Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
ALT_IMG

The Time Is Very Important

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...

ALT_IMG

Tolonglah Saya Dengan Do'a Anda

Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..

Alt img

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...

ALT_IMG

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat yang Berbeda

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...

ALT_IMG

Separuh Aku Adalah Separuh Kamu dan Separuh Mereka

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...

ALT_IMG

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki. Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah. Readmore...

ALT_IMG

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...

Showing posts with label Adith Abdillah. Show all posts
Showing posts with label Adith Abdillah. Show all posts
Tuesday, February 19, 2013

Makna Kata CIYUS

0 comments

Saudara-saudara yang ku muliakan ~

Mungkin ini ada yang menyangkal bahwa posting ini bermakna mengada-ngada, berlebihan, su'udzhon atau apalah. Tetapi, perlu kita ingat bahwa, akhir-akhir ini betapa indah dan apiknya musuh-musuh Islam membuat sebuah hiasan di berbagai sendi kehidupan kaum muslimin. Hiasan itu dipoles sedemikian indah, di mana kaum muslimin itu tergiur dan terlena kemudian membudayakan hal-hal yang kelihatan indah itu dalam kesehariannya.

Banyak sekali hiasan-hiasan yang mereka buat, salah satunya adalah hiasan dalam berbahasa dan berkomunikasi.

Ada satu bahasa komunikasi verbal yang sering kita lihat, kita dengar, bahkan kita sendiri pernah menggunakan bahasa tersebut. Kata itu sering kita dengar dari mulut anak-anak kecil, ABG-ABG bahkan orang dewasa ikut bercanda dengan bahasa ini.

"Ciyuuuusss??? Miapah???"

Nah, itu dia bahasa komunikasi lazim, krenn, moderen yang kita dengar.

Kaget bercampur bingung, pertama membuka inbox masuk di mobileku. Ternyata ada SMS yang berisi tentang himbauan terhadap penggunaan kata "CIYUS" dalam komunikasi dan kita sering mendengar kata ini.

Kata "Ciyus", merupakan singkatan dari "CINTA YESUS", (Cengang gue!!)

Yah, Akronim yang luar biasa, tak disangka, tak terpikirkan dan tak diduga. Ternyata begitulah kiranya yang dapat kita analisa dari hal-hal yang sering diperdengarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Silahkan yang membaca ini menganalisa, mencari tahu dan memaknai sendiri perihal kata tersebut. Tetapi, sebagai kekhawatiran dan bentuk kehati-hatian kita sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla. Agar Sedianya menjauhi penggunaan kata-kata yang sontak kita dengar aneh alias ALAY seperti kata tersebut.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
“Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.” (HR. At-Tirmizi no. 2695)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676)

Wallahu a'lam.
Continue reading →

GENGSI dan EGOIS Punya Tujuan Yang Sama

0 comments

GENGSI dan EGOIS adalah dua kata yang berbeda, tapi keduanya memiliki tujuan yang sama. ~

~* ( Yah, Kira-kira Begitulah ) ^_^

Kesempurnaan Allah Azza wa Jalla mengkaruniai sifat egois atau dalam istilah lain Ingin menang sendiri, selalu menjadikan dirinya lebih di atas orang lain, menganggap dirinya tak butuh kritik, lalu sifat-sifat dasar lainnya yang dalam skala besar akan menimbulkan paham primordialisme atau etnosentrisme. Sifat-sifat ini sebenarnya tumbuh dalam setiap manusia, dan mungkin tanpa disadari. Subur oleh rasa benci, gengsi.

Berkembang karena penyemaian yang baik oleh hawa nafsu. Menjadi kuat oleh rasa sombong. Ah apapun penyebabnya, sifat egois ini telah bertransformasi menjadi sebuah kekuatan adigdaya didalam diri manusia.
Dan saya rasa, sifat egois itu telah tumbuh subur didalam diri saya. Berkembang, dan bertransformasi. Sadar ataupun tidak saya sadar.

Apalagi sifat gengsi, itu jauh tumbuh lebih subur.

