Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
ALT_IMG

The Time Is Very Important

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...

ALT_IMG

Tolonglah Saya Dengan Do'a Anda

Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..

Alt img

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...

ALT_IMG

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat yang Berbeda

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...

ALT_IMG

Separuh Aku Adalah Separuh Kamu dan Separuh Mereka

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...

ALT_IMG

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki. Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah. Readmore...

ALT_IMG

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Friday, March 29, 2013

3 (Tiga) Draf Penting Penolakan RUU Ormas kepada DPR

1 comments
Konferensi pers yang digelar Pengurus Pusat Muhammadiyah, menyampaikan pernyataan sikap mendesak DPR untuk menghentikan seluruh proses pembuatan Undang-undang Ormas.

Selain banyaknya kerancuan nalar yang merugikan Ormas, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA, menilai RUU Ormas justru semakin represif.

“RUU Ormas yang baru ini, walaupun maksudnya ingin mengubah Undang Undang No. 8 Tahun 1985 tapi justru semakin represif, semakin membawa negara kepada orientasi otoritarianisme dan ini kami katakan sangat bertentangan dengan substansi Undang Undang Dasar 1945,” kata Din Syamsudin, kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah, Kamis (28/3/2013).

Untuk itu, dengan tegas PP Muhammadiyah menolak pengesahan RUU Ormas sebagaimana tertuang dalam tiga poin penting pernyataan sikap Muhammdiyah.

  1. Draft RUU Ormas yang dibahas DPR, potensial membatasi kebebasan berserikat, memperlemah kreativitas dan perilaku represif dari aparatur pemerintahyang bertentangan dengan UUD 1945 dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).
  2. Muhammadiyah mendesak kepada DPR untuk menghentikan seluruh proses pembuatan Undang-undang Ormas. Pembahasan UU Ormas potensial menimbulkan kegaduhan dan instabilitas politi, terutama menjelang pemilu 2014 yang memerlukan suasana yang kondusif, stabil dan dinamis.
  3. Dalam rangka menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat, pemerintah hendaknya berusaha melaksanakan Undang-undang Yayasan,sebagaimana mestinyadan memprioritaskan penyelesaian RUU Perkumpulan. Pembahasan RUU Ormas tidak urgent dan tidak diperlukan oleh masyarakat.

Apabila, DPR dan pemerintah memaksakan diri, Din Syamsudin menyatakan PP Muhammadiyah bersama Ormas-ormas lain akan memprakarsai judicial revew terhadap UU Ormas ke Mahkamah Konstitusi.

“Jadi kalau DPR, pemerintah memaksakan diri tanpa mendengar suara masyarakat untuk mengesahkan Undang Undang ini, Muhammadiyah akan memprakarsai bersama semua Ormas yang lain untuk melakukan judicial revew kepada Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.

Continue reading →

Macam-macam Gaya dan Ekspresi Presiden SBY Saat Menunggu Tamu

1 comments
Bagi yang belum tahu cara penerimaan tamu yang baik? Yuk, kita tengok cara penerimaan tamu ala Bapak Nomor 1 di Indonesia ini.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan (© TEMPO/Tony Hartawan)

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan (© TEMPO/Tony Hartawan)




Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan (© TEMPO/Tony Hartawan)


Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan (© TEMPO/Tony Hartawan)


Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan (© TEMPO/Tony Hartawan)



Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan (© TEMPO/Tony Hartawan)



Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menanti kedatangan Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Kepresidenan (© TEMPO/Tony Hartawan)
Continue reading →

"Mana itu Densus 88, mana itu BNPT"

1 comments
Anggota Densus 88 Polri saat menangkap teroris

Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin meminta Polri menerjunkan tim Detasemen Khusus Anti Teror untuk menangkap para pelaku penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, DIY, Sabtu 23 Maret 2013. Serangan brutal itu menewaskan empat tahanan titipan Polda DIY.

"Tindakan menyerang lapas jelas teror kepada negara. Kenapa Densus tidak diturunkan untuk memburu pelakunya," kata Din usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Jumat 29 Maret 2013.

Jika tidak dikerahkan, Din justru mempertanyakan kesungguhan Polri untuk menangkap dan mengungkap motif penembakan terhadap para tersangka pengeroyokan anggota Kopassus itu.

"Justru teror yang rakyat sipil dituduh teroris, mereka (Densus) melakukan tindakan yang melampaui batas," ucap Din.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga diminta untuk turun tangan mengungkap kasus ini. Kasus ini menurut Din, sudah masuk wilayah kerja BNPT yakni, mengungkap kasus teror.

"Mana itu Densus 88, mana itu BNPT. Saya kira lembaga itu dibubarkan sajalah," kata Din.

Penyerbuan Lapas Cebongan oleh segerombolan pasukan bersenjata, kata Din, benar-benar menunjukkan bahwa kewibawaan negera Indonesia telah runtuh. Karena itu adalah kasus besar, maka membutuhkan campur tangan presiden.

"Tidak cukup ditangani oleh Panglima TNI atau Kapolri.Namun presiden harus turun tangan sendiri. Perlu ada ada keseriusan untuk menangani. Jangan disikapi dengan santai seolah-olah bukan persoalan besar," tuturnya.

Source : VIVANews.co.id
Continue reading →
Wednesday, March 20, 2013

Beginilah Para Jenderal Polisi di Indonesia Memperoleh Kekayaan

0 comments
Pengamat: Sekarang tidak ada polisi miskinTidak ada henti-hentinya Sang Polisi Korupsi (KPK) menelusuri harta kekayaan milik Jenderal satu ini Irjen Pol Djoko Susilo. Jika dikalkulasikan, nilai total harta jenderal bintang dua itu ditaksir mencapai Rp 100 miliar lebih. Harta milik tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM itu diduga merupakan hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurut pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM yang dilakukan Djoko Susilo adalah salah satu pendapatan yang tidak wajar. Lemahnya pengawasan menjadi celah para jenderal untuk memperkaya diri sendiri.

