Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
ALT_IMG

The Time Is Very Important

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...

ALT_IMG

Tolonglah Saya Dengan Do'a Anda

Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..

Alt img

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...

ALT_IMG

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat yang Berbeda

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...

ALT_IMG

Separuh Aku Adalah Separuh Kamu dan Separuh Mereka

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...

ALT_IMG

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki. Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah. Readmore...

ALT_IMG

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...

Showing posts with label Puisi Menarik. Show all posts
Showing posts with label Puisi Menarik. Show all posts
Friday, January 25, 2013

DIALOG LAUT DAN SETITIK TINTA

0 comments

 
Sengaja kutorehkan setitik tinta itu
Mengikuti tarikan dunia hingga sepasang matamu berair
Lama setelahnya, dalam tafakur, tangisku menjelma
membayangkan luka yang menganak sungai di matamu

"Itu bukan kau. Aku kenal siapa kau yang sebenarnya. Come back!"
Ujarmu, getir dan nyayat

"Bagaimana aku akan mengembalikan setitik tinta yang telah mengotori?
Tolong, bencilah aku agar sempurna penyesalanku."

Tapi bibirmu sunggingkan senyum
Matamu memberiku cahaya
Tanganmu bangkitkan aku dari letih

Tolong, katakan padaku?
Bagaimana caranya agar tak menangis?
Aku hampir lupa cara tertawa

*
Untuk orang2 terbaik dalam hidup seorang Dirman...
Terima kasih telah berbagi dan persaudaran yang indah ini
Semoga kita tak pernah saling melupakan oleh alasan apapun
aku menyayangi kalian karena allah dan karena kalian pantas untuk disayangi...
terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku...
Continue reading →
Thursday, January 24, 2013

KEPADA PARA PECUNDANG

0 comments

KEPADA PARA PECUNDANG
-- Akhi Dirman Al-Amin

Jangan bermimpi dengan mematahkan kedua tanganku
Engkau bisa membunuh pikiranku
Sebab seluruh jiwaku telah kubaidkan bersama puisi
Melangkah ke pelosok terasing
Mengabarkan cinta pada semesta

Jangan bermimpi dengan menusuk jantungku
Engkau bisa membusukkan pikiranku
Sebab airmataku telah kualirkan ke segala ruang
Yang akan puisikan syair jiwaku
Menyanyikan tembang kebenaran

Jangan bermimpi dengan membakar tubuhku
Engkau bisa menghanguskan jiwaku
Sebab aku adalah puisi
Yang akan tetap kobarkan cinta
Sampai titik mengakhiri hidup
Continue reading →
Monday, January 21, 2013

JANJI HATI

0 comments


Di tepian teluk bima kusayang
Tatapan bebas jauh memandang
Pikiran lepas tinggi melayang
Angin laut berhembus, hangat
Ombak kecil beriak, kesat
Pasir pantai bertabur, liat

Meranggas serumpunan bakau
Menyesak burung-burung berkicau
Dan hatiku kian resah meracau
Di mana hariku kemarin?!

Mentari semakin garang
Pohon dan gunung kian garing

Duhai, kemana sejukku berpaling?!
Sungguh tak lagi menentramkan
Alangkah tak lagi mendamaikan
Nyaman sirna, tiada lagi keindahan

Aku tak lagi betah berdiam disini
Bagai dulu habiskan masa sendiri
Nikmati waktu seolah enggan pergi
Jelang hari dalam keriangan pasti

Tak terasa, airmata tertumpah ruah
Mencari jawab mengapa alamku berulah
Menguras rasa pada rindu nan lelah
Tetap tak sudi harapku patah dan lemah

Sebab yakinku semua karena kami
Tiada lagi asih, tak miliki peduli
Pada tanah yang tlah tulus memberi
Pada air yang tlah ikhlas berbagi
Pada 'ibu' yang tlah mengajarkan arti
Bahwa memiliki adalah mencintai

Gundukkan maafku tiada berguna
Gumpalan sesalku sungguh tak terkira
Dengarlah, wahai dikau ibu sejati
Pada hati sepenuhnya kuberjanji
Kelak tak akan rela aku untuk mati
Sebelum kubuat 'ibu' bagai dulu lagi


Padamu negeri, kami mengabdi
Special thank's to my Inspiration: H. M. Nur A. Latif (Mantan Walikota Bima)
Continue reading →

CINTA TAK TERLERAI

0 comments
Pict : Raka Mariko


Betapa cinta tiada tak terlerai, 
Meski keras ia dihempas aral, 
Tak jua surut pada seketika, 
Mengalir jauh sebening embun. 