Saya hanyalah seorang manusia yang tak mengerti apa itu arti ‘manusia’. Memandang rendah orang lain. Saya selalu menganggap diri saya pintar dan mereka semua bodoh. Pada diri sayalah kebenaran sejati, dan mereka hanya puing2 kesalahan yang tak akan pernah saya biarkan mengotori. Saya teringat ketika itu ada seorang teman yang meminta saya untuk mengajarinya sebuah mata pelajaran yang dia tak bisa. Karena statusnya sebagai teman, okelah saya coba penuhhi permintaannya. Tapi ternyata dalam prosesnya dia sangat susah untuk mengerti walaupun telah saya jelaskan berkali-kali. Ketika itu saya berpikir “alangkah bodohnya ni orang, gini aja ga ngerti!”. Akhirnya saking bosannya, saya cari2 alasan dan berhasil pergi meninggalkan dia. Ketika itu saya tidak tau bagaimana perasaannya. Toh bagi saya, dia hanyalah orang bodoh yang tak akan pernah mengerti.

Sebenarnya gambaran sikap dan ketidakwibawaan setiap manusia itu tidak bisa diterka. Terkadang juga ada manusia yang mengatasnamakan kepentingan baru ia melemahlembutkan perangainya. yah, Apalah itu...!!!! Terlalu jauh malah akan mengusik Husnudzhan dalam diri dan berganti ke Su'udzhon yg tidak terkendali.
Gengsi dan Egois, hanya akan membawa kehancuran bagi si pemegang watak dan tabiat macam itu dalam kehidupannya sehari-hari.

Semoga Bermanfaat
Continue reading →

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat Seperjuangan

0 comments

Untuk kedua kalinya ta angkat topik, tentang Malu dan Takut. Motivasinya cuma satu, yakni untuk mengingatkan dan menyemangati diri pribadi terutama dan pembaca bagi yang mengerti dan menyadari serta merenungi akan urgennya kedua kata ini.

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya.

~*( Jagalah mereka, maka mereka akan menjagamu )* ^_^

AMRU BIN UTBAH merupakan seorang tabi’in yang dikenal dengan kekhusyukan dalam shalat. Suatu saat beliau bersama beberapa sahabatnya mengikuti sebuah peperangan. Dan saat itu budak beliau mendapati bahwa Amru bin Utbah tidak ada pada tempatnya, hingga ia mencarinya.

Tak lama kemudian, sang budak menemukan bahwa majikannya sedang melaksanakan shalat di gunung sedangkan awan menaunginya. Dan suatu malam sang budak mendengar suara auman singa, sehingga siapa saja yang ada di tempat itu berlarian, hanya tinggal Amru bin Utbah yang sedang shalat.

Setelah peristiwa itu, sang budak dan lainnya pun bertanya kepada Amru bin Utbah, ”Apakah Anda tidak takut singa?” Maka Amru pun menjawab, ”Sesungguhnya aku benar-benar malu kepada Allah, jika aku sampai takut kepada selain Dia”. (Shifat Ash Shafwah, 3/70)

Jangan pernah takut untuk mengatakan hal yang sebenarnya, hatta rasa malumu pada sesama manusia menyebabkan engkau lemah dan akhirnya takut kepadanya.

Wallahu a'lam bishawwab
Continue reading →
Sunday, February 17, 2013

Tentukanlah, dengan siapa kau merasa BAHAGIA

0 comments

BAHAGIA bukan datang dari Orang Tua, bukan dari Orang Lain, tetapi dari Diri yang Menjalani. yang merusak ke BAHAGIA an bukan oleh Orang Tua, bukan oleh Orang Lain, tetapi oleh DIRI yang menjalani.

--> Tentukanlah, dengan siapa kau merasa BAHAGIA
Tentu saja kita tidak lupa Kisah klasik Siti Nurbaya yang sampai hari ini masih menginspirasi sekian banyak orang yang mana kehidupan asmaranya dicampuri oleh orang tua. Dalam hal ini, orang tualah yang menentukan siapa calon suami/istri yang membahagiakan baginya.

Tulisan kali ini mengangkat topik tentang intervensi orang tua terhadap jodoh yang mengarah kepada harapan akan sebuah kebahagiaan.

Sebenarnya, Semua telah diciptakan dengan berpasang-pasangan, baik hal terkecil pun sampai terbesar semuanya sudah mempunyai pasangannya sendiri, dan pasangan yang sudah ditentukan tak dapat lagi dipisahkan. Begitu juga manusia, manusia pun juga sudah ditentukan pasangannya siapa, jodohnya siapa, pendamping hidupnya siapa, dan sebagainya.

