Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
ALT_IMG

The Time Is Very Important

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...

ALT_IMG

Tolonglah Saya Dengan Do'a Anda

Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..

Alt img

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...

ALT_IMG

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat yang Berbeda

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...

ALT_IMG

Separuh Aku Adalah Separuh Kamu dan Separuh Mereka

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...

ALT_IMG

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki. Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah. Readmore...

ALT_IMG

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...

Showing posts with label Mutiara. Show all posts
Showing posts with label Mutiara. Show all posts
Saturday, March 16, 2013

6 (Enam) Mualaf Wanita Di Inggris Masuk TV

0 comments
Sebanyak enam wanita mualaf Kota Rossendale, Inggris menjadi aktris dalam sebuah acara televisi dokumenter tentang agama. “Make Me a Muslim”, demikian nama program televisi yang tayang di channelBBC Three tersebut.

Ide program TV dokumenter tersebut berawal dari meningkatnya jumlah warga Inggris yang memeluk agama Islam. Para muallaf Inggris tersebut pun didominasi oleh wanita. BBC Three berinisiatif mengeksplor peningkatan angka tersebut.

Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menayangkan kisah nyata perjalanan beberapa mualaf wanita hingga akhirnya melantunkan syahadat.  Seperti halnya reality show pada umumnya, para kru televisi mengikuti aktivitas mualaf wanita sehari-hari.

Tanpa rekayasa ataupun naskah skrip, mereka menggambarkan kegiatan enam mualaf muslimah tersebut selama dua hari. Salah satu mualaf muslimah yang diikut sertakan dalam program tv tersebut yakni Vicky Inaya Westerman (28 tahun).

Vicky merupakan seorang warga Rossendale Inggris yang memeluk Islam setelah mengalami depresi. Saat depresi berat, penganut Kristen tersebut mulai membaca Alquran. Sejak itulah, ia terpesona dengan kitab suci dan agama rahmatan lil alamin ini. Mantan customer service tersebut pun mampu mengobati depresinya setelah membaca Alquran hingga kemudian memeluk Islam pada tahun 2008.

Saat sekolah di SMA Haslingden, Vicki sebenarnya telah mengenal banyak teman Muslim. Interaksi dengan teman-temannya ini lah yang pertama kali membuatnya tertarik dengan Islam.

“Mereka tidak pernah menekan saya,” ujarnya sedikit mengisahkan perjalanannya menuju hidayah.
Vicki mengaku senang dapat ikut serta dalam program agama BBC tersebut. Ia mengaku antusias meski sedikit grogi dan gugup. “Sangat menarik menjadi bagian dari program ini, tapi agak menegangkan juga karena saya tak pernah melakukan hal semacam ini sebelumnya,” ujar Vicki dikutip dari media Inggris Telegraph.

Inggris memang menjadi negara nyaman bagi mualaf meski eksistensi mereka sebagai etnis minoritas. Jumlah muslim Inggris terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2008 terdapat 1,65 juta muslim atau sekitar 2,7 persen dari total populasi negara monarki konstitusi tersebut.

Kemudian, pada 2010, sebanyak 2,8 juta Muslim tinggal di Inggris dengan persentase sebesar 4,6 persen dari total penduduk. Hal tersebut menunjukkan jumlah mualaf yang terus saja bertambah tiap tahunnya.[]

Source : Muslimahzone.com
Continue reading →

SAINGAN TANGGUH DARI LANGIT BAGI PARA ISTERI

0 comments

Allah telah menciptakan satu makhluk yang mirip dengan wanita, yaitu bidadari, sebagai bukti pemuliaan-Nya kepada pria. Allah memberikan bidadari kepadanya, sehingga sekali pun pria mukmin itu masih berada di dunia, bidadari tersebut akan selalu setia menunggunya.

Allah telah menambahkan kemuliaan para pria, yaitu ketika para bidadari turun ke langit dunia untuk mengintip para suami mereka dari balik awan dengan penuh kerinduan.

Rasulullah Saw. pernah bersabda: "Belum lagi bumi kering dari darah syahid, namun kedua istrinya dari kaum bidadari sudah menaunginya seperti dua induk unta yang menaungi anak mereka dari terik sinar matahari." (HR. Ahmad dalam kitab Musnad).

