
menutup mata dan kemudian dengan sekali tebas, goloknya memisahkan
kepala kodok dari badannya.
Meski restoran-restoran di Perancis barangkali tidak mengetahuinya,
namun kaki kodok yang dihidangkan mereka kemungkinan besar didapat dari
rawa-rawa berlumpur di Indonesia, ditangkap oleh para pemburu di tengah
malam untuk disembelih dan dijual di pasar.
Seperti pegawai pabrik yang efisien, Sri Mulyani menguliti kodok,
mencabut organ dalam dengan tangan kosong dan melemparkan hewan amfibi
itu ke tumpukan kodok yang sudah menggunung.
“Kalau saya merasa jijik dan bosan dengan kodok, saya pikirkan uangnya saja,” ujar pedagang kodok berumur 41 tahun itu.
Mulyani dan suaminya sang pemburu kodok, Suwanto, 48, menghasilkan Rp
500.000 per hari dari mengejar dan menjual kodok ke restoran atau ke
makelar untuk diekspor.
Disukai karena rasanya yang seperti ayam, kaki kodok dikenal sebagai
menu favorit di Perancis, Belgia dan Luksemburg, tidak hanya di
Indonesia dan Tiongkok.
Indonesia telah menjadi eksportir kodok terbesar di dunia, memasok lebih
dari 80 persen impor kodok di Eropa, hampir semuanya ditangkap di alam
liar oleh pemburu-pemburu seperti Suwanto.
Namun para ahli konservasi khawatir perdagangan yang sangat
menguntungkan ini akan memusnahkan populasi kodok jenis tertentu yang
membantu menjaga ekosistem tetap sehat karena memangsa hama. Kecebong
yang dihasilkannya juga membantu menstabilkan lingkungan perairan.
Sebagian besar dari permintaaan impor datang dari Perancis, dengan
perkiraan 80 juta kodok dikonsumsi setiap tahun. Negara itu sendiri
dipaksa memberlakukan pelarangan terhadap perburuan dan peternakan kodok
komersial pada 1980.
Perdagangan kemudian pindah ke India dan Bangladesh, namun negara-negara
tersebut juga akhirnya melarang ekspor pada akhir 1980an karena
populasi kodok menurun drastis.
“Kami khawatir populasi kodok pada tahun-tahun mendatang, setidaknya
kodok bertubuh besar di Indonesia, akan punah,” ujar Sandra Altherr dari
kelompok hak binatang asal Jerma Pro Wildlife, yang turut menulis
sebuah laporan mengenai perdagangan kodok tahun lalu.
“Sejarah telah memberi kita pelajaran dan seharusnya kita belajar dari situ.”
Namun bagi Suwanto pekerjaan ini terlalu menguntungkan untuk diakhiri, dan perburuan kodok ada dalam darahnya, ujarnya.
“Saya sudah berburu kodok sejak 1992, dan ayah saya juga melakukan hal
yang sama sebelum saya,” ujar Suwanto, menambahkan bahwa ia tidak yakin
tradisi tersebut akan diteruskan dalam keluarganya karena ia hanya punya
anak perempuan, dan perburuan kodok adalah urusan lelaki.
Dari belakang rumahnya, Suwanto dan sekelompok pemburu kodok mengarungi
kegelapan tiap malam mulai pukul 20.00, menyusuri pematang sawah dan
sungai.
Mereka seringkali berburu sejak dini hari, tidak berbicara sedikitpun
untuk menjaga makhluk licin tersebut takut dengan suara mereka.
Modus operandi mereka terlihat sederhana – telanjang kaki dan memegang
lampu senter, mereka menggunakan jala yang diikat pada tiang kayu
panjang untuk menjaring kodok yang mereka temukan di lapangan dan
sungai.
Namun di balik peralatan yang sederhana itu, pemburu kodok sepertinya
memiliki indera keenam untuk amfibi tersebut, dengan mengumpulkan
puluhan kodok hanya dalam waktu beberapa menit di tengah rawa yang
gelap.
Para pria ini menangkap 50 kilogram sampai 70 kilogram kodok yang
disebut “Asian brackish” atau kodok pemakan kepiting serta kodok Jawa
besar setiap malam, yang sebagian besar untuk pasar domestik,
diperkirakan dua sampai tujuh kali volume ekspor.
Meski beberapa orang mungkin geli memakan kodok dari alam liar, tapi
Ferdian Zhang, 37, tidak terpengaruh dan membeli semua kaki kodok untuk
restorannya di Bogor dari Mulyani.
“Itu kodok kampung, ditangkap di alam liar seperti juga ayam kampung. Rasanya tidak bisa dibandingkan,” ujarnya.
Pasar lokal dikuasai oleh keturunan China karena banyak Muslim yang menganggap kodok itu haram.
Kelompok konservasi Altherr berharap menarik perhatian publik terhadap
isu pelestarian kodok ini dalam Konvensi Perdagangan Internasional
Spesies Terancam (CITES) bulan ini di Bangkok, agar beberapa jenis kodok
masuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi.
Namun Sri Mulyani tetap yakin populasi kodok akan terus berkembang.