Bambang menjelaskan, terkait kekayaan yang didapat sang jenderal harus dicari tahu sumbernya terlebih dahulu. Dia mengatakan, permasalahan saat ini di Kepolisian banyak anggota yang memanfaatkan jabatan untuk mencari uang lebih di luar hasil pendapatannya sebagai abdi negara terutama jabatan fungsional.

Sebagai contoh kata Bambang, jabatan di Kepolisian yang merupakan lapak basah untuk mencari uang yaitu jabatan sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal dan Kepala Satuan Lalu Lintas.

"Masalahnya ini di lingkungan Indonesia, banyak kejahatan dalam jabatan artinya pertukaran antara jabatan dan ditukarkan untuk mendapatkan hasil tambahan, terutama jabatan fungsional," ujarnya.

Dia menjelaskan, jabatan seorang Kasat Serse bisa digunakan untuk mengolah sebuah kasus, seperti tersangka bisa bebas dalam jeratan saat pembuatan Berita Acara Pemeriksaan dan juga penghilangan barang bukti serta merekayasa kasus. Hal tersebut juga tidak berbeda dengan polisi yang bertugas di lalu lintas, seorang Kepala Satuan Lalu Lintas bisa bermain dalam pembuatan SIM, STNK maupun BPKB.

Maraknya pelanggar anggota Kepolisian itu, kata Bambang karena pengawasan di Kepolisian hingga saat ini masih lemah. Sebagai contoh, jika itu terbukti dilakukan oleh anggota Kepolisian sanksi yang didapat anggota tersebut hanya penundaan jabatan atau mutasi lokasi kerja.

"Pengawasan masih belum kuat, paling-paling digeser atau ditunda," papar Bambang.

Meski demikian, sebenarnya Polri mempunyai aturan tersendiri mengenai pejabatnya,
anggota yang mempunyai jabatan di struktural biasanya wajib melaporkan jumlah harta kekayaannya ke KPK. Namun sayangnya, aturan tersebut masih mempunyai kelemahan lantaran pimpinan Polri jarang menindaklanjuti laporan tersebut jika terjadi manipulasi data.

Mengenai Kekayaan Irjen Djoko yang hingga saat ini nilainya terus melonjak fantastis dari harta yang disita KPK, Bambang mengatakan, jumlah tersebut sungguh berlebihan. Dia menjelaskan, harta yang disita KPK dari Djoko merupakan hal yang tidak wajar mengingat Djoko hanya seorang jendral polisi berpangkat bintang dua.

"Yang terkejut bukan hanya kepolisian saja, tapi masyarakat saja sampai heran-heran," jelasnya.

Meski demikian, dia mengatakan seorang pensiunan jenderal bisa memiliki dua rumah seharga ratusan juta dengan catatan mengelola gajinya sejak dia jadi anggota Kepolisian hingga ia pensiun dengan pangkat jenderal. Lebih dari itu, lanjut Bambang, hasil kekayaannya bisa dicari tahu dengan asal usul keluarga. Jika anggota itu berasal dari keluarga kaya itu merupakan turunan, namun jika tidak pasti ada sesuatu dibalik kekayaan itu.
"Kalo di gajinya ditabung sama uang tambahan itu pasti bisa dari tugas sampe pensiun," ujarnya.
"Polri dalam kekuasan tahu betul tidaknya data yang diteliti, Propam meneliti betul-betul pejabat yang melaporkan harta kekayaannya. Kalau bohong, harus ada tindakan tegas seperti tidak dijadikan pejabat lagi untuk menduduki jabatan struktural," pungkas Dosen Pascasarjana Program Psikologi Universitas Persada Indonesia itu.
Dari mana jenderal-jenderal polisi dapat kekayaan?
Djoko Susilo-Dipta. ©2013 Merdeka.com

Sumber: Merdeka.com

Arsip Foto :






Istri Irjen Djoko, Mahdiana dan tas Prada warna hitam


Dipta Anindita

Foto oleh ANTARA/Puspa Perwitasari: Sen, 18 Mar 2013

Continue reading →
Tuesday, March 12, 2013

Kartu Agama Tak Lagi Laris dalam Politik Indonesia

0 comments
Survei menunjukkan dukungan pemilih terhadap partai-partai Islam di Indonesia jatuh menjadi kurang dari 10 persen. (Foto: Dok)
Jawa Barat, sebagai provinsi berpenduduk terpadat di Indonesia, baru saja memilih kembali gubernurnya yang merupakan seorang Muslim konservatif. Namun margin yang tipis menunjukkan bahwa kartu agama mungkin kehilangan kekuatannya untuk memenangkan suara di Indonesia.

Pemilihan gubernur Jawa Barat, dengan hasil yang diumumkan minggu ini, datang di tengah kritikan bahwa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhono terlalu lunak pada kelompok militan Islam.

Jawa Barat sendiri dalam beberapa tahun terakhir merupakan tempat terjadinya serangan dengan kekerasan terhadap gereja-gereja dan anggota jemaat Ahmadiyah.

Sejumlah laporan di media menunjukkan bahwa gubernur terpilih, Ahmad Heryawan, dengan kampanye yang mendorong lingkungan Islami di Jawa Barat, telah sepakat dengan kelompok militan untuk melarang Ahmadiyah jika ia terpilih kembali.

Para pejabat kantor gubernur maupun Ahmad sendiri tidak dapat dimintai komentarnya soal ini.

Pada akhirnya, margin kemenangan Ahmad hanya sedikit di atas 30 persen yang diperlukan untuk menang, jatuh dari 40 persen lima tahun lalu.

"Banyak partai sekarang mencoba menjadi partai tengah. Indonesia sangat beragam dan partai-partai yang mendukung keberagaman akan mendapatkan suara,” ujar Airlangga Hartarto, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar.