Dalam hadits ini Rasulullah Saw. ingin memberitahukan kepada  kaum wanita bahwa mereka memiliki saingan yang tangguh dari balik awan.

Maka betapa hinanya bagi seorang wanita ketika dia menyakiti suaminya yang sungguh pantas bila wanita itu menjadi hina apabila dia menghinakan suaminya. Oleh karena itu, tidak ada hal lain yang menjadi ukuran kemuliaan diri seorang istri, kecuali menjadi pesaing wanita-wanita yang mulia atau para bidadari yang bermata jeli itu.

Suami yang beriman merupakan orang yang mulia di sisi Allah. Allah akan marah bila ada orang yang menghinakannya, bahkan Dian menyatakan perang terhadap orang yang memusuhinya.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman:
"Barang siapa yang memusushi (menyakiti) kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang dengannya."

Allah SWT menugaskan para bidadari surga untuk menjunjung kemuliaan suami-suami mereka ketika para istri menyakiti para sujami mereka, sekali pun sedikit.

Rasulullah Saw. bersabda: "Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istri suami tersebut yang berasal dari kaum bidadari akan berkata: Jangan sakiti dia! Semoga Allah mencelakakanmi, sebab dia berada bersamamuj hanya seperti orang asing yang akan meninggalkanmu untuk menemui kami.'" (HR. Tirmidzi (hasan) dan Ahmad).

(Source: Buku "Bidadari Surga, agar Engkau lebih mulia darinya" karya 'Itisham Ahmad Sharraf).
Continue reading →

Ahli Ibadah Bisa Tersesat Cukup Dengan Wanita

0 comments

Wanita adalah perhiasan dunia yang sangat indah di mata laki-laki.  Saking indahnya banyak laki-laki yang terpedaya, ketika wanita berhasil dijadikan anak panah oleh Setan untuk menargetkan sasarannya sekalipun ia seorang yang shalih. Bagaimana seorang yang shalih yang ahli ibadah bisa tertipu oleh tipu daya Setan hanya dengan wanita? Padahal ia orang yang sering berdzikir kepada Allah.


Sa’id bin Al-Musayyab radhiyallahu anhu pernah berkata, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi, melainkan dia tidak merasa aman dari gangguan Iblis, yang merusaknya melalui perantara seorang wanita.”

Dan dari hasan bin Shalih, dia berkata, “Aku pernah mendengar setan berkata kepada wanita, “Engkau adalah separuh pasukanku, engkau adalah anak panah yang kuluncurkan dan aku tidak pernah salah sasaran. Engkau adalah penyimpan rahasiaku dan engkau adalah utusanku jika aku membutuhkan.”
Kisah ini diriwayatkan dari Wahb bin Munabbih radhiyallahu ‘anhu. Ada seorang ahli ibadah di kalangan bani israel. Dia adalah orang yang paling tekun beribadah pada zamannya. Pada saat itu ada tiga orang laki laki bersaudara yang memiliki satu saudari lagi, seorang gadis. Ketika mereka hendak pergi untuk ikut dalam perngiriman satuan pasukan, mereka tidak tahu siapa yang akan menjaga dan melindungi saudari mereka, dan kepada siapa dia akan dititipkan. Maka mereka sepakat untuk menitipkan saudari mereka kepada laki laki ahli ibadah di kalangan Bani Israel. Dengan penuh keyakinan mereka mendatangi ahli ibadah itu dan memintanya untuk sudi dititipi saudari mereka, yang berarti saudari mereka itu harus menetap di tempat ahli ibadah dan dalam lindungannya hingga mereka kembali dari peperangan. Namun ahli ibadah menolak permintaan mereka dan dia berlindung kepada Allah dari keberadaan saudari mereka. Mereka terus mendesak ahli ibadah itu hingga akhirnya dia berkenan. Ahli ibadah itu berkata, “Suruhlah dia menginap di sebuah bilik di lantai bawah biaraku.”

Maka mereka menempatkan saudarinya di bilik yang dimaksudkan kemudian mereka meninggalkannya. Dengan begitu, gadis tersebut berada di tempat ahli ibadah untuk sekian lama, yang selama itu pula ahli ibadah turun dari biaranya untuk memberikan makanan kepada sang gadis. Dia meletakkan makanan di dekat pintu biara, kemudian menutupnya kembali lalu naik ke lantai atas dalam biaranya. Setelah itu sang gadis keluar dari biliknya untuk mengambil makanan yang sudah diletakkan ahli ibadah.