Rasa sukmawi nan bgitu tulus, 
Lenyapkan noktah hasrat ragawi, 
Bentengi langkah di niat suci, 
Raih damai di ujung pengharapan! 

Meski pekat sesak mendesak selaksa pilu, 
Meski duka pedih menyalib luka perih, 
Meski bersimbah airmata lara, 
Meski harus merejam derita siksa, 

Aku tak bergeming, 
Kau tiada menjerakan! 
Dan tak jua cinta terlerai berjarak di jiwa. 

Tak kau sadari, 
T'lah kau patahkan sayap-sayapku untuk terbang jauh, 
Hingga terdiam'ku bisu di sini, 
Menikmati kecintaan di palung hangatmu, 
Merasai riak di hempasan geloramu. 

Kau pahat kristal kagum'ku di relung batin, 
Mengarah mataku tertuju menatapmu satu, 
Hilang lelah meski aku telah hampir menyerah kini, 
Lenyap tangis meski aku tak kuasa tersenyum lagi... 

Kau, 
adalah pesona, 
Mengekalkan! 
Kau, 
Adalah anugerah, 
Menenangkan! 
Kau, 
Adalah mustika,, 
Mendamaikan! 

Dan aku rela jaga kau sepanjang hayat, 
Dalam bingkai cinta yang tak terlerai! 

Sebab, 
Aku padamu, 
belahan hati tautan kalbu!
Continue reading →
Sunday, January 20, 2013

UNGKAPAN RINDU PAHLAWAN DEVISA

1 comments
 
**
Siapa yang meninakbobokan mu, ketika malam hadir, Malaikat kecil ku..
Siapa yang menyeduhkan kopi untukmu,Wahai suami ku..
Siapa yang membantu mu memasak, Ibu...
Siapa lagi yang engkau nasehati Setelah ku pergi, Ayah..
Siapa yang mendengar curhatmu Ketika ku tidak ada, Adikku..

Aku rindu semua, Aku ingin segera pulang..
Namun aku masih harus disini, Mengais rejeki..
Walau dengan hati berat..
Walau harus menanggung rindu..
Jika ada pilihan lain, ku hanya ingin pulang..
Jika nasib tidak seperti ini,ku pasti tidak disini..

Ma'afkan aku, anakku..
Restui aku Suamiku..
Do'akan aku ibu..
Kuatkan aku Ayah..

Dan Pada Mu Tuhan ku...
Aku hanya ingin merubah nasib ini..
Aku hanya ingin hidup lebih baik
Ku pinta Lindungilah Hamba Mu...
Jika ada yang terjadi pada ku, Itu adalah bagian dari Takdirku
Jika aku salah ..Itu adalah khilaf ku..

Aku tidak minta di kasihani..
Aku tidak mengemis..      
Aku tidak menyembah selain Tuhan ku
Aku tidak melanggar Hukum

Aku rindu cinta ku
Aku rindu kampung ku
Aku rindu tanah ku
Aku rindu Negeri ku.....

Aku Merindu...

~*
Continue reading →

Sepucuk Surat Yang Belum Terbaca

0 comments
 
**
Mungkin, disaat Surat ini terbaca, aku sudah tidak tampak oleh mata siapapun,namun aku tetap akan ada disebuah taman hati......

Memandangmu sebagai sahahabat, adalah mungkin kurang tepat..
Karena kau tidaj pernah perkenalkan aku kepada semua sebagai sahahabatmu..