“Generasi pemilih yang baru lebih terlibat dalam pasar dan budaya global, dan lapangan pekerjaan serta kualitas hidup merupakan prioritas bagi para pemilih ini.”

Hampir dua pertiga penduduk Indonesia berusia di bawah 35 tahun dan mulai menikmati buah dari pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dalam pemilihan gubernur Jakarta tahun lalu, para pesaing menggunakan taktik melawan kandidat terdepan Joko Widodo dengan menunjukkan bahwa kandidat wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, adalah keturunan China dan beragama Kristen. Keduanya menang dengan mudah.

Pragmatis

Analis politik dan penasihat wakil presiden, Dewi Fortuna Anwar, mengatakan bahwa Islam merupakan faktor kuat dalam masyarakat yang 90 persen penduduknya mengaku Muslim.

“Namun dalam politik, sebagian besar warga Indonesia masih melihat pada masalah-masalah yang lebih pragmatis,” ujarnya.

Adanya dugaan kasus korupsi yang melanda Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dengan adanya investigasi dalam skandal impor daging sapi,  tidak membantu Gubernur Ahmad Heryawan mendapatkan suara lebih banyak.

“Skandal-skandal korupsi memang memiliki dampak terhadap pemilih di tingkat lokal dan nasional,” ujar Dian Permata, peneliti di Freedom House.

“(Partai-partai agama) telah mempresentasikan dirinya sebagai alim dan bersih, namun sekarang ini ada kepindahan pemilih dari partai-partai Islam ke partai-partai nasionalis.”

Partai-partai agama naik popularitasnya setelah mundurnya Soeharto pada 1998. Namun menurut data dari Komisi Pemilihan Umum, dukungan terhadap partai-partai Islam turun hampir 10 persen, menjadi 24 persen dalam pemilihan nasional, antara pemilihan 2004 dan 2009.
Pada akhir 2012, dukungan ini menurun menjadi kurang dari 10 persen, menurut salah satu survei independen.

“Agama bukan lagi masalah utama bagi pemilih, dan seharusnya sebagian besar partai menyadarinya,” ujar Hasto Kristianto, wakil sekretaris jenderal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
(Reuters)
Continue reading →
Monday, February 25, 2013

Harun Yahya: Muslim Indonesia agar Menyiapkan Diri Menjemput Masa Keemasan

0 comments
Cendikiawan Turki  Dr. Adnan Oktar

Cendikiawan Turki Dr. Adnan Oktar yang kondang di dunia dengan nama pena Harun Yahya menyatakan, Muslim Indonesia agar menyiapkan diri menjemput masa keemasan yang datang sepuluh tahun ke depan.

"Asal anda bersatu, tidak terpecah-pecah, Insya Allah kebangkitan Islam di Asia akan berpusat di Indonesia. Kami di Turki akan mendorong 'renaissance' (kebangkitan kembali) yang sama di Eropa," katanya dalam wawancara khusus dengan Antara di kediamannya, pinggiran selat Bhosporus, Istanbul, Turki, Sabtu.

Harun Yahya adalah cendekiawan Muslim yang dihormati dan punya andil besar dalam perjuangan Islamisasi dalam masyarakat Turki yang sekuler.
Ia dianggap tokoh yang mengantarkan kemenangan Partai Keadilan dan Kesejahteraan (AKP) dalam Pemilu di Turki dan keberhasilan Abdullah Gul menduduki kursi orang nomor satu di negara sekuler itu. Abdullah Gul meraih suara mayoritas dari parlemen yang memang didominasi AKP.

Ini dianggap sejumlah kalangan sebagai awal era Islamisasi Turki yang dalam kurun waktu lama sangat kuat memegang sekularisme.
Terhitung, sejak ambruknya Khilafah Islamiyah Turki pada 1924, negeri itu menjadi simbol sekulerisme dipelopori pendirinya, Mushtafa Kamal Ataturk. "Islam sudah bangkit di Turki dan tentu saja di Indonesia," katanya.

Harun pernah datang ke Indonesia dua tahun lalu dalam Konferensi Cendikiawan Muslim dunia dan melihat perkembangan pemahaman dan pelaksanaan Islam yang makin kuat di Indonesia.

Semarak agama dan ibadah sangat terasa, namun dari segi-segi kepartaian dianggap terlalu banyak partai yang berlabel Islam. "Sekarang kehidupan partai di negeri Anda nampak masih berkaum-kaum, nanti Insya Allah akan fokus bersatu," kata Harun Yahya yang menulis ratusan buku dan DVD tentang Islam dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Situs yayasannya bahkan dikunjungi lima juta orang setiap bulan.

Ia menekankan pentingnya kaum Muslim di Indonesia, Turki atau di mana pun untuk berjuang menggapai kekuasaan melalui cara-cara demokratis lewat Pemilu, bukan dengan kekerasan, anarki, apalagi terorisme. "Prinsip Islam itu sejalan dengan demokrasi. Mari berjuang dengan cara (demokrasi) ini," nasihatnya.

Dalam 10 tahun yang akan datang, lanjutnya, Islam akan bangkit setelah terpuruk akibat serangan 11 September 2001.

Islam yang "Rahmatan Lilalamin" sudah dibajak oleh radikalisme Taliban dan Al-Qaida. "Mereka bukan representasi Islam. Mayoritas Muslim adalah moderat dan cinta damai. Terorisme dan kekerasan bukan jiwa Islam," katanya. Tapi radikalisme dan terorisme, justru membuat fobia Islam (ketakutan pada Islam) meningkat di
Eropa dan negara Barat.

Ia mengatakan model pemerintahan masa kekuasan Otoman 500 tahun lalu bisa mengakhiri fobia Islam dan paranoia di Barat terhadap Islam dan kaum Muslimin. Kesultan Otoman (Usmaniyah), katanya, sangat toleran terhadap warga Kristen dan Yahudi selama berabad-abad masa kekuasaannya.