Setan cukup sabar menghadapi ahli ibadah itu dan senantiasa membuatnya senang melakukan kebaikan, sambil membesar besarkan masalah jika gadis itu keluar pada siang hari dan menakut nakutinya andaikan ada orang lain yang melihat keberadaan gadis itu di biaranya. Maka setan menambahi tipu muslihatnya dengan berkata, “Andaikan engkau mau berjalan ketika membawa makanannya , lalu engkau meletakkannya didepan biliknya, tentu pahalamu semakin bertambah besar.”

Setan terus menerus membujuknya hingga dia mau berjalan mendekati bilik gadis dan meletakkan makanannya di depan pintunya, tanpa berbicara sedikitpun. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Kemudian Iblis mendatangi ahli ibadah dan menganjurkannya kepada suatu kebaikan, seraya berkata, “Andaikata engkau mau berjalan membawa makanannya dan meletakannya di dalam biliknya, tentu pahalamu semakin besar.” Iblis senantiasa membujuk ahli ibadah hingga dia mau berjalan membawa makanannya dan meletakkannya di dalam bilik sang gadis. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Iblis menyuruh ahli ibadah kepada kebaikan dan menganjurkannya, seraya berkata, “Andaikata engkau mau berbicara dan mengobrol dengannya, tentu engkau akan bisa menjaganya, karena dia bisa saja dimangsa binatang buas.” Iblis senantiasa membujuknya, hingga ahli ibadah itu mau berbincang bincang dengan sang gadis dari atas lantai di atas biaranya hingga beberapa lama.

Setelah itu Iblis mendatangi ahli ibadah dan berkata membujuknya, “Andaikata engkau mau turun ke biliknya, duduk di depan pintu biaramu dan mengajaknya berbincang bincang denganmu, tentu hal itu lebih dia sukai.” Iblis senantiasa membujuknya hingga ahli ibadah mau duduk di depan pintu biaranya dan keduanya berbincang bincang. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Iblis mendatangi ahli ibadah dan mengajurkan sesuatu yang selayaknya ia lakukan. Iblis berkata, “Andaikata engkau keluar dari biaramu dan duduk di dekat pintu biliknya, lalu engkau berbincang bincang dengannya, tentu lebih menyenangkan hatinya. Iblis senantiasa membujuk ahli ibadah hingga akhirnya dia benar-benar melaksanakannya. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Iblis mendatangi ahli ibadah lagi dan memberinya anjuran tentang pahala yang akan diperolehnya di sisi Allah jika dia mau mengerjakannya. Iblis berkata, “Andaikan saja engkau mau keluar dari biaramu dan duduk lebih dekat lagi ke pintu bilik si gadis itu serta berbincang bincang dengannya tanpa perlu keluar dari sana.” Ahli ibadah melakukan anjuran Iblis ini dan hal ini berjalan hingga beberapa lama.

Kemudian Iblis mendatangi ahli ibadah dan berkata, “Andaikata engkau mau masuk ke dalam bilik gadis itu, berbincang bincang dengannya dan tanpa diketahui seorang pun, maka hal ini tentu lebih baik bagimu.” Maka sehari penuh ahli ibadah menemani sang gadis di dalam biliknya. Ketika hari sudah senja, dia keluar dan naik ke lantai atas dari biaranya.

Iblis mendatangi ahli ibadah dan terus menerus membujuknya, hingga dia berani memegang paha sang gadis dan memeluknya. Iblis terus memperdaya ahli ibadah dengan membisikkan bahwa hal itu merupakan kebaikan, hingga akhirnya dia menyetubuhinya dan gadis itu pun hamil. Ketika tiba saatnya, gadis itu melahirkan seorang bayi. Iblis mendatangi ahli ibadah seraya berkata, “Apa pendapatmu jika saudara saudaranya datang sementara saudari mereka telah melahirkan seorang bayi akibat perbuatanmu? Apa yang hendak engkau lakukan? Tentu saja aku tak berani menjamin dirimu, bahwa nama baiknya akan tercemar, atau mereka akan mencemarkan nama baikmu. Karena itu hampirilah bayi itu, bunuhlah dia, lalu kuburkan mayatnya. Gadis itu akan merahasiakannya karena takut andaikan saudara saudaranya tahu apa yang telah engkau perbuat terhadap dirinya.”