“Tuhan akan melindungi dan bersikap adil pada kita, dan menjamin akan selalu ada kodok,” ujarnya. (AFP/Kevin Ponniah)
Para peneliti telah mengidentifikasi penyakit baru misterius yang
membuat orang-orang di Asia dan beberapa di Amerika Serikat menderita
gejala-gejala seperti AIDS meskipun tidak terinfeksi HIV.
Sistem imunitas para pasien ini dirusak, membuat tubuh mereka tidak bisa
mengusir kuman seperti layaknya orang sehat. Pemicunya masih tidak
diketahui, namun penyakit itu sepertinya tidak menular.
Penyakit ini sejenis defisiensi imunitas yang tidak diturunkan dan
terjadi pada orang dewasa, namun tidak menyebar lewat virus seperti
AIDS, ujar Dr. Sarah Browne, ilmuwan dari Lembaga Nasional untuk
Penyakit Alergi dan Menular.
Ia membantu memimpin penelitian bersama para peneliti di Thailand dan
Taiwan, tempat kasus-kasus penyakit tersebut ditemukan sejak 2004.
Laporan mereka dimuat dalam New England Journal of Medicine edisi Kamis
(23/8).
“Ini betul-betul menarik. Saya telah menemui paling tidak tiga pasien
pada 10 tahun terakhir yang mungkin mengidap penyakit ini,” ujar Dr.
Dennis Maki, spesialis penyakit menular di University of Wisconsin,
Madison di Amerika Serikat.
Ada kemungkinan bahwa penyakit ini dipicu suatu infeksi, meksipun
penyakit tersebut sepertinya tidak menyebar dari orang ke orang,
ujarnya.
Penyakit tersebut berkembang pada usia rata-rata pasien 50 tahun, namun
tidak diturunkan di antara anggota keluarga, yang berarti tidak mungkin
disebabkan oleh satu jenis gen, ujar Browne. Beberapa pasien telah
meninggal karena banyak infeksi, termasuk warga Asia yang tinggal di AS,
meskipun Browne tidak dapat memperkirakan jumlahnya.
Kim Nguyen, 62, penjahit dari Vietnam yang tinggal di Tennessee sejak
1975, sakit berat saat ia mencari pertolongan untuk demam yang tak
kunjung reda, infeksi tulang dan gejala-gejala ganjil lainnya pada 2009.
Ia sakit dan pulih selama beberapa tahun dan telah mengunjungi Vietnam
pada 1995 dan sekali lagi pada awal 2009.
“Ia kehilangan bobot tubuhnya akibat infeksi sistemik yang awalnya
seperti tuberkulosis tapi ternyata bukan,” ujar Dr. Carlton Hays Jr.,
dokter keluarga di Klinik Jackson, Jackson di Tennessee. “Tubuhnya
sendiri sudah mungil, tapi saat pertama kali bertemu, beratnya 45
kilogram, namun kemudian turun sampai 34 kilogram.”
Nguyen (dibaca "when") dirujuk ke spesialis-spesialis di Lembaga
Kesehatan Nasional (NIH) yang telah melacak kasus-kasus yang sama. Ia
menghabiskan waktu satu tahun di Rumah Sakit NIH di Bethesda, negara
bagian Maryland, dan sekarang sedang berada di sana untuk diawasi dan
perawatan lebih lanjut.
“Saya merasa sehat sekarang,” ujarnya pada Rabu (22/8). Tapi ketika
sakit, “saya merasa pusing, pening, hampir jatuh,” katanya. “Saya tidak
dapat makan apapun.”
AIDS, singkatan dari acquired immune deficiency syndrome, merupakan
penyakit spesifik yang melemahkan sistem imunitas dalam hidup seseorang,
bukan karena kerusakan gen yang diwariskan seperti “bayi-bayi
gelembung” yang lahir tanpa kemampuan melawan kuman.
Virus yang menyebabkan AIDS, HIV, menghancurkan sel-sel T, pasukan kunci
sistem imunitas yang melawan kuman. Penyakit baru ini tidak
mempengaruhi sel-sel tersebut, namun menyebabkan jenis kerusakan yang
berbeda. Penelitian Browne terhadap lebih dari 200 orang di Taiwan dan
Thailand menemukan bahwa sebagian besar dari penderita penyakit tersebut
menghasilkan senyawa yang disebut autoantibodies yang menghambat
interferon-gamma, sinyal kimia yang membantu tubuh membersihkan infeksi.
Terhambatnya sinyal tersebut membuat orang-orang seperti terkena AIDS –
rentan terhadap virus, infeksi jamur dan parasit, tapi terutama
mikobakteri, sekelompok kuman yang mirip dengan tuberkulosis dan dapat
menyebabkan kerusakan paru-paru yang parah. Para peneliti menyebut
penyakit baru ini sindrom defisiensi imunitas yang menyerang orang
dewasa, karena penyakit ini berkembang pada usia dewasa tanpa tahu
mengapa dan bagaimana.
“Pada dasarnya kami tidak tahu apa yang menyebabkan tubuh pasien membuat antibodi tersebut,” ujar Browne.