Indonesia dan Turki bisa berperan penting dalam menepis isu terorisme dan Islamophobia di Barat, dan harus berkampanye mencegah prasangka buruk dan pemahaman yang salah tentang isu-isu itu. "Misi kita adalah agar Barat bisa memahami Islam yang sebenarnya dan tidak salah faham terhadapnya," demikian Dr. Harun Yahya. (ant/ah)

Source : Cyber-Sabili-com
Continue reading →
Friday, February 15, 2013

CAGUB KOK POLIGAMI?

0 comments


Oleh : Paox Iben Mudhaffar

Memprihatinkan. Hanya kata itu yang sanggup saya ucapkan ketika sebagian besar calon gubernur NTB, termasuk incumbent--disinyalir melakukan praktik Poligami. Bahkan salah seorang calon disinyalir memiliki istri lebih dari dua. Jikapun ada calon yang tidak berpoligami, namun diinternl partai pengusungnya, para kader partai ini –sebagaimana dikemukakan sang pendiri diberbagai media--sering diasumsikan sebagai orang-orang yang pro-poligami. Memang ada yang salah dengan Poligami?

Dalam sejarah Islam maupun kajian fikih klasik, poligami memang memiliki legitimasi yang cukup kuat. Meminjam istilah Derrida, hal itu seakan telah menjadi logosentrisme: kebenaran yg terang-benderang dan tidak bisa diperdebatkan lagi. Sebab selain mendapat legitimasi tekstual (nash) juga mendapat dukungan secara kultural dan terus direproduksi dalam praktik atau wacana sosial. Tapi jelas pula, dalam kehidupan modern, praktek poligami amat problematik. Apalagi jika itu menyangkut pejabat publik semisal calon Bupati atau Gubernur ini. Kita tidak bisa menutup mata jika persoalan istri para pejabat adalah semata persoalan privat, individual, yang tidak boleh diketahui oleh publik. Sebab ketika seorang (laki-laki) menjadi pejabat biasanya secara otomatis, istrinya juga menduduki posisi strategis dalam lembaga-lembaga publik semisal organisasi Dharma Wanita, Tim Penggerak PKK dst. Organisasi tersebut juga di support oleh dana pemerintah yang nota bene adalah uang publik. So, bukankah persoalan ini layak menjadi perbincangan publik? Apalagi seorang Istri pejabat sekelas gubernur! Biasanya istri pejabat itu juga terlibat aktif dalam kampanye program-program pemerintah ketika suaminya menjabat. Lihat saja foto-foto mereka di sepanjang jalan atau di depan kantor-kantor pemerintahan.

Kemandulan Teologis

Dalam konteks Fiqiyyah maupun diskursus tafsir keagamaan kontemporer, mempraktekkan poligami dalam masyarakat modern sekarang ini bisa dibaca sebagai bukti kemandulan teologis. Dari sisi historis, konteks pembolehan poligami dalam Islam pada mulanya bertujuan justru untuk membatasi, bukan menambah jumlah istri. Sebab, dalam masyarakat Arab ketika itu, perempuan ibarat "obyek" yang boleh diapasajakan oleh laki-laki. Maka banyak orang, termasuk Umar ibn al-Khatab, sebelum menjadi muslim, tega mengubur bayinya yang terlahir perempuan. Di masa Arab jahiliyah, orang bisa beristri berapa saja, siapa saja. Asalkan mampu, asalkan bisa.

Kemudian Islam datang dengan menawarkan sebuah aturan "jika terpaksa, maksimal empat". Mengapa empat? Kajian Leonard Swidlerdalam Women in Judaism: The Status of Women in Formative Judaism (1976: 144-8) cukup menarik disimak. Sebagaimana bisa diduga, poligami adalah praktek budaya yang dulunya juga lumrah di kalangan kaum Yahudi. Dalam tradisi Yahudi, rupanya pembolehan poligami juga dibatasi sampai maksimal empat. Agaknya, poligami sebagai model hubungan lelaki-perempuan yang turun-temurun diwarisi dari tradisi Yahudi itu di zaman Muhammad SAW telah berkembang demikian tak terkendali di tanah Arab. Sehingga Al-Quran kemudian mengembalikan tradisi itu kepada batas toleransi "maksimal empat" tersebut.

Terlepas benar-tidaknya hal di atas, menurut hemat saya, pada dasarnya monogami adalah bentuk hubungan sah lelaki-perempuan paling ideal dalam Islam. Sebab kata kuncinya adalah “ADIL” . Jika kita baca kembali terutama QS 4: 3-4, dan ditegaskan lagi dalam (QS 4: 129), adil itu hampir mustahil bisa dicapai seorang suami beristri lebih dari satu. Artinya, dengan pesan universal yang bisa diterima pemahaman manusia dari berbagai latar budaya dan sejarah, dengan ketentuan "maksimal empat" itu, Al-Quran sebenarnya sedang meletakkan fondasi penting buat kesederajatan lelaki-perempuan. Dengan "adil" sebagai hakikat pesannya, soal wujud hubungan legal itu selanjutnya diserahkan kepada kematangan umat Islam dalam mempraktekkannya. Tapi arahnya jelas, dari satu laki-laki dengan jumlah istri tak terbatas, menjadi maksimal empat istri, menuju monogami sebagai bentuk ideal.

Karena watak patriarkis yang mengidap ketidakadilan itu, jangan lupa, dari sisi hukum, poligami juga selalu menjadi perdebatan aktual. Ingat, betapa tidak berkenannya Rasulullah saat Ali r.a., sang menantu, menunjukkan isyarat hendak memadu Fatimah, putri kesayangannya. Sembari berdiri di atas mimbar, Rasulullah berkata, "Aku tidak akan kasih izin, kecuali Ali ibn Abi Talib terlebih dulu menceraikan anak perempuanku jika ia mau mengawini anak-anak gadis mereka. Sebab, Fatimah adalah bagian dari tubuhku, aku membenci apa yang dia benci untuk dilihat, dan apa yang melukainya juga melukaiku" (Sahih Bukhari, Vol. 7, Kitab 62, No. 157).