Menganggapmu sebagai kekasih, jika saja itu boleh,ingin kulakukan dari awal.
Namun harus kusadari kembali, akankah kau perkenalkankan aku sebagai kekasihmu..?

Mengangapmu tak pernah ada..? Itu jauh lebih tak mungkin lagi,karena kau selalu ada,disetiap sadarku, bawah sadarku, tidak sadarku bahkan ketika aku tiada tampak lagi.
Kau tetap disana.

Jika aku diperkenankankan memilih,
aku akan memilih menjadi sahabatmu..
Karena aku tau arti sahabat.
Aku akan selalu ada untukmu,bahkan hingga aku tak tampak lagi..

Biarlah,mengenang waktu bersamamu,sebagai kenangan termanis dimasa itu.
Biarlah,asa yang terpendam,asa yang terungkap akan menjadi kenangan, akan ada walau aku sudah tak tampak lagi..

Menjadi sahabatmu jauh lebih indah,
Menjadi sahabatmu,jauh lebih ingin..
Menjadi sahabatku kulebih tau, kau memang pantas menjadi sahabatku..

Sahabatku,
Jika surat ini sampai ditanganmu,
Balaslah surat ini,
Hingga aku tahu,
Bahwa kau memang sahabatku..

~*
Continue reading →

MASIH MUSYAFIR

0 comments

**
Langkah pelan tertatih,
Ada lelah mengusik,
Ada letih menggelitik,
Ada jenuh menghampiri..

Bukan terhenti,
Tidak sirna asa,
Tak berarti berakhir,
Tiada merajuk manja..

Masih merajut asa,
Masih tetap melangkah,
Masih melanjutkan mimpi,
masih...

Doa dan Ikhtiar seiring,
Namun tapak itu tiada terlihat,
Trus telusuri jalan berundak,
Hingga diperbatasan..

Masih,
Musafir.....

~*
Continue reading →

Ketika Bait Pengakuan Terungkap

0 comments

**
Aku bersimpuh,
Dengan sekujur tubuh melebur,
Melemah,
Melunglai...

Airmata berderai tiada terbendung,
Sedu-sedan terisak,
Terbujur lemah...

Lidah pun kelu,
Tiada sebait pun terucap,
Terselubung kerapuhan..

Akhirnya organ tubuh lain yang merotas..
Hati merangkai kata..

Wahai Sang Maha di Maha..
Tlah tertimbun khilaf,
Menggunung salah,
Mendunia dosa...

Kuasakah kutukar semua itu dengan aroma Firdaus'Mu...?
Mungkinkah diri berharap tempat dimana Rasul'Mu bersemayam...??
Layak kah kehina-dinaan ini memimpikan pintu ampunan terkuak...??

Diri yang merasa berilmu,
Padahal hanya menjilat sampah ilmu yang berserakan..

Diri yang merasa bersih,
Yang nyata bermandikan kotoran dusta..

Diri yang berkoar berhati mulia, bertangan Dewa,berenergi super,
Padahal hanya secuil tindak sehamparan pujian diri..

Diri yang menimang sejuta pesona sekian anak manis,
Padahal hanya seorang Ibu yang menelantarkan si buah hati,titipan'Mu...

Diri yang puas dengan menyerahkan kepingan perak sebagai anak berbakti,
Padahal durhaka hati menguasai..

Diri yang mengaku tauladan bagi saudara,
Padahal buruk tingkah menjadi tontonan..

Diri yang merangkai cerita indah persahabatan,bersantun sapa dengan handai-taulan,
Padahal hanyalah bermanis bibir,pengarang cerita....

Aku di Hadapan'Mu..
Aku yang penuh iri dan dengki,
Aku yang bertengger dusta dan kebohongan,
Aku yang dikuasai Nafsu Riya,
Aku yang lalai dan alpa,
Aku yang teroles dosa bergelimangan,
Aku yang hina,nista, kotor..

Aku,
Aku,
Aku,

Namun kini di akhir bait suara hati'ku,
Kuyakini Engkau Maha di Maha,

Maha Pengampun,
Ada taubat'ku diakhir rasa hina'ku....