Benar sekali jodoh itu sudah ada yang menentukan, tetapi tidak dengan tinggal diam saja dan menunggu, tetapi harus disertai dengan sebuah ikhtiar dan do'a, hal ini dilakukan agar jodoh yang sudah ditentukan benar-benar yang terbaik bagi kita.

Namun bagaimana kita mengungkap sebuah makna "Ketika Jodoh Di Tangan Orang Tua." Sungguh hal menarik bukan? Sudah tak perlu kaget jika sekarang makin marak orang tua yang menjodohkan anaknya dengan pilihannya. Mungkin bagi orang tua ingin memberikan yang terbaik buat anaknya, orang tua sebenarnya bagus untuk menentukan jodoh anaknya atas pilihannya.

Tetapi ada beberapa hal alasan orang tua menjodohkan anaknya dengan pilihannya:

a. Tidak Ingin Anaknya Sengsara

Orang tua yang beralasan seperti ini biasanya terjadi karena calon pendamping hidup yang dipilih anaknya sendiri tidak memenuhi kriteria, misalkan saja (maaf) penuh keterbatasan. Keterbatasannya baik secara materi ataupun disabilitas. Nah, anaknya yang cantik dan mungkin saja tingkatannya lebih tinggi membuat pandangan orang tua berbeda, disini akan terlahir sebuah pandangan bahwa kebahagiaan itu tidak akan terjadi jika dua orang berlawan jenis berbeda tingkat annya.

b. Orang Tua Malu

Malu dong jika pilihan anaknya jauh banget dari kriteria, kita kan orang besar, malu sama tetangga, sama rekan masak calonnya seperti ini, sudah terlihat masa depan suram. hehehe. Ya paling tidak sepadan lah, jangan yang seperti ini. Bla...bla..bla...

c. Alasan lain

Dan alasan lainnya adalah bahwa orang tua menjodohkan anaknya dilihat dahulu dari keturunan siapa, pekerjaan nya apa, dan lain-lainnya. Sudah pasti orang tua yang menjodohkan anaknya punya beberapa alasan lainnya yang lebih penting lagi. Misalkan saja berhati-hati sebelum terlanjur menyesal, melihat bahwa calonnya anak pen*ahat, anak peng**is, dan tidak rajin beribadah dan lain-lainnya, untuk lebih memastikan bahwa anaknya nanti bisa hidup bahagia.

Sebenarnya hal yang wajar jika orang tua menginginkan anaknya bahagia, disini ada dua pertanyaan yang mungkin bisa dijawab oleh orang tua? Apakah menjodohkan anaknya dengan calon pilihannya itu benar-benar ingin membahagiakan anaknya ataukah ingin membahagiakan dirinya sendiri? Penulis yain 1000% orang tua akan bahagia jika anak menuruti pilihan orang tuanya, tetapi ada satu pertanyaan yang lebih penting lagi, apakah orang tua yakin? bahwa anak yang dijodohkan bukan pilihannya membuat dia bahagia? Ehemm, sudah dipastikan dihati terdalam anak ada sebuah keterpaksaan, sebuah tekanan, dan semua itu demi kebahagiaan orang tuanya.

Jika sang anak memilih jodohnya sendiri dan itu tidak cocok bagi orang tuanya, pasti orang tuanya akan sedih. Begitu juga sebaliknya, jika orang tuanya memilihkan jodoh untuk anaknya dan tidak cocok bagi anaknya, maka anaknya pun sedih.

Sebenarnya dalam hal memilih pasangan hidup, tanda ia jodoh adalah adanya kecocokan dan saling keterikatan, tidak masalah perbedaannya dari segi apa, perbedaan bukan lah yang menentukan kebahagiaan, nabi muhammad saw adalah anak yatim piatu dan miskin tetapi mendapatkan jodoh yang kaya raya, tetapi beliau dengan istrinya sangat bahagia sekali.