Maka ahli ibadah itu melakukan apa yang dianjurkan Iblis. Lalu Iblis berkata lagi, “Apakah menurut pendapatmu wanita itu akan menyembunyikan kepada saudara saudaranya apa yang telah engkau perbuat terhadap dirinya dan anaknya? Ambillah wanita itu, bunuhlah dia dan kubur bersama anaknya!”
Ahli ibadah benar benar mengikuti anjuran Iblis, membunuh dan mengubur gadis itu bersama anaknya.

Dia juga membuat sebuah lubang dan meletakkan sebuah batu besar diatasnya setelah meratakan tanahnya. Setelah itu ia naik ke lantai atas biaranya untuk beribadah disana. Tidak berapa lama berselang seperti yang dikehendaki Allah, saudara saudara sang gadis datang dari peperangan, lalu mereka mendatangi biara dan menanyakan saudari mereka. Ahli ibadah menangis dan menunjukkan belas kasihannya terhadap saudari mereka seraya berkata, “Dia adalah seorang wanita yang paling baik. Itu adalah kuburannya. Lihatlah!”

Mereka mendatangi kuburan saudari mereka dan menangis disana sebagai luapan kasih sayang mereka. Beberapa hari mereka berada di kuburan itu lalu mereka pulang ke rumah.
Pada malam harinya dan setelah mereka tidur, setan mendatangi mereka lewat mimpi. Setan muncul dalam rupa seorang musafir. Pertama kali ia datang dalam mimpi salah seorang di antara mereka yang paling tua.

Setan bertanya tentang nasib saudarinya. Orang itu menjawab seperti apa yang dikatakan ahli ibadah, bagaimana kematiannya dan bagaimana kasih sayang yang ditunjukkannya terhadap saudarinya itu. Bahkan ahli ibadah itu juga menunjukkan kuburannya. Namun setan menyangkal semua itu seraya berkata, “Ahli ibadah itu tidak berkata jujur tentang saudari kalian. Saudari kalian itu telah hamil dan melahirkan bayi karena perbuatan ahli ibadah, lalu dia membunuh saudari kalian dan menguburnya di balik pintu sebelah kanan di bilik yang ditempati saudari kalian. Pergilah kesana dan buktikan sendiri, tentu kalian akan mendapatkan apa yang kukatakan ini.”

Lalu Iblis mendatangi dua saudaranya yang lain dan mengatakan hal yang sama. Ketika sudah bangun mereka merasa heran dengan mimpi yang mereka alami dan mereka semakin heran ketika mereka memberi tahu tentang mimpi mereka masing masing.

“Ini hanya sekedar mimpi, kalian tak perlu memperdulikannya” kata yang paling tua .

Yang paling muda berkata, “Demi Allah aku tidak akan surut sebelum mendatangi tempat itu dan memeriksanya.”

Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk mendatangi bilik yang dulu ditempati saudarinya. Mereka membuka pintu dan mencari cari tempat seperti yang diberitahukan kepada mereka lewat mimpi. Ternyata benar, saudari mereka dan anaknya terkubur di tempat itu. Mereka menemui ahli ibadah dan menanyakan tentang nasib saudari mereka dan tak ada pilihan lain bagi ahli ibadah selain mengakuinya karena godaan setan. Mereka pun menurunkan ahli ibadah dari biaranya dan siap untuk di salib. Tatkala ahli ibadah itu sedang diikat di papan, setan menemuinya seraya berkata, “Tentunya engkau sudah tahu bahwa sebenarnya akulah yang telah menggodamu dengan kehadiran wanita itu, lalu engkau membuatnya hamil, lalu engkau membunuhnya dan anaknya. Jika pada saat ini engkau tunduk kepadaku dan kufur kepada Allah yang telah menciptakanmu dan membentuk dirimu, tentu engkau akan selamat dari keadaan yang akan menimpamu ini.”