Antibiotik tidak selalu efektif, jadi para dokter telah mencoba berbagai
pendekatan lain, termasuk obat kanker yang membantu menekan produksi
antibodi tersebut. Penyakit ini mereda pada beberapa pasien saat
infeksi-infeksinya dijinakkan, namun para peneliti yakin sistem imunitas
yang rusak tersebut sepertinya merupakan kondisi kronis.
Para peneliti tersebut menyimpulkan fakta bahwa para pasien adalah orang
Asia atau lahir di Asia menunjukkan bahwa faktor genetik dan lingkungan
seperti infeksi memicu penyakit ini.
Kasus-kasus pertama muncul pada 2004 dan penelitian Browne melibatkan sekitar 100 orang dalam enam bulan.
“Kami tahu ada banyak penderita lainnya di luar sana, termasuk banyak
kasus yang dikira sebagai tuberkulosis di beberapa negara,” ujarnya.
(AP/Marilynn Marchione)
Seiring kemungkinan dilarangnya penjualan
soda ukuran gelas besar dan minuman manis lainnya di New York City, soda
tidak lagi menjadi pilihan banyak orang. Sebagai penggantinya adalah
H2O alias air putih.
Lebih dari dua dekade lamanya, soda merupakan minuman nomor satu di AS
dengan konsumsi per kapita memuncak pada 1998 dengan 54 galon per tahun,
menurut data dari Beverage Digest. Orang Amerika hanya minum 42 galon
air putih per tahun saat itu.
Namun seiring berjalannya waktu, soda seringkali disalahkan untuk
peningkatan tingkat obesitas, dan air putih kemudian menggantikannya.
Orang Amerika sekarang rata-rata minum 44 galon soda per tahun, atau
turun 17 persen dibandingkan pada 1998. Pada saat yang sama, rata-rata
air putih yang diminum naik 38 persen menjadi 58 galon per tahun. Jumlah
itu termasuk konsumsi air botolan yang naik dua kali lipat menjadi 21
galon per tahun.
Stephen Ngo, seorang pengacara, beralih dari soda ke air putih setelah ia mulai ikut triaton beberapa waktu lalu.
“Entah sugesti atau apa, air putih rasanya lebih renyah,” ujar Ngo, 34.
Tren ini merefleksikan perubahan selera orang Amerika yang terus
berubah. Belum lama air keran merupakan minuman teratas dalam daftar.
Namun pada 1980an, minuman ringan berkarbonasi mengambil alih sebagai
minuman paling populer, dengan strategi pemasaran besar-besaran dari
Coca-Cola dan PepsiCo yang memasang bintang beesar seperti almarhum
Michael Jackson dan komedian Bill Cosby.
Kemudian keajaiban soda mulai pudar ketika banyak pihak, mulai dari
dokter sampai aktivis kesehatan dan pejabat pemerintah, menyalahkan
minuman bersoda karena membuat orang gemuk.
Pada saat yang sama, orang mulai beralih ke air botolan sebagai alternatif.
Popularitasnya dibantu kemunculan botol-botol air yang mudah dibawa ke mana-mana.
Sampai saat itu, air botol hanya dijual dalam ukuran besar dan dalam
pendingin bagi orang yang tidak percaya pasokan airnya, ujar John
Sicher, penerbit Beverage Digest.
Namun air botolan juga mulai menghadapi perlawanan serupa dengan soda
karena dianggap tidak ramah lingkungan. Pemerintah kota Concord,
Massachusetts, awal tahun ini melarang penjualan air botolan berukuran
kurang dari 1 liter. University of Vermont menjadi universitas negeri
pertama yang melarang penjualan air botolan.
Kota-kota lain mendorong kampanye untuk konsumsi air keran, seperti New
York City, yang mempromosikan air keran berkualitas tinggi dan
menyediakan pancuran di banyak tempat.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan seperti Coca-Cola Co. dan PepsiCo
Inc. berusaha agar orang minum lebih banyak soda lagi karena soda dan
minuman lainnya yang mereka produksi, seperti jus dan minuman olahraga,
lebih menguntungkan daripada air putih botolan.
Itulah sebabnya produsen minuman berinvestasi besar-besaran di negara
berkembang seperti China dan India, yang memiliki kebiasaan minum soda
yang terus meningkat. (AP/Candice Choi)
PRAHA - Bukan hanya pesulap yang mampu membuat mata manusia kagum melihat benda yang dapat melayang. Bahkan, inovasi teknologi pun bisa membuat Anda terpesona dibuatnya.
Baru-baru ini, sebuah teknologi canggih yang memungkinkan mouse komputer dapat melayang layaknya permainan sulap, berhasil diciptakan. Benda yang dinamakan 'Bat' itu merupakan mouse komputer yang dapat melayang ini, merupakan salah satu inovasi teknologi terbaru menggunakan nirkabel.
Dilansir Dailymail, Minggu (10/3/2013), 'Bat' didesain oleh Kibardidesign, Praha, Eropa. 'Bat' juga dilengkapi dengan mouse pad-nya, menggunakan sebuah cincin magnetik yang memungkinkan mouse dapat melayang di udara.
Mouse ini akan melayang hingga ketinggian 40 mm dengan sendirinya atau 10mm di bawah berat tangan Anda.