Jadi, hak memilih pasangan hidup adalah anaknya dan hak orang tua hanya memberikan pesan, pendapat, dan dukungan bukan dengan memaksa anaknya. Dan satu hal lagi, yang menentukan kebahgiaan adalah restu dari orang tua, jikalau memang pilihan anaknya tidak cocok, hal yang pantas dilakukan oleh orang tua adalah selalu berdoa dan meluaskan restu untuk anak dan menantunya, pasti dengan itu akan sama-sama bahagia nantinya. Dan anak pun juga demikian, hendaklah memilih pasangan yang benar-benar pasangan itu bisa diajak berubah menjadi baik dan memiliki sopan santun dan etika.

Semoga Bermanfaat
Continue reading →
Friday, February 15, 2013

Separuh Aku adalah Separuh Kau dan Separuh Mereka

0 comments
Apa yang dialami oleh manusia itu pada dasarnya sama, hanya saja yang dialami itu berbeda WAKTU, TEMPAT dan KADAR-nya.

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanya

~^() Karena Separuh Aku adalah Separuh Kau dan Separuh Mereka;;;
”Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan, disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah ingin merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (ar-Rum: 41)
Pesan ini mengantarkanku untuk merenungkan kembali apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi denganku suatu saat nanti. Paradigma kehidupan yang sudah sangat semrawut tidak hanya terjadi di berbagai tempat di tanah air atau di seluruh dunia melainkan juga terjadi di sekitar kehidupanku. Pada ayat di atas menggambarkan bahwa setiap yang terjadi itu adalah akibat perbuatan manusia itu sendiri termasuk aku. Jika di sana tengah terjadi suatu peristiwa yang “wah”, maka aku yang mendengar peristiwa tersebut tentu memberikan suatu respon, walaupun hanya sekedar menerawang “bagaimana jika peristiwa itu menimpaku saat ini, di sini, dan seperti itu?”.
Andaikata dulu, Allah menciptakan hanya seorang Adam dengan Hawa lalu tidak ada kelanjutan atau tidak ada yang namanya keturunan, tentu saja yang terjadi di bumi ini hanyalah akibat ulah mereka berdua. Yah, karena mereka yang melakukan, mereka yang alami, mereka yang menanggung akibatnya. Namun, kesempurnaan Allah, menciptakan keturunan sebagai perpaduan antara kesempurnaan dan fitrah zat Ilah-Nya. Pun, tidaklah diciptakan manusia kecuali hanya untuk menyembah-Nya saja. Sehingga dapat dikatakan bahwa kehidupanku adalah menjadi bagian dari kehidupan manusia lainnya, yaitu untuk beribadah kepada-Allah.
Separuh Aku,
Jika merujuk pada tujuan awal penciptaan manusia yakni untuk beribadah kepada Allah, berarti seluruh yang ada dalam diri adalah hak Allah untuk di ibadahi. Dengan kata lain, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki merupakan subjek penting yang Allah ciptakan dan keseluruhan itu memuji Allah dalam segala bentuk ketaatannya. Lalu, yang dimaksud dengan Separuh aku itu apa? Yah, maksudnya adalah ada beberapa bagian dari diri menjadi hak bagi sebagian yang lain. Contohnya Saat kita menikah, maka diri telah memenuhi separuh dari agamanya.
Separuh Kau,
Tentu saja pembaca merasakan setelah membaca tulisan ini juga akan ikut menerawang tentang diri bahwasanya keberadaan pembaca merupakan bagian dari penulis. Kenapa bisa demikian? Penulis ini, mengisyaratkan bahwa pada saat tulisan ini dibuat tentu saja untuk dibaca. Apa yang ada dalam pikiranku, hatiku lalu ditorehkan dengan tinta cursor ini untuk baca, dipahami, dimaklumi oleh pembaca. Dari pembaca saya mendapatkan motivasi dan atau kepuasan tertentu dari niat pembaca untuk mengerti apa yang ku utarakan. Jika ada respon, berarti pembaca mengkontak langsung apa yang saya maksudkan. Dengan kata lain, pembaca telah memberikan separuh darinya untukku.
Separuh Mereka,
Poin yang ini dapat tidak dapat kita pungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial (zoon politikon). Manusia yang tidak dapat hidup sendiri, makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Itu artinya, bahwa kita adalah bagian dari orang lain. Dengan demikian, makna kata separuh mereka mengingatkan kita akan arti hubungan yang satu baik itu hubungan saudara, sahabat, pertemanan walaupun klaim kita, kita bukanlah sedarah. Namun dalam islam dikatakan bahwa “muslim itu saudara”.  Berarti separuhku adalah bagian dari mereka.
Demikian gambaran tentang hubungan horizontal yang ku maksudkan. Lalu dikaitkan dengan ragam peristiwa yang terjadi di seluruh isi bumi ini (Alam-Manusia dan Manusia-Alam). Semua berkaitan, semua saling membutuhkan, semua saling berpadu, semua saling menyatu. Hanya saja, konsepsi kepentingan, pengejewantahan keyakinanlah yang membedakan manusia itu begini dan begitu. Padahal manusia seluruhnya telah kita yakini kebenaran asal-muasalnya yaitu dari Nabi Adam As dan Hawa As.
Tulisan ini dimaksudkan untuk mengingatkan saya dan kepada seluruh pembaca di manapun berada bahwa kita semua adalah satu yakni makhluk yang bernama manusia dimana “Manusia itu diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Semata”.
Wallahu a’lam
Continue reading →
Wednesday, February 13, 2013