Sekali lagi, jika diskusi seputar isu poligami ini ditambatkan hanya pada soal hukum, kita tidak akan sampai ke mana-mana. Lebih-lebih menempatkannya semata sebagai urusan pribadi. Ini adalah persoalan sosial, perkara relasi kuasa yang timpang, masalah ketidakadilan atas kaum perempuan. Jelas pula, status poligami mendesak untuk direvisi kedudukannya dalam hukum Islam yang kita anut. Menggugat poligami dalam konteks masyarakat kita bukanlah menentang ayat Tuhan, melainkan justru menerjemahkan pesan esensial dari agama Islam: tentang keadilan. Dan perempuan, sebagai kaum yang dilemahkan sekian lama, menurut Chandra Mohanty dalam Feminism without Borders (2003: 236) memiliki "potential epistemic privilege" guna mewujudkan sistem sosial yang adil bagi semua pihak.

Mengekalkan Penindasan

Sebagai pemimpin yang dijadikan panutan banyak orang, mempraktekkan tindakan yang dari banyak segi jelas problematik amatlah tidak mendidik. Demikian juga yang terjadi dibumi Nusa Tenggara Barat ini. Ketika seorang pemimpin atau calon pemimpin mempraktikkan poligami, maka ia telah “menyakiti” sebagian besar ranah publiknya sendiri dengan menimbulkan huru-hara pewacanaan yang kontra produktif terhadap arah pembangunan dan cita-cita kepemimpinannya.

Ketika masyarakat, mendengar rumor Gubernurnya yang masih muda, Tuan Guru dan “ganteng” itu kawin lagi misalnya, publik pun—terutama ibu-ibu diperkampungan-- berekasi cukup keras. Apa pasal? Sebab ia bukan sekedar sosok idola sebagaimana para artis. Ia adalah sosok panutan; Muda, cerdas, berkuasa, dan layak menjadi panutan karena predikatnya sebagai Tuan Guru. padahal itu baru rumor(yang bersangkutan sllu menolak berkomentar soal itu). Publik pada umumnya sangat menaruh harapan jika Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi baik secara pribadi maupun sebagai tuan guru adalah sosok yang moderat dan terbuka, karena itu ia akan memberi suri tauladan yang baik serta “melindungi” hati para pengikutnya, terutama para ibu-ibu dan perempuan pada umumnya dengan memberantas budaya kurang baik.

Dengan melakukan Poligami, itu sama saja memberi anjuran dan memberi legitimasi kepada setiap lelaki di Nusa Tenggara Barat ini untuk melakukan praktik yang sama. Hal tersebut juga sangat kontra produktif misalnya dengan kampanye keluarga sehat, sejahtera, yang selama ini digembar-gemborkan pemerintahan yang dipimpinnya. Bukankah keluarga itu merupakan pilar utama pembangunan?

Dengan melakukan praktik poligami, sesungguhnya dia telah terjerat dalam permainan kekuasaan patriarkhis dan mengekalkan struktur penindasan terhadap kaum perempuan secara nyata.

Memang belum ada penelitian yang secara rigid menyebutkan, berapa jumlah poligami yang dilakukan di NTB ini, berapa istri-istri berikut anak-anak yang terlantar akibat praktik “semena-mena” itu. Berapa kasus KDRT yang terjadi dalam rumahtangga yang melakukan praktik Poligami? Apa efek sosial dan budaya dari hal ini. Semua itu memang belum muncul kepermukaan, tetapi publik, terutama ibu-ibu dan kaum perempuan-- tidaklah buta.

Jika kita menerima bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan, baik secara sosiologis maupun teologis, memang sederajat, mari kita bersepakat pula bahwa poligami bukanlah persoalan pribadi. Sebagai praktek sosial, ia adalah lembaga patriarkal yang memberikan privilese kuasa bagi laki-laki sembari menempatkan perempuan sebagai pecundang. Jangan lupa, jika ditelusuri, nalar ini tidak berhenti di sini. Ketika asumsi "lelaki superior, perempuan inferior" telah diterima sebagai common sense, siapa saja yang"dilelakikan" dengan sendirinya memiliki privilese atas kuasa dan kebenaran. Sementara itu, siapa saja yang "diperempuankan" harus tunduk sebagai kaum lemah yang sewaktu-waktu siap sedia menjadi korban, menjadi tumbal.

Karena itu, sesuai dengan capaian kematangan kita dalam pemahaman atas keadilan, termasuk kesederajatan laki-laki dan perempuan, secara sosiologis poligami tidak bisa dibenarkan. Dalam hal ini, isyarat positif pemerintah untuk segera memperluas cakupan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil perlu mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Penutup

Mencermati perkembangan perpolitikan di NTB, terutama diseputar pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini, saya jadi sangsi, adakah calon Gubernur yang berpihak pada nasib kaum perempuan? Padahal merekalah jumlah penduduk terbesar, sekaligus pemilih terbesar dan potensial yang diperebutkan oleh para kandidat. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Wacana peningkatan kualitas IPM yang menjadi agenda utama para kandidat, termasuk pengentasan gizi buruk dll tentu akan mengalami hambatan yang signifikan. Apa pasal? Sebab kekerasan struktural yang berbasis pada pembiakan budaya patriarkhal ini akan terus berlangsung dan itu, tentu saja akan mengesampingkan program keluarga harapan seperti digembar-gemborkan pemerintah melalui program PKH yang sudah berlangsung.