Selain tampilannya yang futuristik, Bat juga dapat mencegah kerusakan dan disfungsi saraf tangan pengguna yang sering menggunakan mouse baik di kantor maupun di rumahnya.
"Bat secara khusus dirancang untuk mencegah mereka yang menggunakan mouse dari sindrom carpal tunnel, yakni kesakitan di pergelangan tangan, jari, dan bahu akibat penggunaan mouse dalam jangka panjang," jelas Vadim Kibardin dari Kibardindesign.
'Bat' akan tersedia dalam dua warna yang sederhana yaitu hitam dan putih. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan 'Bat' akan diluncurkan ke pasaran karena masih dalam tahap pengujian.
Mouse merupakan sebutan untuk alat kecil yang dipakai pengguna komputer untuk menggerakkan kursor di layar komputer. Mouse dinamai demikian karena bentuk dan ukurannya yang menyerupai tikus.
Kini kemajuan teknologi bakal menggeser adidaya mouse di jagat teknologi komputer. Gadget ini akan ditinggalkan orang lantaran kehadiran pesaing barunya: Bat.
Bat adalah sejenis mouse namun dibuat nirkabel. Hebatnya lagi, Bat berfungsi 'melayang'.
Bat dirancang oleh studio desain yang berbasis di Praha, Kibardindesign. Bat dibuat seperti mouse dengan sebuah mousepad berbentuk cincin magnet yang memungkinkan Bat melayang di udara.
Bat mampu melayang pada ketinggian 10-40 milimeter, bergantung berat tangan si pemakai. Selain tampak futuristik, Bat ditengarai dapat meminimalisir kerusakan saraf dan disfungsi tangan yang mengancam pengguna mouse.
Bat dirancang untuk mencegah pengguna mouse dari sindrom carpal tunnel, yaitu kondisi yang menyakitkan pada jari dan pergelangan tangan akibat penggunaan mouse terlalu lama.
Meskipun sudah mendapatkan perhatian publik, produk ini masih dalam tahap pengujian. Belum ada kabar kapan produk ini bakal beredar secara massal. Namun Kibardindesign menyatakan Bat akan hadir dalam dua warna, hitam dan putih.
Julie Zhuo, Direktur desain Facebook Inc menjelaskan desain baru Facebook di kantor Facebook, Menlo Park, California, Amerika Serikat, Kamis 7 Maret 2013 waktu setempat.
Facebook mengubah tampilan news feed dengan foto yang lebih besar, topik yang sedang hangat dan desain yang konsisten di seluruh platform.
Dalam peluncuran desain baru ini, menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg tampilan baru Facebook ini lebih indah dengan foto yang besar. Selain foto yang lebih besar, Facebook juga menyiapkan berita-berita terpopuler. 'Ini seperti koran yang sangat personal,' kata Zuckerberg seperti dikutip dari AFP.
Misalnya saja, seorang pengguna mengikuti CNN di halaman Facebook, maka berita-berita yang paling banyak dibagi akan muncul termasuk berita paling banyak diperbincangkan. Jadi lewat news feed pengguna Facebook sudah mendapat banyak informasi.
'Dengan news feed ini Kami berharap mereka tidak pergi meninggalkan facebook untuk mencari berita di Google News atau Yahoo! News,' kata ketua tim teknis Facebook Chris Struhar.
Berikut foto-foto peluncuran desain baru Facebook di Menlo Park, California.
Facebook mengubah tampilan news feed dengan
foto yang lebih besar, topik yang sedang hangat dan desain yang
konsisten di seluruh platform
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memperkenalkan desain baru news feed di kantornya, Menlo Park, California, Amerika Serikat.
Ketua tim teknis Facebook Chris Struhar (kiri) berbicara saat
meluncurkan desain baru Facebook bersama CEO Facebook Mark Zuckerberg,
Direktur Desain Julie Zhuo, VP Produk Chris Cox di markas Facebook,
Menlo Park, California, Amerika Serikat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) benar-benar sudah mempersiapkan diri setelah tidak lagi berkuasa. Berbagai profesi sudah diliriknya. Namun, hingga kini SBY masih belum membuat keputusan.
Tentu tidak sulit bagi suami Ani Yudhoyono itu untuk mendapatkan jabatan-jabatan strategis. Bahkan, beredar isu jika pensiunan jenderal bintang empat itu mengincar jabatan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Saat melakukan kunjungan kerja di Budapest, Hungaria, SBY membuat pernyataan yang cukup mengejutkan. Setelah pensiun, mantan Menko Polhukam itu berencana berjualan nasi goreng. Entah itu serius atau hanya guyonan.
Tapi tentu, kegiatan SBY setelah dua periode menjabat akan selalu menarik untuk diketahui.
1. Ahli ilmu masa depan
Memiliki pengalaman segudang, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkeinginan ketika sudah pensiun menjadi ahli futurologi (ilmu tentang masa depan).
"Suatu hari ketika saya pensiun dari kursi Presiden, saya dapat bergabung dengan bidang ini dan bahkan mungkin membentuk klub futurolog," kata SBY di kantor Presiden tahun 2011 lalu.