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

0 comments

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki --> Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah <--

Akupun riang menemani :

~♥. Kala ia tidur, duduk, berdiri, berjalan, lalu ia berlari sampaipun ia kembali ke pangkuanku .♥~

Bulu Kudukku merinding saat merenungi akan Syafaat Seorang Anak di akhirat nanti.

Anak-anak itu kemudian berhenti di pintu syurga. Mereka bertanya: “Manakah ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami? Dan masuk syurga tanpa ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami sungguh tidak patut bagi kami.”

Malaikat berkata: “Sesungguhnya ayah-ayah kalian dan ibu-ibu kalian itu tidak seperti kamu, karena mereka telah durhaka terhadap Rabb mereka, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka dan syaitan-syaitan mereka, dan mereka harus masuk neraka.”

Maka tatkala anak-anak itu mendengar ucapan ini, mereka menjerit-jerit keras sekali, dan menangis banyak-banyak. Dan pada sat itulah Allah Yang Maha Tinggi, Maha Tahu, lagi Maha Teliti pengetahuan-Nya, berfirman: “Wahai Jibril, jeritan apakah ini?”

Jawab Jibril, Alaihis Salaam: “Ini jeritan anak-anak orang Islam. Mereka berkata: ‘Kami tak butuh syurga. Dan kami tak dapat merasakan keenakan-keenakan syurga tanpa ayah-ayah dan ibu-ibu kami, dan kami mengharap dari Allah Ta’ala agar memaafkan mereka dan memberikan dosa-dosa mereka kepada kami, lalu memasukkan mereka bersama-sama kami ke dalam syurga. Dan kalau tidak, maka masukkanlah kami bersama mereka ke dalam neraka.”

Dan pada saat itu Allah Ta’ala berfirman kepada Jibril, Alaihis Salaam: “Pergilah dan ambillah ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka dari manapun saja mereka berada, lalu serahkanlah mereka kepada anak-anak mereka, karena sesungguhnya aku benar-benar telah mengampuni dosa-dosa mereka dengan syafaat anak-anak mereka, dan masukkanlah mereka bersama-sama anak-anak mereka masing-masing ke dalam syurga.”

Mendengar perkataan ini dari Allah Ta’ala, anak-anak itupun lalu bergembira dan bersukacita, dan mereka temuai ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka masing-masing, mereka pimpin tangan mereka lalu masuk syurga bersama-sama mereka…”(Al Hadits).

Ya Rabby, Biarkan air mata ini menetes bahagia saat engkau mengkaruniakan kepada kami, buah hati kami yang memberi ketenangan pada kalbu kami. Mengingatkan kami akan segala anugerah yang Engkau titipkan kepada kami. Hingga kami mendapati keberuntungan yang Engkau Kehendaki.

Aamiin ya Rabb~
Continue reading →

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

0 comments

JIKA ENGKAU TAHU BAGAIMANA RASANYA KESULITAN, MAKA JANGAN PERNAH ENGKAU MENUNTUT ADANYA KEMUDAHAN

Sampai saat ini, aku masih berdiri memegang 3 (tiga) kata yang ku jadikan alat untuk membuka tabir-tabir kehidupan yang belum aku jamah. Ketiga kata itu adalah Niat, Cinta dan Cita-cita. Kata-kata ini seringkali ku gauli dan ku bawa kemanapun aku pergi bersamaan dengan semangat yang ada dalam diri sanubari. Rabbku memanglah Maha Baik, sungguh sangat-sangat Baik menciptakan segala apa yang di langit dan yang ada di bumi tanpa ada satupun yang sia-sia untuk aku nikmati sesuka hati.