Saya juga tidak tahu bagaimana kesan dan tanggapan para aktivis perempuan pada umumnya dengan fenomena ini. Namun dari beberapa komentar di facebook, saya cukup kaget juga sebab nampaknya sebagain mereka—terutama yang berafiliasi dengan parpol pendukung kandidat calon gubernur justru bersikap kooperatif dengan mendomestifikasi persoalan poligami ini sebagai ranah personal. Wallahu’alam bi  al shawwab

Mataram, 13 Feb 2013
Continue reading →
Friday, January 25, 2013

SATU SATUNYA DI DUNIA-Islamic Center Mataram

2 comments
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hanya satu-satunya kelompok sosial di dunia yang mencintai masjid lebih dari segala jenis bangunan lainnya, Itulah masyarakat Lombok. Gelar Pulau Seribu masjid untuk Lombok bukan pemberian tapi konotasi otomatis karena berbanding lurus dengan faktanya. Saya yakin, kelak dikemudian hari, ketika para ilmuwan sudah berjumlah banyak di Lombok, maka masjid2 ini akan dipakai sebagai 'center of excellent'. Optimis.

[Contoh saja] Sejak tiga tahun lalu, masyarakat Desa Tanak Beak, Narmada Lombok Barat telah membangun sebuah masjid yang sampai tahap ini telah menelan biaya lebih dua milyar rupiah. Masjid Nururrahim ini memiliki beberapa hektar tanah wakaf, namun masyarakat tidak sudi menggunakan sumber dana abadi mereka untuk membangun masjid itu. Mereka bergantian, kampung perkampung memenuhi jadwal kerja gotong royong. Ada juga program memborong pengecoran berbagai gedung dan upahnya mereka wakafkan untuk pembangunan masjid tersebut. Orang miskinpun tidak mau ketinggalan. Mereka punya caranya sendiri.

Itulah masjid, sebagai monumen mereka tentang agama sebagai pemersatu mereka, tentang kerja keras mereka, tentang kesabaran dan daya tahan mereka dan bahwa mereka bahkan melebihi Amerika Serikat yang patung Liberty-nya justru hadiah dari Negara lain, Francis.

Apapun argumennya, menomor duakan masjid di depan orang Sasak Lombok adalah tanda ketidak fahaman terhadap mereka. Pernah seorang penceramah mencemooh masyarakat yang terkesan menomor duakan kesejahteraan mereka sendiri daripada bangunan masjid dan pergi hajji, maka saya mendapat berondongan komplain dari masyarakat Tanak Beak: "mengapa anda membawa penceramah yang tidak mengerti bahwa mencintai Allah adalah landasan dari semua pengharapan kita?"

Mungkin maksud jamaah tadi adalah, manusia seharusnya menunjukkan dahulu pengorbanannya kepada hal-hal yang disukai Allah baru merumuskan permintaan dan ikhtiarnya? bukankah Berhajji dan membangun masjid adalah satu dari pengorbanan yang diperintah dan dicontohkan Rasulullah?

Ada seorang calon jamaah haji, berangkat seorang diri, lalu diberi usulan agar dia menunda keberangatannya sampai istrinya punya ongkos hingga bisa berangkat bersama. Suami itu menjawab: "Bukankah multazam itu tempat paling makbul? Saya berangat dahulu nanti di sana saya bisa mendoakan istri saya agar segera punya ongkos dan beranagkat bersama jamaah lain atau kami bahkan bisa berangkat bersama?" Lihat betapa dahsyat optimisme jamaah ini terhdap janji Allah dan Rasulnya. Sesuatu yang tidak masuk dalam hitungan ala modern yang materialistis.

Ada juga sebuah keluarga yang suaminya kurang sehat, istrinya menyerahkan uang kepada panitia masjid sebagai wakaf dan
minta didioakan oleh jamaah agar penyakit suaminya segera mendapat jalan kesembuhan dari Allah SWT. Dan memang sembuh.

Satu hari, dilaksanakan pertemuan Panitia Pembangunan, saya menyampaikan keluhan para intelektual kita yang sering kesal dengan bangunan masjid2 megah namun jamaahnya tidak banyak. Seorang tua uzur angkat bicara: "Kami orang bodoh, hanya bisa mununjukkan cinta kami pada agama dengan cara mengerjakan bangunannya. Untuk urusan meramaikan jamaah? itulah bagian anda orang2 pintar untuk mengaturnya kami." Wow saya tidak punya kata lain selain kekaguman pada semangat mereka.

 
Mengacu pada isi diskusi di Forum Diskusi Membangun NTB (FDMN) ini, saya sampaikan pengandaian, sekiranya Islamic Center NTB dan Menara Asmaul Husna-nya tidak dilanjutkan oleh Pemerintah [dengan argmen apapun juga], apa tindakan kita? Mereka serentak mengacungkan tangan dan meminta saya untuk memimpin melanjutkannya. Pate'en* dengan Pemerintah yang telah tega membangun Per-WC-an alias JAMBANISASI ratusan milyar namun tak sudi membangun masjid sebagai pemersatu semangat ummat.

Beberapa hari setelah itu, saya sampaikan hal itu kepada Tuan Guru Shafwan Hakim, beliau dengan semangat menjawab "Siap. Kita lanjutkan jika Pemerintah dan sebagian masyarakat NTB memang lepas tangan".

Tak ada bandingannya di dunia ini, semangat membangun masjid yang ada di dada orang2 Sasak Lombok. Dengan demikian saya memperediksi Tanah Wakaf Milik Allah yang terluas di dunia adalah di Lombok. Setidaknya jika dihitung secara proporsinal menurut jumlah penduduk muslimnya. Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Narmada, 25 Januari 2013
Continue reading →
Sunday, January 20, 2013

Sunat Perempuan di Indonesia Berbeda dengan Afrika

0 comments
 
Baru-baru ini PBB mengeluarkan resolusi yang menyatakan larangan terhadap female genital mutilation (FGM) atau kadang diidentikkan dengan sunat perempuan. Tapi untuk di Indonesia, sunat perempuan yang dilakukan jauh berbeda dibanding dengan Afrika.