Profesi ini tergolong spesial karena futurologi boleh dikatakan sebagai suatu ilmu yang unik yang mengkaji mengenai tren dan masa depan dunia dan berbau ramalan kendati sifatnya menggunakan data dan analisa ilmiah.
2. Jual nasi goreng
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku memiliki banyak rencana yang ingin diwujudkannya setelah tak lagi menjabat tahun 2014 mendatang. Dia mengatakan dirinya acapkali membahas mengenai hal itu dengan Ibu Negara setiap akhir pekan.
"Pernah terlintas ide membuka warung nasi goreng," ujar SBY dalam konferensi persnya di Budapest, Kamis (8/3).
Namun, kata SBY, ada pula yang menyarankan agar dia menjadi pembicara mengingat pengalamannya sebagai presiden dan pergaulan internasionalnya. Kawan yang lain, kata SBY, memberi ide pekerjaan yang lain pula.
"Tapi saya belum putuskan. Yang jelas, insya Allah, apapun yang akan saya lakukan nanti pastilah sesuatu yang halal," katanya.
3. Menanam cabai
Setelah terbersit ingin berjualan nasi goreng setelah tak jadi presiden, SBY ternyata juga memiliki rencana lain. Namun itu masih di awang-awang.
"Tiba-tiba, dua minggu kemudian, terlintas ide tanam cabai saja," ujar SBY dalam konferensi persnya di Budapest, Kamis (8/3).
Pada kesempatan itu SBY juga mengaku bahwa ia tidak akan mengganggu pemimpin mendatang dalam menjalankan tugasnya. Bahkan, dia berjanji akan membantu pikiran kepada presiden terpilih setelah dirinya lengser.
"Malah saya akan membantu, kalau pemimpinnya nanti ingin dibantu," katanya.
4. Jadi Sekjen PBB
Presiden SBY memang belum memberi pernyataan resmi jika dirinya berencana menjadi Sekjen PBB setelah tak lagi berkuasa. Namun orang dekat sang presiden yang sama-sama dari Demokrat membocorkan rencana itu.
"Pak SBY akan jadi Sekjen PBB," kata Wakil Ketua Partai Demokrat Ahmad Mubarok beberapa waktu lalu.
Mubarok menilai sosok SBY yang dikenal santun dalam berpolitik akan memberi dampak positif bagi Indonesia di mata internasional.
Ada dua persoalan besar yang dihadapi pemuda Muslim di AS. Kedua persoalan itu saling terkait dan menuntut keaktifan pemuda Muslim.
Persoalan pertama, penggunaan bahasa Inggris. Persoalan ini masih dialami para pemuda Muslim yang kebetulan berasal dari keluarga imigran.
Mereka terbiasa menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar, padahal tempat tinggal mereka saat ini kebanyakan menggunakan bahasa Inggris.
Hindi Al-Elham, mahasiswa Universitas Illinois mengungkap seorang pelajar Muslim minimal harus menguasai bahasa Inggris.
Ini untuk memudahkan para pelajar untuk bersosialisasi. "Sebenarnya, memang ada lima bahasa yang digunakan," kata dia seperti dikutip Times Sun, Selasa (26/2).
Situasi itu sebenarnya telah dipahami dengan baik sebagian sekolah di AS. Para guru merekomendasikan orang tua, utamanya dari kalangan imigran, untuk biasakan berbicara dalam bahasa Inggris. Kebiasaan ini diharapkan mempermudah pelajar dan mahasiswa Muslim menguasai bahasa Inggris.
Persoalan lainnya, adalah sterotipe negatif tentang Islam dan Muslim. Masalah ini juga ada hubungannya dengan penguasaan bahasa Inggris di kalangan pelajar Muslim. Pasalnya, kendala bahasa membuat mereka mengalami kesulitan untuk meluruskan kesalahpahaman.
Kendati demikian, kendala bahasa tidak serta merta membuat pelajar dan mahasiswa Muslim urung memberikan sumbangsihnya. Itu terlihat dari sejumlah workshop yang digelar mereka.
Bak gayung bersambut, apa yang diselenggarakan para pelajar dan mahasiswa menarik minat masyarakat, utamanya dari kalangan akademisi.
Sina Ruffin, salah seorang guru, mengaku sangat terbantu dengan penyelenggaraan workshop. "Saya ingin belajar tentang hal yang tidak saya ketahui," kata dia.
Tak sedikit dari peserta yang kemudian memuji. "Saya tidak pernah mengetahui informasi tentang Islam dan Muslim. Jadi, informasi tentang kedua hal itu menjadi sangat penting," ungkap Jean Mendoza, yang juga seorang guru.
Sebelum mengikuti workshop, Jean banyak mencari tahu dengan menyambangi Masjid. Namun, tidak mudah baginya untuk mendatangi masjid. "Ada kesan, kedatangan saya mengunjungi Masjid seperti kegiatan yang berbahaya," kata dia.