Betapa tidak, upaya meraih kebahagiaan hidup, ketenangan jiwa, ketenteraman batin, hidup dengan berkecukupan, cita-cita, angan, harapan, itu semua dapat terwujud. Semua itu telah ada baik di langit maupun di bumi. Perihal apa yang tidak Allah Azza Wa Jalla ciptakan yang dibutuhkan oleh manusia? Jawabannya mentok pada kata "tidak ada". Semua sudah disiapkan untuk dinikmati.

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” [QS 62: 10]

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilah al Allah, Allahu Akbar ~ Sungguh pikiranku, penglihatanku, pendengaranku tidak mampu menjamah ayat itu. Sejatinya usia yang ada, raga yang berdiri tegap, kedewasaan yang dimiliki merasa berdusta jika ia mengatakan bahwa tidak ada yang telah dicicipi atau tidak ada karunia-Allah termakan oleh ketiga hal itu.

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Namun percayalah bahwa kadangkala perasaan-perasaan kontradiksi macam itu, dapat di tepis manakala kita melangkah dengan tiga kata di awal tulisan ini "Niat, Cinta dan Cita-cita".

Niat merupakan awal setiap apa yang dilakukan. ~Setiap amal perbuatan itu tergantung daripada "Niat" (Al-Hadist) setelah itu diiringi dan di hiasi dengan nuansa Cinta. Berbuat apa saja tentu dengan Cinta, jika kita telah mencintai perbuatan itu, maka yang dirasa adalah kenikmatan, kemudahan, suka, tiada keluh kesah dan seterusnya. Jika itu terlewati barulah ke tahap pencapaian yang namanya Cita-cita.

Oleh karena itu, jadikan setiap apa yang DILAKUKAN, apa yang menjadi AKTIFITAS, apa yang menjadi USAHA kita sebagai SARANA IBADAH kita kepada Allah Azza Wa Jalla.

Wallahu a'lam bishawwab
Continue reading →
Tuesday, January 29, 2013

Merenungi Hidup Dengan Sebait Kata Tunduk

0 comments



Ada kata yang lebih indah untuk menghibur diri kala di tinggal sendiri. Membuat syair-syair syahdu yang memungkinkan ia ber-karya bersama batin. Ikut larut dengan gerakan-gerakan tangan dan kegesitan pikiran yang berimajinasi dalam suka juga dalam lamunan melalui lembaran-lembaran kertas. Segala cuap akan tergambar dalam delik kenyataan yang menggema dalam kehidupan yang berlarut siang berganti malam. Hingga ia tahu bahwa ketenangan itu berada dalam satu gumpalan yang bernama Kalbu. 

Perikehidupan yang membahana dalam beragam warna. Menebar di mana-mana kemudian menjadi irama tersendiri dalam satu alunan perjalanan hidup setiap insan yang bernyawa. Ada kesulitan kala kemudahan tengah dijalani, ada juga kesedihan kala kebahagiaan tengah dinikmati, ada pula keresahan kala ketenangan sedang menemani dan seterusnya. 

Namun ada satu pertanyaan yang seringkali muncul dalam benak saat peraduan sedang sepi. Kita hidup untuk apa dan untuk siapa? 

Pertanyaan-pertanyaan yang semisal akan muncul ketika hasrat ingin menjelajah lebih dalam apa arti sebuah kehidupan bagi setiap yang bernyawa, terutama manusia. Namun, hal semacam itu perlahan akan pudar seiring dari pergolakan antara ruh yang senantiasa juhud pada takdir yang telah dikehendaki dengan keadaan dunia yang semakin memancing gerak langkah untuk mengalami, mencoba, melewati, menjamah, mencari dan semisalnya. Hingga saatnya, pengalaman-pengalaman memberikan jawaban kepadanya akan arti sebuah kehidupan. 