Menkes dr Nafsiah Mboi di sela-sela acara konferensi pers Natal Nasional 2012 di JCC, Jakarta, Rabu (26/12/2012) menuturkan waktu itu ketika ia masih menjabat sebagai Direktur WHO, diadakan penelitian mengenai female genital mutilation (FGM) dan bukan sunat.

"Jadi di beberapa daerah di dunia terutama di Afrika karena peneliti-peneliti dari WHO lebih banyak di Afrika, menemukan 'sunat' sebenarnya lebih banyak terjadi mutilasi pada alat kelamin perempuan," ujar Menkes.

Setelah diteliti ternyata tidak ada kaitannya dengan agama, tapi lebih banyak dengan adat istiadat yang mana pandangannya perempuan itu sebelum menikah tidak boleh melakukan hubungan seks dengan siapa pun.

Pada prosedur ini alat kelaminnya dijahit termasuk klitoris dipotong sehingga seringkali ketika misalnya dia pertama kali melakukan hubungan seks akan terjadi perdarahan dan sakit luar biasa, apalagi waktu melahirkan luar biasa jelek dampaknya.

"Saya waktu itu sebagai direktur di WHO bersama-sama kami membuat gerakan karena ini melanggar hak asasi perempuan. Oleh karena itu yang kita minta jangan sampai terjadi dengan alasan apapun, apakah adat, agama terjadi perusakan alat reproduksi perempuan. Oleh karena dilakukan dengan tidak baik, seringkali terjadi infeksi," imbuhnya.

Sementara itu Menkes menjelaskan FGM jelas ditolak karena memang benar melanggar hak asasi perempuan. Tapi untuk di Indonesia pada dasarnya penelitian menunjukkan sunat perempuan jauh berbeda dengan prosedur tersebut.

"Kadang hanya iris, memegang. Tapi itulah waktu Ibu menteri yang lalu dikeluarkanlah keputusan Menteri Kesehatan, supaya harus dilakukan secara higienis, harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dan sebagainya. Tetapi kalau dari pertimbangan agama toh harus dilakukan, jangan sampai menyebabkan kerusakan, infeksi atau apapun," ujar Menkes.

Praktik female genital mutilation (FGM) diyakini bisa membantu mengontrol seksualitas dan meningkatkan kesuburan seorang perempuan. Namun Majelis Umum PBB telah secara bulat menyetujui larangan secara global terhadap praktik FGM ini.--detikHealt--
Continue reading →

UNGKAPAN RINDU PAHLAWAN DEVISA

1 comments
 
**
Siapa yang meninakbobokan mu, ketika malam hadir, Malaikat kecil ku..
Siapa yang menyeduhkan kopi untukmu,Wahai suami ku..
Siapa yang membantu mu memasak, Ibu...
Siapa lagi yang engkau nasehati Setelah ku pergi, Ayah..
Siapa yang mendengar curhatmu Ketika ku tidak ada, Adikku..

Aku rindu semua, Aku ingin segera pulang..
Namun aku masih harus disini, Mengais rejeki..
Walau dengan hati berat..
Walau harus menanggung rindu..
Jika ada pilihan lain, ku hanya ingin pulang..
Jika nasib tidak seperti ini,ku pasti tidak disini..

Ma'afkan aku, anakku..
Restui aku Suamiku..
Do'akan aku ibu..
Kuatkan aku Ayah..

Dan Pada Mu Tuhan ku...
Aku hanya ingin merubah nasib ini..
Aku hanya ingin hidup lebih baik
Ku pinta Lindungilah Hamba Mu...
Jika ada yang terjadi pada ku, Itu adalah bagian dari Takdirku
Jika aku salah ..Itu adalah khilaf ku..

Aku tidak minta di kasihani..
Aku tidak mengemis..      
Aku tidak menyembah selain Tuhan ku
Aku tidak melanggar Hukum

Aku rindu cinta ku
Aku rindu kampung ku
Aku rindu tanah ku
Aku rindu Negeri ku.....

Aku Merindu...

~*
Continue reading →
Saturday, January 19, 2013

Hari ke-97 Pak Jokowi di DKI

0 comments
Bisa dibilang, pak JOKOWI lebih dari sekedar artis di dunia Politik Pemerintahan RI saat ini, karena beliau satu-satunya kepala daerah yang langsung mengerumuni berbagai media massa di tanah air. Hal itu terbukti dengan antusias warga yang beliau pimpin bak "gula yang dikerumuni semut".

Namun, Gula tetaplah Gula, Pak Jokowi tetaplah Pak Jokowi. Jika Gula rasanya akan selalu manis, namun tidak demikian bagi Pak Jokowi. Menjadi Kepala Daerah di DKI Jakarta bukannya menikmati santapan enak nan lezat atau merasakan nyenyaknya tidur di kasur empuk setara pejabat-pejabat lain. Justru malah beliau dihadaptugaskan dengan kepahitan air banjir yang tengah melanda wilayah kekuasaannya.

Bayangkan saja di hari yang ke 97 ini, Banjir yang melanda Ibu Kota Negara telah menelan kerugian telah mencapai triliunan rupiah. Allahu Akbar. Banjir kali ini tercatat merupakan banjir terbesar sepanjang sejarah panjang Banjir di DKI.

Yang Sabar ya Pak....!!!

Saya yakin dengan kerja keras, ketekunan serta kesabaran Bapak beserta jajaran anda, Insya Allah kondisi Jakarta akan kembali Normal. Aamiin..

Lanjut ke kiprah pak Jokowi di hari yang ke 97.
Pak Joko mengajak semua elemen masyarakat pada umumnya lebih-lebih jajaran-jajaran kepemerintahan di DKI agar bersama-sama bahu membahu mengatasi, serta memecahkan masalah banjir yang menjadi langganan DKI setiap tahunnya.