Maka ahli ibadah itu menyatakan kufur kepada Allah. Namun kemudian setan meninggalkannya begitu saja dan membiarkan orang orang menyalibnya. Karena peristiwa inilah Allah menurunkan ayat, surah Al Hasyr : 16.

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلإنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ“

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: ‘Kafirlah kamu’, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam’.”

Sungguh benar perkataan Al Haasan bin Shalih yang mengatakan “Sesungguhnya setan benar-benar akan membukakan 99 pintu kebaikan bagi seorang hamba, untuk tujuan membuka satu pintu keburukan.”

Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda:“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki laki (melainkan fitnah yang datang dari) wanita.” Dikeluarkan oleh Bukhari (9/5096); Muslim (4/2097), Ibnu Majah (3998) dan At-Tirmidzi (2780) dan dia berkata: “Hadits Hasan Shahih”

Sumber: dari buku “Perangkap Setan” karya Ibnul Jauzy penerbit Al Kautsar

muslimahzone.com
Continue reading →

Urusan Keuangan itu Urusan Istri, Okay?

0 comments

Ini adalah kisah nyata. Kisah tentang kehidupan dua orang wanita. Sebut saja mereka Mawar dan Melati. Secara kasat mata, keduanya tampaklah sama. Mereka berdua juga mengabdikan diri sepenuhnya untuk mengurus keluarga. Penghasilan suami- suami mereka kurang lebih juga sama. Merekapun memiliki keahlian yang seimbang dalam menata keuangan keluarga. Dan dari semua kesaamaan itu, hal yang paling mirip  adalah yang berkaitan dengan hobi, yaitu berbelanja.
Namun, mereka memiliki sedikit perbedaan mencolok. Hal ini terjadi terutama diakhir bulan. Mawar bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung. Sedangkan Melati, dia pasti sibuk kesana kemari untuk berhutang, untuk menutupi kekurangan finansial keluarga.
Selanjutnya, pertanyaanpun muncul. Apa yang salah dari kemampuan Melati dalam menjadi manajer keuangan keluarganya? kenapa bisa berbeda dengan Mawar? Bukankah pendapatan suami mereka tidak berbeda jauh?.
Usut punya usut, ternyata Mawar adalah wanita yang menyukai belanja, tapi untuk kebutuhan keluarga. Dia jarang menghabiskan uang untuk kesenangannya sendiri.Sedangkan Melati, dia lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan pribadinya. Tentu saja, sebagai wanita berkelas, Melati memilih untuk membeli barang dengan merek ternama. Melati memang handal dalam mengatur kebutuhan keluarganya, namun dia sering tergoda untuk membeli barang baru dan bermerek yang sangat mahal. Alhasil keadaan keluarga Melati menjadi tidak terlalu harmonis. Sang suami sering kesal melihat istrinya berbelanja lepas kontrol. Dan anak- anak akhirnya tidak damai melihat ayah dan ibunya yang senantiasa tidak pernah rukun dirumah.
Sebuah pelajaran berharga bisa kita ambil dari kesalahan yang dilakukan mawar tersebut. Ternyata memiliki kemampuan mengatur keuangan yang baik saja tidaklah cukup. Pandai mendidik diri untuk tidak mudah tergoda dengan pernak pernik barang yang menarik, juga tidak kalah penting untuk diterapkan kepada diri kita sebagai wanita. Hal ini tentu saja tidaklah mudah. Mengingat, sudah menjadi fitrah seorang wanita yang  sangat menyukai berbelanja, barang- barang yang indah, dan pernak pernik yang cantik.
Namun jika godaan untuk membeli barang- barang level tersier ini diluar batas kendali, itu sama saja kita mengorbankan keutuhan keluarga demi ego sendiri. Hal ini tentu saja tidak akan mendamaikan. mengingat banyak dari pasangan suami istri yang menyelesaikan keruwetan masalah keungangan dengan pertengkaran. Akhirnya, hobi belanja yang awalnya dianggap bisa menyenangkan hati, malah akan menyusahkan seluruh keluarga.
Jadi sebagai sebagai manajer keluarga yang mumpuni, wanita tidak hanya dituntut untuk bisa mengatur nafkah yang diberikan oleh suami, namun mereka juga harus dengan baik mengakui kelemahan diri dalam hal yang berkaitan dengan materi. Menjauhi lingkungan yang mengutamakan gengsi dan gaya hidup mewah adalah hal yang wajib kita lakukan.
Walaupun penghasilan suami berlebih, hendaknya menabung adalah lebih baik untuk dilakukan, karena dunia itu berputar. Mungkin saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan materi. Namun seiring dengan berjalannya usia, siapa yang menjamin kita tetap berada “diatas”?. Kesimpulannya, wanita adalah memang pondasi keluarga. Pondasi itu salah satunya terletak dalam kecerdasannya mengatur nafkah yang diterima dari suami, Dan jika pondasi itu rapuh apalagi roboh,  bisa dipastikan seluruh keluargalah yang akan menanggungnya. 
Sebagai wanita muslimah, hendaknya wanita juga lebih berhati- hati dalam menjaga harta yang diamanahkan oleh suami. Karena semua amanah pasti akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wataala. Para istri tidak boleh curang dalam membelajakan harta suami mereka. Ijin dari suami harus terlebih dahulu mereka dapatkan, demi menjaga keberkahan dari harta tersebut.
“Wahai orang- orang beriman! Jangankan kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar) kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu …” (QS. An-nisa’:29)