Jika sudah mengenal Sang Pemilik Kehidupan, kiranya tidak berlebihan untuk menguntai kata seperti bait-bait ini, ---> 

Wajjahtu Wajhiyah

Ku Siratkan Wajah Dalam Setiap Keindahan
Ku Tautkan Pikiran dalam Setiap Kesucian
Ku Semayamkan Jiwa dalam Setiap Ketaatan
Ku Lembutkan Hati dalam Setiap Kejuhudan

Untuk Kemuliaan,
Untuk Kebaikan,
Untuk Kebahagiaan,
Untuk Kedamaian,

Seindah apapun Ia, Sementara,
Semegah apapun Ia, Sesaat,
Semolek apapun Ia, Selaksa,
Wajah duniaku bukanlah wajah akhiratku

Inilah wajahku ya Rabby,
Inilah ibadahku ya Rabby,
Inilah shalatku ya Rabby,
Inilah imanku ya Rabby,

Hanya Untuk-MU,


Kesempurnaan hanyalah milik Allah, maka tunduknya kita adalah dengan segala apa yang kita miliki mengingat kekurangan, kesilapan, kelemahan, kehinaan untuk tetap menghadapkan wajah sesuai ketentuan-Nya, menautkan hati kala ia bersahaja dengan-Nya, serta melemah lembutkan jasad kala berdiri menghadap-Nya tanpa ada tawar-menawar serupiahpun. 

Kreasi pikiran dan imaginasi lewat sebuah untaian kata yang dirakit dengan tujuan untuk menghiasi, mewarnai, bahkan menghibur hati yang sedang sepi. Karena kebutuhan manusia akan “refreshing” tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan pokok (primer) nya manusia wujud dari renungan akan arti kehidupan yang sebenarnya. 

Wallahu a’lam Bishawwab

Continue reading →
Monday, January 14, 2013

Allah Azza Wa Jalla Jangan Diduakan

0 comments
 
Tidak ada suatu agama pun di dunia ini yang meng-esa-kan Tuhan dan memberi sifat-sifat kesempurnaan, selain agama Islam. Islam berpendapat bahwa meng-esa-kan Tuhan adalah merupakan salah satu rukun iman. Dan menduakan Tuhan, berarti perbuatan syirik (Berbuat syirik terhadap Allah ialah menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya baik para Nabi atau para Auliya’ atau para Malaikat atau batu, kayu dan lain sebagainya.) yang merupakan dosa paling besar dan tidak diampuni. 
Continue reading →
Tuesday, January 8, 2013

JANGAN REMEHKAN IBUMU

0 comments

SUBHANALLAH . . . JANGAN REMEHKAN IBU KITA

1. Wanita menggendong janin/buah hatinya dalam kandungannya selama +- 9 bulan 10 hari tanpa sedikitpun waktu melepaskannya. Jika diasumsikan rata-rata berat kandungannya adalah 1 kg maka selama itu wanita menggendong beban seberat (1kg x 30hari x 9bulan) + 10hari = 2.700 kg atau 2,7 Ton!!!. Sesudah melahirkan wanita masih saja menggendong bayinya, sedangkan seorang pria menggendong anaknya sebentar saja sudah merasa lelah, capek, dan lain-lain alasan.

2. Setiap hari seorang wanita memasak untuk dirinya dan keluarganya. Jika di asumsikan seorang wanita memasak mulai umur 17 hingga 55 (berarti 38 tahun) dan setiap hari diasumsikan ia memasak untuk 2 orang maka ia memasak sebanyak untuk 2 x 365 x 38 = 27.740 orang.

3. Setiap hari wanita membersihkan rumah/ tempat aktivitasnya misalnya menyapu. Misal diasumsikan setiap hari ia membersihkan ruangan/rumah berukuran 4 x 10 = 40 m2 dan ia menyapu sejak usia 15 tahun hingga 45 tahun (berarti 30 tahun) maka ia membersihkan seluas 40 x 365 x 15 = 219.000 m2. atau seluas 20 x lapangan sepakbola.

4. Jika setiap hari seorang wanita mencuci piring yang diasumsikan mempunyai tinggi tumpukan 20 cm dan mencuci selama 30 tahun maka tingginya mencapai 20 x 365 x 30 = 219.000 cm = 2.190 m atau sekitar 15 x tinggi monas atau 4x tinggi menara kembar Petronas malaysia. Belum ada bangunan di dunia yang mencapai tinggi 2.190 m.