Ku yakin penuh keyakinan,
Engkau Maha Pengampun,

Sujud Taubat'ku ,ketenangan jiwa'ku...

~*
Continue reading →

ADA KERINDUAN DALAM BAIT DOA

0 comments
 
**
Butir-butir kata terangkai Dalam benak ,
Tertuang Dalam kalimat menghiba,
Bersuara Dalam iringan isak ,
Terucap "Aamiin" Dengan lirih...

Masa itu Akan kukenang,
Tuk mengais Makna yang tertinggal ,
Jejak itu sebagai petunjuk ,
Menuju jalan yang menjadi tujuan..

Diri Ini lemah Dalam mengarungi perahu sendiri,
Waktu yang beranjak kian ke Ufuk ,
Langkah perlahan tertatih ,
Terseok ,terpincang , terjatuh..

Tiadalah menyusut asa,
Tak bergeser ikhtiar,
Tidak bergeming ingin ,
Masih melangkah...

Santun ini bertahan ,
Impian pun belum Menepi,
Menunggu setengah Rindu,
Memikat Hati dengan doa...

Rindu yang merindui..

~*
Continue reading →
Tuesday, January 15, 2013

PESAN IQBAL KEPADA BANGSA ARAB

0 comments


SEPATAH KATA KEPADA BANGSA ARAB
Muhammad Iqbal

Continue reading →

SEKEDAR PUISI : FORMOSA, DAN SUATU SAAT PERJUMPAAN

0 comments



; Gadis Kangkung

ya! di Taipei, kita merumuskan nasib
hingga ke bawah tanah dan lorong jantung



Continue reading →
Tuesday, January 8, 2013

Apresiasi

0 comments
Di antara Rima, Efoni, dan Kokofoni dalam Puisi
Oleh Usman D.Ganggang *)

Salah satu unsur penting  yang mendukung kehadiran sebuah puisi adalah unsur musikalitas. Dikatakan penting, karena  unsur ini merupakan unsur intrinsik ( = unsur yang membangun puisi yang datangnya dari dalam karya ) itu sendiri. Bahkan pada unsur inilah terletaknya ciri utama sebuah puisi.  Tanpa unsur ini, demikian Arsyad (1986: 2.21), rasanya tidak mungkinlah sebuah karya sastra disebut puisi.

Harus diakui, unsur bunyi yang dihadirkan penyair dalam puisinya memang bermaksud untuk menyarankan makna. Tetapi fungsi utama sebuah bunyi dalam puisi adalah untuk membangun musikalitas atau kemerduan. Kemerduan puisi merupakan ciri puisi yang paling dominan. Dari kemerduan ini pula dapat diketahui bahwa puisi yang disusun seorang penyair, berusaha menyarankan  makna kegembiraan, keceriaan, dan kehalusan yang disebut bunyi efoni ataukah bunyi yang menyarankan makna berat – berat, menyeramkan, mengerikan dan atau menakutkan yang sering disebut bunyi kokofoni.

Dalam unsur musikalitas inilah terdapat  masalah rima (persajakan atau persamaan bunyi) dan masalah  bunyi tadi  , yakni bunyi efoni dan kokofoni.  Rima atau persamaan bunyi itu terdapat dalam puisi dan biasanya terdapat secara vertikal ( = kata – kata di antara baris /larik yang satu dengan baris yang lainnya) juga secara horizontal (= pada kata – kata dalam sebuah baris/larik sebuah  puisi).

Rima atau persamaan bunyi ini akan lebih tampak pada karya sastra lama  yakni pantun. Ciri utamanya adalah  memiliki   sampiran ( = alam sebagai perlambang) kemudian menuju pada isi dari perlambang yang diungkapkan. Iya, pemantun akan berusaha mengambil alam sebagai simbol untuk membantu hadirnya sebuah makna (isi). Selain itu, dikenali dengan pola rimanya (persajakan) , yakni pola : a b a b. Perhatikan contoh berikut ini!