Seorang istri adalah partner sejati suami mereka. Maka sudah sepantasnya jika seorang suami menyerahkan kepercayaan kepada para istri mereka. Dan istri yang baik akan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam pelaksanaan tugasnya ini. Karena itulah, mereka tidak mudah silau dengan harta, namun menggunakannya justru untuk meraih ridho Allah, lewat ketatnya pengawasan dan kualitas kontrol diri yang prima.
(Syahidah/voa-islam.com)
Continue reading →
Wednesday, February 27, 2013

Satu Kata dan Perbuatan

0 comments
Satu Kata dan Perbuatan

Allah SWT berfirman, "Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajib-an)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?" (QS al-Baqarah [2]: 44).

Pertanyaan di atas dimaksudkan sebagai teguran yang keras dan kritikan pedas terhadap orang yang mengajak kebajikan akan tetapi dia sendiri lalai menjalankan tugas. Para Ulama' berbeda pendapat tentang arti kata "al-birr" (kebajikan) dalam ayat ini diantaranya mempunyai arti:

Pertama, berpegang teguh pada taurat. Mengikuti Nabi Muhammad saw, yaitu seorang Yahudi berpesan kepada kerabatnya secara rahasia agar ia mengikuti Nabi Muhammad saw, dengan mengatakan bahwa beliau adalah Rasul yang haq, tetapi dia sendiri tidak mengikutinya, sebagaimana terdapat dalam Shahih Al bukhari (hadits no; 1356) dari Anas ra ia berkata: bahwa ada seorang anak Yahudi membantu Nabi Muhammad saw, ketika anak itu jatuh sakit maka ditengoklah oleh Nabi saw, kemudian beliau duduk disamping kepalanya sambil berpesan: "Masuklah Islam", maka anak itu menolehkan wajah kepada bapaknya yang ketika itu berada di sisinya, langsung saja si bapak menjawab: "Taatilah Abul Qasim" dengan serta merta anak itu masuk Islam, ketika Nabi saw keluar beliau berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan dia dari api neraka".

Kedua, shadaqah. Menganjurkan orang lain untuk mengikuti Nabi saw, yaitu sekelompok kaum Yahudi memberitahukan kepada manusia tentang kedatangan seorang Nabi dalam waktu dekat, dan menganjurkan mereka untuk mengikutinya. Ketaatan secara umum, maknanya adalah apakah kalian mengajak orang lain untuk taat kepada Allah dan membiarkan diri kalian sendiri bermaksiat kepadaNya.

Masih ada pendapat-pendapat yang lain, tetapi yang paling tepat dari kata 'Albirr" adalah ketaatan (kebajikan) secara umum sehingga arti yang pertama itu sudah termasuk di dalamnya.
Ayat ini meskipun dalam konteksnya berkenaan dengan "orang Yahudi" tetapi maknanya berlaku untuk umum, termasuk siapa saja yang mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan dan membiarkan dirinya lalai tidak mengerjakannya.

Al Hafizh ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Maksud ayat ini bahwa Allah mencela mereka atas tindakannya, dan mengingatkan mereka akan kesalahannya yang mengenai hak diri mereka sendiri dimana mereka mengajak orang lain berbuat kebajikan tetapi mereka sendiri tidak melakukannya.