Pilihan kabar detikNews berhubungan dengan hal di atas menyangkut :

5 Arahan Jokowi ke Wali Kota dan Camat Terkait Banjir

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memanggil semua Wali Kota, camat, dan instansi terkait dalam rangka tanggap darurat banjir. Jokowi memberikan 5 arahan penting, sebagai berikut.

"Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang bekaitan dengan banjir yang kita hadapi sekarang ini. Lapangan yang saya lihat sementara ini masih dikelola dengan baik hanya saja ini kesulitan-kesulitan di lapangan bisa disampaikan secara cepat ke atas. Sampai saat ini saya belum pernah belum adanya keluhan-keluhan. Hal yang sangat kecil belum disampaikan ke saya. Tolong disampaikan ke saya," kata Jokowi saat memimpin rapat "Pengarahan Gubernur Provinsi DKI Jakarta kepada Para Walikota dan Camat Tentang Pengendalian Banjir di Wilayah DKI Jakarta" di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, Minggu (20/1/2013).

Arahan pertama, Jokowi ingin semua jajaran Pemprov DKI memperhatikan isu-isu besar di masyarakat. Setiap ada kerusakan infrastruktur penting harus diperhatikan dan dilaporkan.

"Isu-isu besar masyarakat harus memperhatikan. Jebolnya bendungan di Latuharhary, harus menjadi fokus. Jangan sampai tambah besar, tambah besar. Seperti itu, tolong segera diberitahukan," kata Jokowi yang menganakan kemeja putih dan celana kain hitam khasnya tersebut mengawali arahannya.

Jokowi menyesalkan banjir di basement Plaza UOB di Jl MH Thamrin yang memakan korban jiwa. Dia menyayangkan tidak ada yang menginformasikan kepadanya sejak hari pertama.

"Kedua adanya korban, misal di UOB. Kalau memang diapastikan ada korban di dalam. Semestinya hari pertama konsentrasi di sana. Korban manusia menjadi prioritas nomor 1. Saya mesti diinfo dari BNPB, Pemadam Kebakaran, saya bisa menentukan apa yang bisa kita kerjakan. Hal-hal yang menyangkut keselamatan manusia harus dinomor 1 kan," kata Jokowi.

"Ketiga, memastikan kebutuhan dasar, suplai makanan, air bersih, MCK, selimut, pakaian, pastikan ada di pengungsian-pengungsian besar. Jadi prioritas. Yang keempat, Pak Walikota, membangun partisipasi lokal, pengusaha, masyarakat, untuk melakukan tindakan tanggap darurat ini," lanjut Jokowi.

Dia lantas meminta semua kegiatan penting dipastikan berjalan dengan baik. Sekolah-sekolah harus tetap dilakukan dengan pelajaran ringan, evakuasi banjir di tempat yang kurang aman harus disegerakan.

"Kelima sampaikan kegiatan yang penting-penting tadi, Sekda, baik menyangkut adanya jumlah korban, cakupan luas bencana dan jumlah pengungsinya, kemudian perkembangan evakuasi. Kita lihat di Pluit, Penjaringan, masih banyak yang perlu dievakuasi karena tidak mau ke luar dari rumahnya, kemudian prasarana sekolah, Kadis pendidikan ada? Tolong nanti disampaikan. Berikan pelajaran yang ringan-ringan kepada anak-anak, pastikan ada di tempat," tegasnya.

"Terakhir, situasi dan kondisi pelayanan umum dijaga. Kita berharap tidak ada hujan besar, tapi bapak ibu juga harus bersiap-siap, Minggu depan akan ada hari hujan besar, pas air pasang naik. Siapkan sarana prasarana evakuasi kalaupun nanti terjadi," pungkasnya.

(van/mad)
Continue reading →
Friday, January 18, 2013

Korban Banjir Berduit Mengungsi ke Hotel

0 comments
 
Jakarta: Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jakarta membuat ribuan warga terusir dari tempat tinggal mereka. Warga meninggalkan rumah dan harta benda untuk mengungsi ke tempat lebih aman.

Sebagian pengungsi umumnya hijrah ke rumah kerabat atau barak-barak yang telah disediakan berbagai pihak. Sebagian lain memilih hotel untuk tempat tinggal mereka. Alasannya beragam, mulai jauh dari kerabat hingga mencari kenyamanan.

Epi Tessa (33), satu dari sekian banyak warga yang memilih mengungsi ke hotel. Ia bersama keluarga meninggalkan rumah mereka di Kebon Pala 2 RT6 RW4, Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Selasa 15 Januari lalu.

"Waktu itu ketinggian air sekitar satu meter," kata Epi kepada metrotvnews.com, Jumat (18/1).

Epi bersama suami dan anak memilih hijrah ke Hotel Mega Matra, Jakarta Pusat. Tempat itu dipilih karena aksesnya mudah dari tempat tinggal mereka. Tercatat sudah tiga malam Epi dan keluarga menginap. Mereka merogoh kocek Rp350 ribu per-malam.

Menurut Epi, ia memilih tinggal di hotel semata-mata karena memiliki anak berusia dua tahun. Ia mencari kenyamanan untuk sang anak, Rafkha Raditya Alhamid. Di hotel, kata Epi, juga lebih mudah mencari keperluan untuk anaknya.

"Kasihan anak saya kalau di barak pengungsian," kata Epi.

Tingkat hunian di sejumlah hotel di Jakarta meningkat dalam dua hari terakhir. Misalnya, Hotel Haris yang terletak di Tebet, Jakarta Selatan. Hampir seluruh kamar di hotel tersebut, telah terisi.

"Dalam dua hari ini memang terasa peningkatan. Banyak juga tamu perorangan, artinya bukan grup atau perusahaan. Tapi tidak tahu apakah mereka korban banjir" kata Ade, petugas pelayanan Hotel Haris, Jumat siang.

Menurut Ade, dari 180 kamar di Haris, lebih dari 170 sudah terisi. Sebagian adalah tamu dari perusahaan di daerah.(IKA/DSY)
Continue reading →