Anak ikan dipanggang  saja
Hendak dipindang tiada berkunyit
Anak orang dipandang saja
Hendak dipinang tiada berduit
Pada larik (=baris) pertama dengan larik ketiga ada persamaan bunyi a  (a) sedangkan pada larik kedua dan keempat ada persamaan bunyi  t (b). Jelasnya, pola persajakan pada pantun adalah : a b a b . Dalam pola lama, persajakan ini  jangan dilanggar karena kalau dilanggar akan menjadi tidak bernilai.

Selain persajakan atau persamaan bunyi, demikian Arsyad (1986: 2.24), maka  sebuah puisi dikatakan baik,  jika didukung pula oleh unsur bunyi. Unsur ini akan menjadi jauh lebih penting dari persajakan seperti terurai di atas tadi. Pasalnya,  di samping membangun musikalitas(kemerduan)  , unsur bunyi juga menyarankan makna – makna tertentu pada sebuah puisi. Dalam unsur bunyi terdapat dua bunyi yaitu efoni dan kokofoni. Bunyi efoni adalah bunyi yang menyarankan makna : kegembiraan, keceriaan, atau melambangkan kehalusan atau yang bersifat kecil. Contoh bunyi vokal : a, i, e. Untuk tidak sekedar omong berikut ini contohnya:

titip rindu
karya Sri Wulan Punyacerita

gerimis masih menari
sedang suara- suara letih jatuh
menyentuh  rasa merasuk jiwa
dan dingin menyeruak
hati beriak

kucukupkan gelisahku malam ini
juga rindu, di tepian sudut yakin menepi
maafkan jika aku hanya bisa menyenggol lirih
menitipkan rindu telah membuncah
sebab aku hanya lirih

tercipta dari rintihan nafas
menyeruak dari takdir sepi terkupas
membentuk lokus -lokus diri tanpa batas
terpajang di kosongan waktu
Dan sepi pun lengkap...
                                      Makasar, Jin69a_190809

Mencermati puisi karya Sri Wulan di atas, kita akan berdecak kagum, betapa “aku – lirik” berusaha untuk berkomunikasi dengan merdu. Dengan kehalusan rasa pada dirinya, dia  menyampaikan kehalusan rasanya melalui bunyi efoni (a, i,  e) dalam beberapa kata, dan kalau dihitung dengan cermat, betapa bunyi vocal  i, a, dan e yang dominan. Dengan menimbang makna bunyi efoni ini, kepada kita diberitahu penyairnya dalam puisinya bahwa “aku – lirik”(aku yang diceritakan)  dalam sepinya merindukan “dia – lirik” di seberang. Siapakah “dia = lirik”? Ya, bisa orangtua, bisa adik – kakak, bahkan bisa rindu kepada kekasihnya yang  tidak berkontak baik lewat surat maupun melalui HP.
Bandingkan dengan Puisi vanera el arj  dalam  “Dalam Rindu Pinta Cintaku”

aku menyapamu lembut dengan desah jiwa sukmaku,
menembus haribaan suci dadamu,
kemudian lirih suaramu mengerang dalam telingaku,
aku menggelinjang dalam sabana anugrah terindah

gemetar bibir menyebut Asma
dalam pinta untuk cinta,
memuji setiap inci geletar hati,
menembus kalbu memburu kilatan biru

jika cinta membawa aku ke jurang nista,
duhai Kekasih,
bunuhlah cinta dalam diriku,
hingga tiada satu tempatpun untuknya

jika cinta mengantarku ke haribaanmu,
izinkan aku bahagia dengan cinta ini...
atas kerelaan

"kelam itu masih membalut kelopak hatiku
 adakah aku kan dapati senarai lentera di tengah kebutaan ini?"

terasa menindih, aku tertindih...
kini hujan, matahari tak lagi menampakkan diri
hanya bengis sadis lumpur dan cercaan cucuran atap
 aku menangis!!!
dalam sepi rindu pinta cintaku 