5. Jika setiap hari seorang wanita mencuci baju dengan asumsi panjang jemuran 5 meter setiap hari maka selama 30 tahun panjang jemuran akan mencapai = 5 x 365 x 30 = 54.750 m = 54,7 km.

LUAR BIASA ....Dahsyatnya kekuatan seorang ibu (wanita). Tentu saja masih banyak lagi kekuatan ibu yang tidak terpikirkan oleh kita. Ketika melahirkan kita pun , seorang ibu menggunakan semua dayanya untuk membuat kita muncul dalam dunia ini, dengan kekuatan antara hidup dan mati.

Pernah mendengar pepatah “Dibalik kesuksesan seorang pria terdapat wanita hebat di belakangnya”. Pepatah ini ternyata juga benar, seorang ibu (wanita) mempunyai kekuatan tersembunyi untuk melakukan hal itu.

Ada suatu riwayat yang mengutamakan seorang ibu, menunjukkan bagaimana kedudukan ibu (wanita) dalam Islam itu mulia.

--- Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)

MULIAKAN...! HORMATI ....! & DO'AKAN SELALU IBUMU.......!

***

Semoga Bermanfaat ...

Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …

---Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA---

(InsyaALLAH akan saya perbanyak catatan ini di grup kami (Saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran) dipersilahkan dengan senang hati bagi saudara-saudari yang mau menandai atau ngtag, SEMOGA BERMANFAAT dan TERIMA KASIH)
Continue reading →
Sunday, December 16, 2012

Menyemai Kenangan

0 comments




“She”,,, Beginilah Cara-ku Menyemai Kenangan-ku Bersama-mu

Continue reading →
Saturday, December 8, 2012

Puisi Menarik-Suara Hati (Desember)

0 comments


Assalamu alaykum Adik-Q

Saat mata terkatup melu
Ada benak yang hendak bercakap
Mengajak bersahabat dengan senyap
Perlahan nafas ikut terhempas

Ditahan
Dilepas
Lega terasa

Hilang dahaga mata

Malaikat dengan sayap'nya mengipas
Senyap berubah terjaga
Iringan nafas bergantian
Akal sadar lenya, di alam bawah'nya

Malaikat senyum haru
Menjaga jiwamu
Menghibur lugumu

Ingin sekali ia bermain bersamamu
Di Taman Mimpi
Di Telaga Indah Permai

Kau cantik sekali adik-ku
Malaikat menggerutu
Kau Nirwana mentahkan TELAGA HATI
=======================================================================
Hati yang Berapi

Ada Apa dengan-ku
Hari yang tiada ku pahami
Berubah dalam kesempurnaan derajat
Total dalam segala perubahan

Ada virus di balik kelemahanku
Emosional tiada berdalih
Nafsu tiada terkendali
Brutal di jalan yang kiri

Hanya membela diri
Akan nafsu tak terjamahi
Kesabaran urung tergenggam
Kuasa ku lemah tuk pahami
Aku dalam sesat yang berapi
=======================================================================

Senja, tabir kepalsuan

Apa iya senja itu bercanda
Saat ia tampakkan tenggelamnya
Esok bergilir berganti hari
Ia masih sempayung dengan busurnya

Hanya ada batas hujung mata
Melintas menggaris busur
Ujung tepi ke tepi lagi
Setiap hari setiap senja dan pagi

Eh….
Jangan kau permainkan maya dimataku
Kala bosan kau putar dan menipu waktu
Tenggelemlah dan jangan kembali
Atau aku yang harus tenggelam?
 

Continue reading →
Wednesday, November 7, 2012

Puisi Terbaik-Bahagia Abadi

1 comments





Yang tega mengadu takdir
Dalam segenap impian hati
Cukup diri yang terperdaya
Jangan lagi hati ternodai

Pernah putus dalam satu tali
Sebuku kisah menjadi saksi
Saat cinta tak pernah dilerai
Saat kasih tak pernah terbagi

Kesini jemputi aku dalam sendiri
Pengharapan terus melambai-lambai
Dan jangan pernah bersembunyi
Ada aku yang setia menanti

Hanya ikhlasmu kasih
Menarik kelingkingku ini
Tuk impian takdir kita di sini
Bahagia itu bahagia abadi

~~Bahagia Abadi


Continue reading →