Jean mengatakan penting bagi masyarakat AS untuk mengenal budaya lain. Pasalnya, ada kecenderungan masyarakat AS malas melakukannya. "Pastinya, rasa malas itu lebih banyak disebabkan ketidaknyamanan berhubungan dengan Islam dan Muslim," kata dia.(republika/sbl)
- See more at: http://www.sabili.co.id/berita/islami/item/480-upaya-pelajar-dan-mahasiswa-muslim-as.html#sthash.mWh5ql7W.dpuf
Dok/Fajar
Marwan Mas
Oleh: Marwan Mas (Guru Besar Ilmu Hukum Universitas 45, Makassar)
PEMBERIAN grasi bagi terpidana narkoba kembali menggeliat perdebatannya di ruang publik. Ini dipicu oleh tertangkapnya seorang kurir yang membawa sabu seberat 775 gram di Bandara Husein Sastranegara, Bandung 4 Oktober oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurut BNN, sang kurir menyelundupkan barang haram atas suruhan terpidana mati kasus narkoba bernama Meirika Franola yang baru saja mendapat grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Franola yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang, ternyata masih saja aktif mengendalikan bisnis haramnya di balik penjara. Padahal, sudah diberi grasi dari pidana mati menjadi pidana penjara seumur hidup, yang berarti selama ini memiliki perilaku yang baik dalam penjara. Wajar jika publik menuding, Presiden SBY kecolongan, kalau tidak dikatakan “dikelabui” oleh laporan petugas Lapas, termasuk telah mempertimbangkan pendapat Mahkamah Agung (MA). Kementerian Hukum dan HAM yang membawahi Lapas Wanita Tangerang harus bertanggung jawab atas data yang tidak benar dan akurat yang diberikan kepada presiden.
Evaluasi dan Hentikan
Sejak maraknya pemberian grasi bagi terpidana mati kasus narkoba dan terpidana penjara korupsi, sebetulnya selalu disorot dan dikritisi. Tetapi selalu saja mulus langkahnya dengan berbagai alasan. Misalnya, karena alasan kemanusian, memiliki perilaku yang baik di Lapas, atau karena ingin agar warga Indonesia yang menjadi terpidana di negara lain bisa diperlakukan sama. Wajar jika publik menuntut agar pemberian grasi bagi terpidana narkoba, terpidana korupsi, dan terorisme segera dihentikan lantaran mencederai rasa keadilan masyarakat, serta berpotensi menimbulkan bahaya di masa mendatang.
Seperti diketahui, Franola bersama dua sepupunya, Deni Setia Maharwa, dan Rani Andriani divonis hukuman mati tahun 2000. Ketiganya terbukti bersalah menyelundupkan 3,5 kilogram heroin dan 3 kg kokain melalui Bandara Soekarno-Hatta ke London pada 12 Januari 2000. Deni Setia Maharwa juga mengikuti jejak Franola, diberi grasi oleh presiden. Maka itu, berkaca dari kasus Franola yang ternyata masih aktif dalam peredaran gelap narkoba di balik penjara, pemberian grasi harus dievaluasi untuk kemudian dihentikan.
Grasi merupakan pengampunan dari Kepala Negara sebagai salah satu elemen hukum yang diatur dalam Pasal 14 ayat (1) UUD 1945. Dalam sejarah perjalanan grasi, umumnya diberikan karena pertimbangan kemanusiaan setelah memperhatikan pertimbangan MA. Tidak boleh semabarangan diberikan, harus tetap mengacu pada akibat yang ditimbulkan dari perbuatan terpidana, seperti kepentingan para korban atau calon korban sebagai bagian dari perlindungan hak asasi manusia (HAM). Para generasi muda memilki hak untuk dilindungi dari dampak penyediaan dan pengedaran narkoba yang mengancam keselamatan jiwa.
Grasi dan berbagai bentuk pemberian keringanan hukuman bagi bandar narkoba, selain menodai HAM generasi muda, juga membuka peluang untuk menguatkan mafia narkoba. Kasus Franola tidak bisa dinafikan sebagai indikasi bahwa Lapas bukan sebuah lembaga yang benar-benar imun dan terisolasi dari peredaran gelap narkoba. Banyak bukti terurai, misalnya saat Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana melakukan sidak di Lapas, ditemukan barang haram itu beredar di kalangan narapidana. Fenomena yang di luar logika ini, tidak mungkin lancar berjalan tanpa ada restu dari petugas Lapas, sehingga Lapas menjadi salah satu tempat yang aman bagi bandar dan peredaran narkoba.
Mafia Narkoba
Lebih jauh dari itu, kita harus lebih sigap menangkal dampak dan pengaruh yang terjadi di negara-negara tempat mafia narkoba yang begitu kuat, seperti Kolombia, Meksiko, dan sejumlah negara di kawasan Amerika Latin. Betapa tidak, mafia narkoba pada negara-negara tersebut berhasil mendikte para penegak hukum dan orang-orang di pemerintahan. Untuk melanggengkan bisnis mereka, uang sogokan akan disebar kepada pengambil kebijakan yang terkait dengan penanggulangan narkoba.
Jika uang tidak mempan membungkam aparat hukum dan pemerintahan, tindakan kekerasan pun dilakukan dengan membunuh aparat hukum seperti aparat kepolisian, jaksa, atau hakim yang mencoba menghalangi bisnis haramnya. Tindakan teror dalam kehidupan masyarakat juga dilakukan, misalnya mengancam dan meneror kompleks pemukiman yang menjadi tempat peredaran narkoba jika ada warga yang melapor kepada polisi. Negeri ini tidak boleh menjadi surga peredaran narkoba, terutama setelah fakta menunjukkan bahwa peredaran gelap narkoba sudah merambah subur di kota-korta besar Indonesia, termasuk Makassar.