“Aku – lirik”(hamba)  dalam “Dalam Rindu Pinta Cintaku”, berkomunikasi dengan “DIA – lirik (Allah ). Dia takut, ngeri,bahkan seram dialami dalam pengembaraan imajinasinya. Karena itu, sebelum  “aku – lirik’ berpasrah total setelah tiba dari pengembaraannya dia masih bertanya dalam hatinya sebagai bahan introspeksi: / "kelam itu masih membalut kelopak hatiku/ adakah aku kan dapati senarai lentera di tengah kebutaan ini?"//. Dan tampaknya,”aku – lirik” menjawab sendiri :/ hanya bengis sadis lumpur dan cercaan cucuran atap/aku menangis!!!/dalam sepi rindu pinta cintaku//.Inilah inti kerinduan “aku – lirik” pada sang Kekasih (Allah). 

Vokal – vokal u yang melekat pada diksi yang tepat di atas, seakan memberitahu kepada penikmat bahwa “aku – lirik” dalam kondisi takut, ngeri, seram ketika berkomunikasi dengan Sang Kekasih (Allah). Kondisi kengerian, keseraman, serta ketakutan  yang diimbangi dengan kehadiran vocal u di dalamnya pertanda bahwa  betapa “aku – lirik” kian rindu untuk mengusir sepi yang  menyebabkan dia menangis. Kehadiran bunyi vocal  u (termasuk kalau ada kehadiran vocal  o) akan tercipta  bunyi “kokofuni” ( bunyi yang menyarankan makna kengerian, ketakutan, kegamangan,  serta keseraman).Nah sekarang coba dihitung  bunyi kokofoni dalam beberapa larik puisi  vanera el arj di atas? Pasti akan tampak dominan vocal u tinimbang dengan bunyi  i, e, dan a ( bunyi efoni) seperti spada puisi karya Sri Wulan dari Makasar.

Selain bunyi kokofoni dan efoni, juga dihadirkan rima (persajakan) dalam kedua puisi tersebut. Perhatikan pada larik/baris : / jika cinta membawa aku ke jurang nista,/duhai Kekasih,/bunuhlah cinta dalam diriku,/hingga tiada satu tempatpun untuknya//

 pada puisi  “Dalam Rindu Pinta Cintaku” karya vanera el arj  dan  pada “Titip Rindu” karya  Sri Wulan dari Makasar terbaca  juga:/ dan dingin menyeruak/hati beriak//. Kesemuanya  demi kemerduan  menuju makna  utuh .***)

*) adalah penyair kelahiran Bambor – Kempo NTT , dan kini berdomisili di Sadia 1 Kota Bima –NTB.
Continue reading →
Friday, December 28, 2012

--- CABARAN RINDU ---ESW

0 comments

tergugu, muram,
disudut kelam membeku.
Continue reading →
Monday, December 24, 2012

Rinduku Merangkak

0 comments

Rinduku Merangkak

Pada getar pasir-pasir gurun
Terdetik di hati rasa takjub
Pada bening kemilau dan garis-garis cahaya fajar yang merekah
Kuberkata dengan raga dan jasad yang merangkak
Ingin aku menggapai
dan menepi pada dinding-dindingnya
Continue reading →
Saturday, December 22, 2012

*Suatu Hari, di Suatu Masa...

0 comments

Post By : ESW (Pemkot Bima)

ditepian teluk di'tanah tua',
tegak terpaku aku tatap buana,
getar di dada terjerat pesona,
citra lukisan Illahi tiada tara.

sepenggal kisah telah aku tulis di sini,
sepotong cerita tlah aku tutur di sini,
sjumput harap tlah aku semai disini,
terpatri sebingkai asa di jiwa, abadi.

Continue reading →
Thursday, December 20, 2012

MENGENANG

0 comments


Post By : Karayn Asryf


Pada puisi ini azinkan aku bercerita gerimis yang mengiringi kepergianmu. Dan hujan yang membasahi pilarnisanmu. Serta bunga-bunga yang bertauran  di atas pusara mu. Pada puisi ini aku datang. Bukan hendak menggugat takdir  kematian mu. Atau menghujat sang pemilik maut. Pada puisi ini ingin aku katakan kepergianmu adalah pukulan terhebat bagiku
Continue reading →
Sunday, December 16, 2012

Suara Hati - AM

0 comments
=============================
Hari-hari yang Sepi

Kududuk melamun di senja hari,
Hatiku sendu menatap rindu.
Dikeheningan malam yang syahdu,
sepi menyelimuti di dalam kalbu.

Bila Malam telah tiba,
hatiku semakin menderita.
Tiada kasih di dalam jiwa,
yang menghibur hati di kala duka,
Continue reading →
Tuesday, December 11, 2012

ESW-Suara Hati . Part II

0 comments



*On Lonely Night,
kelar, buku karangan BJ. Habibie, "Habibie & Ainun" yang slalu tertunda. great, aku dapat 1 frase terindah, di bab terakhir...

--- MANUNGGAL ---
(Doa Baharuddin Jusuf Habibie utk Hasri Ainun Habibie)

Allah, lindungilah kami,
dari segala gangguan, godaan & kejahatan,
yang datang dari luar & dalam,
mencemari yang Engkau tanam di diri kami, bibit cinta,
cinta murni, suci, sejati, sempurna & abadi.
sepanjang masa kami siram tiap saat degan kasih sayang,
kami bernaung & berlindung dibawah bibit cinta ini,
cinta yg telah menjadikan kami Manunggal,
manunggal jiwa, roh, batin & nurani kami,
sepanjang masa, smpai Akhirat.

Continue reading →
Sunday, December 9, 2012

Do'a Awal Tahun

2 comments



Do'a Awal Tahun

Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu ya
ng besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami.

Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.

Amin ya rabbal alamin

===========================special sahabat===============================

Rabb ku
Jagalah dia sahabatku dengan segala penjagaanMU
Jangan biarkan Airmatanya menetes untuk sekian kali
Lindungilah dia sahabatku sungguh tangan ku tak mampu merengkuh kesedihannya

Rabb ku
Andai dia disisiku
inginku seka bulir2 kesedihannya
inginku rangkul dia dalam pelukku
sungguh jangan biarkan dia menjadi lemah karna semua ini
kuatkan hatinya

Ku untaikan do'a untuknya Ya Rabb
agar dia tegar menghadapi cobaanMu

Continue reading →
Saturday, December 8, 2012

Puisi Menarik-Suara Hati (Desember)

0 comments


Assalamu alaykum Adik-Q

Saat mata terkatup melu
Ada benak yang hendak bercakap
Mengajak bersahabat dengan senyap
Perlahan nafas ikut terhempas

Ditahan
Dilepas
Lega terasa

Hilang dahaga mata

Malaikat dengan sayap'nya mengipas
Senyap berubah terjaga
Iringan nafas bergantian
Akal sadar lenya, di alam bawah'nya

Malaikat senyum haru
Menjaga jiwamu
Menghibur lugumu

Ingin sekali ia bermain bersamamu
Di Taman Mimpi
Di Telaga Indah Permai

Kau cantik sekali adik-ku
Malaikat menggerutu
Kau Nirwana mentahkan TELAGA HATI
=======================================================================
Hati yang Berapi

Ada Apa dengan-ku
Hari yang tiada ku pahami
Berubah dalam kesempurnaan derajat
Total dalam segala perubahan

Ada virus di balik kelemahanku
Emosional tiada berdalih
Nafsu tiada terkendali
Brutal di jalan yang kiri

Hanya membela diri
Akan nafsu tak terjamahi
Kesabaran urung tergenggam
Kuasa ku lemah tuk pahami
Aku dalam sesat yang berapi
=======================================================================

Senja, tabir kepalsuan

Apa iya senja itu bercanda
Saat ia tampakkan tenggelamnya
Esok bergilir berganti hari
Ia masih sempayung dengan busurnya

Hanya ada batas hujung mata
Melintas menggaris busur
Ujung tepi ke tepi lagi
Setiap hari setiap senja dan pagi

Eh….
Jangan kau permainkan maya dimataku
Kala bosan kau putar dan menipu waktu
Tenggelemlah dan jangan kembali
Atau aku yang harus tenggelam?
 

Continue reading →