Langkah mafia narkoba begitu berani mengeluarkan banyak uang untuk menjamin hidup para kurir mereka, baik sebelum tersentuh aparat hukum maupun saat ditangkap dan dipenjara. Hidup mereka, terutama keluarganya akan dijamin oleh para bandar, sehingga merekrut orang-orang Indonesia menjadi kurir bukan sesuatu yang sulit. Iming-iming kehidupan yang menjanjikan, ditambah sulitnya mendapatkan pekerjaan menjadi satu kesatuan yang harus kita eliminir bersama.
Lebih meyakinkan lagi saat para bandar dan mafia narkoba dari luar negeri mengetahui realitas hukum negeri ini yang bisa dibeli. Bahwa hukum Indonesia yang masih permisif terhadap pelaku kejahatan narkoba, tentu tidak mungkin dimungkiri. Hadiah grasi bagi Franola meskipun mendekam dalam penjara merupakan bukti, lantaran masih saja bebas beraksi. Maka itu, adanya bisik-bisik bahwa Presiden SBY akan menganulir grasi yang diberikan pada Franola akibat kecolongan, dari satu aspek patut diapresiasi. Tetapi pada aspek lain perlu dijarikan pelajaran untuk mengatakan “tidak ada grasi” bagi bandar penjahat narkoba.
Calon kepala dinas intelijen CIA, yang dinominasikan Presiden
Barack Obama, diisukan seorang Muslim. Ada juga yang meragukan
kredibilitasnya dan menyebutnya tidak cocok berada di posisi puncak
badan intelijen AS tersebut.
Hal ini disampaikan oleh mantan agen FBI yang pensiun tahun 2008,
John Guandolo, di acara U.S. Trento Radio Show, Selasa 12 Februari 2013,
dilansir Al Arabiya. Melalui Skype, dia mengatakan bahwa Brennan telah
masuk Islam antara tahun 1996 dan 1999 saat dia menjadi kepala pos CIA
di Riyadh, Arab Saudi.
Dalam wawancara yang dilakukan lewat Skype itu, Guandolo merujuk pada
rekaman video yang menunjukkan Brennan mengatakan hal tersebut saat
berada di Arab Saudi, bahwa dia “terheran-heran dengan keagungan haji
dan ketaatan mereka yang telah memenuhi kewajibannya sebagai Muslim
dengan melaksanakan ibadah tersebut.”
Guandolo menyimpulkan, “video ini mengkonfirmasi Brennan masuk Islam”
sebab non-Muslim tidak diperbolehkan mengunjungi Makkah dan Madinah
terutama saat musim haji.
Mantan agen FBI Guandolo, yang digambarkan sebagai aktivis anti-Islam
oleh stasiun televisi MSNBC yang menyampaikan cerita itu, mengatakan
bahwa Brennan “tidak cocok” untuk memimpin CIA.
“Fakta-faktu itu … dikonfirmasi oleh para pejabat pemerintah AS yang
juga berada di Arab Saudi saat John Brennan bertugas … mereka adalah
saksi langsung dari hubungannya yang terus tumbuh dengan orang-orang
yang bekerja di pemerintahan Saudi dan mereka menyaksikannya pindah ke
agama Islam,” kata Guandolo.
Presiden Barack Obama menjagokan Brennan sebagai pimpinan CIA
mendampingin Chuck Hagel yang dicalonkan sebagai menteri pertahanan
untuk menjadi garda keamanan Amerika Serikat. Namun, sementara Hagel
diperkirakan bakal lolos dan mendapat persetujuan Senat, banyak pihak
menilai Brennan belum dipastikan akan mulus jalannya menuju kursi
pimpinan CIA.
Tangan Brennan masih bersimbah darah para tahanan yang disiksa di
penjara-penjara CIA selama George W. Bush berkuasa. Selain itu, meskipun
mengaku secara pribadi tidak setuju dengan waterboarding, Brennan
mengaku sangat mendukung serangan-serangan yang dilakukan AS dengan
menggunakan pesawat-pesawat tanpa awak (drone), yang mana hal itu tidak
disetujui oleh sebagian anggota Senat. Senat berpendapat, serangan drone
yang banyak memakan korban sipil, justru menjadi alat masyarakat
internasional untuk menyudutkan Washington dalam perang melawan
terorisme.
Brennan menjadi penasehat Obama dalam urusan kontraterorisme sejak
presiden kulit hitam pertama AS itu menjabat dan dia disebut-sebut
sebagai salah satu pemain kunci di belakang skenario operasi penyerbuan
yang menewaskan Usamah bin Ladin di Abbottabad, Pakistan, tahun 2011.
Pencalonan Brennan untuk menjabat direktur CIA ini adalah yang kedua
kalinya dilakukan oleh Presiden Obama. Pada periode pertamnya sebagai
presiden, Obama juga pernah mencalonkan Brennan namun ditolak karena dia
dianggap bermasalah terkait metode penyiksaan atas para tahanan CIA
semasa presiden George W. Bush yang dikritik tajam oleh dunia
internasional.
Di tengah sistem ekonomi liberal dunia, muncul gerakan yang
mendengungkan kembali ke sistem ekonomi syariah. Meski berbeda motif,
namun maksudnya sama.
Di tengah kekhawatiran warga Amerika Serikat akan kemungkinan
runtuhnya Federal Reserve System dan dolar AS setiap saat, masyarakat di
hampir 13 negara bagian telah mulai menggunakan koin emas sebagai alat
tukar baru.
Federal Reserve System, juga dikenal sebagai Federal Reserve atau
bisa disebut The Fed, merupakan sebutan untuk Bank Sentral Amerika.
Lembaga ini didirikan pada 1913 berdasar Undang-undang Federal Reserve,
dimana di dalamnya terdapat sistem perbankan yudisial (setengah swasta
dan setengah lagi pemerintah) yang didukung pejabat kepresidenan melalui
Dewan Gubernur FED di Washington, D.C. Fed sendiri memiliki 12 kantor
perwakilan yang tersebar dikota-kota utama dan merupakan agen fiskal di
AS, yang masing-masing kantor perwakilan terdapat 9 anggota dewan.
Pembuat kebijakan di 13 negara-negara bagian termasuk Georgia, Iowa,
Minnesota, Tennessee, dan South Carolina tengah memulai usaha mereka
untuk mendapatkan legalisasi dari pemerintah pusat untuk mengeluarkan
mata uang alternatif yang dapat digunakan di wilayah mereka sendiri.
Tiga tahun yang lalu, hanya tiga negara bagian yang mencoba mengegolkan
Undang-undang mata uang itu.
Glen Bradley, Perwakilan Republik di North Carolina
memperkenalkan RUU mata uang tahun lalu akibat reaksi atas depresi
rakyat AS akan terjadinya inflasi besar-besaran.
“Hal-hal hiperinflasi, depresi, atau bencana ekonomi lainnya yang
terkait dengan jatuhnya Federal Reserve System akan membuat keuangan
negara dan ekonomi swasta akan terlempar ke dalam jurang kekacauan,”
kata Bradley.
Masing-masing negara bagian, bagaimanapun, tidak bisa dicegah dari
keinginan untuk membuat mata uang mereka sendiri, selama tidak sama
fungsinya dengan dolar AS sendiri.
Sebagian besar warga AS telah mempelopori mata uang lokal seperti
BerkShares yang digunakan di wilayah Berkshire, Massachusetts.
BerkShares dikeluarkan oleh sebuah organisasi nonprofit, BerkShares Inc,
kemudian dapat diterima oleh bank lokal, bisnis dan organisasi
nonprofit lainnya. Saat ini, kurs sekitar sembilan puluh lima sen per
BerkShare dengan sejumlah besar bisnis lokal menerima mata uang
alternatif tersebut.
Namun, karena BerkShares berbasis kertas, mata uang itu tidak dapat
digunakan pada tingkat negara, walaupun nantinya akan mengarah menuju
logam mulia berbasis mata uang yang akan benar-benar memiliki nilai
intrinsik dan tidak dilarang oleh konstitusi.
Edwin Vieira, seorang pengacara yang mengkhususkan diri dalam hukum
konstitusi dan pendukung mata uang alternatif mengatakan kepada CNN
bahwa sejak nilai emas terus tumbuh sementara dolar AS terus kehilangan
nilainya, gagasan logam mulia berbasis mata uang alternatif telah
menjadi semakin menarik bagi legislator di beberapa negara bagian.
Maret lalu, Gubernur Utah Gary Herbert menandatangani undang-undang
tagihan yang diakui US Mint, badan yang mengeluarkan koin emas dan perak
sebagai bentuk pembayaran yang dapat diterima. Undang-undang ini
memperlakukan koin emas sama dengan dolar AS dalam pembayaran pajak,
namun berefek menghilangkan keuntungan negara.
Di Utah, hukum mengatakan bahwa koin-koin tersebut sah untuk
dijadikan alat tukar di pasar, yang didasarkan pada berat logam mulia di
koin dan kualitas koin dan logam. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa
nilai nominal dari koin jauh berbeda dari nilai pasar yang sebenarnya,
contohnya satu ons koin emas American Eagle $ 50 senilai lebih dari US $
1.700.
Banyaknya tagihan yang diajukan akan memungkinkan warga negara merasa
bebas bertukar koin untuk pembelian barang dan jasa, pada dasarnya
memungkinkan warga untuk menggantikan uang kertas seluruhnya di kemudian
hari.
Di bawah Konstitusi Amerika Serikat, negara bagian tidak
diperbolehkan mencetak uang kertas mereka sendiri atau mengeluarkan mata
uang untuk mereka sendiri, namun konstitusi membolehkan negara bagian
untuk membuat koin emas dan perak untuk pembayaran utang. Ini berarti
bahwa negara-negara bagian dibolehkan menggunakan mata uang alternatif
yang didasarkan pada logam mulia, bukan mata uang dolar.