Allah mencela orang yang mengajak kepada kebaikan tetapi dia sendiri tidak melakukannya. Terlebih lagi jika yang menganjurkan kebaikan itu seorang yang alim (mengetahui), tentu lebih wajib baginya untuk melaksanakan apa-apa kebaikan yang telah dianjurkannya.

Allah SWT berfirman, "Dan aku tidak berkehendak untuk menyalahi kalian (dengan mengerjakan) yang aku larang. Aku hanya menginginkan perbaikan semampuku. Aku hanya mendapatkan taufik dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada Nyalah aku kembali." (QS. Huud-88). Wallahua’lam.

Penulis:

Bahron Ansori MP
- See more at: http://www.sabili.co.id/opinion/item/407-satu-kata-dan-perbuatan.html#sthash.udadN8vt.dpuf
Continue reading →
Thursday, February 21, 2013

The Time Is Very Important

0 comments

WAKTU

Manfaatkan Waktu yang masih ada,
Hargai waktumu yang masih teisisa!

Ada 3 hal yang tak bisa kembali kita gapai dalam hidup ini:
1. Waktu yang telah berlalu
2. Kata-kata yang telah terucap
3. Kesempatan yang tak di manfaatkan

Maka pada hari-hari yang ada ini agar kita tak merugi akan waktu yang telah berlalu, agar kita mampu mengunakan kata dengan ucapan hikmah dan memanfaatkan usia yang masih tersisa. Kita untung bila mampu memanfaatkannya tapi akan kecewa dan hina bila menyia-nyiakannya.

WAKTU

Tak seorangpun tau, kapan waktu mulai bergerak.
Dan kapan waktu berhenti berjalan
Yang pasti sampai detik ini, dia terus bergerak dan terus bergulir

Entah anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya
Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktifitas yang tidak bermanfaat
Dia tetap diam,
Dan terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun, tanpa membantu siapapun.
Tetapi dia bernilai untuk siapapun

Dia tidak akan pernah kalah dan dia tidak pernah usang
Dia selalu baru, selalu segar dan tegar
Hanya kitalah sebagai manusia, lamban atau cepat pasti akan termakan oleh proses sang waktu
Waktu untuk kehidupan seorang manusia, tidak lama dan sangat terbatas
Maka sepantasnyalah harus kita isi kehidupan ini dengan produktifitas yang sangat bermanfaat bagi diri pribadi dan bagi manusia lainnya.

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan
Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu
Dengan demikian, kita akan menghargai keberadaan sang waktu dan nilai-nilai dari diri kita sebagai manusia.
Sehingga kita akan senantiasa berusaha untuk dapat menikmati proses waktu itu dengan kualitas kehidupan yang makin lama makin indah, nikmat, bahagia dan sangat berarti.

Nikmati Waktumu yang masih ada,
Hargai waktumu yang masih terissa!

Andre Wongso. Ditulis kembali oleh Muazar Habibi
Continue reading →
Wednesday, February 13, 2013

Semangat Kerja Penghapus Dosa

0 comments
Pict From Google

Oleh Encep Dulwahab

Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ada dosa-dosa yang tidak terhapuskan dengan melakukan shalat, puasa, haji, dan umrah." Para sahabat bertanya, "Lalu, apa yang dapat menghapuskannya, wahai Rasulullah SAW?" Beliau menjawab, "Bersemangat dalam mencari rezeki."

Semangat dalam bekerja merupakan keharusan untuk siapa pun yang ingin mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Baik sukses di dunia maupun akhirat. Begitu pun, dengan orang yang semangat dalam bekerja, dia akan meraih kebagiaan. Bahagia karena akan mendapatkan impian dan harapannya.

Islam sangat menghargai orang yang penuh dedikasi dan loyalitas dalam bekerja. Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap bersemangat untuk selalu bergerak menangkap peluang-peluang dan membuka pintu-pintu rezeki yang telah disediakan-Nya. Allah Maha Rahman dan Rahim, Allah pula Mahakaya. Oleh karena itu, kita jangan takut kehabisan dengan kekayaan di dunia ini.

Untuk membuktikan dan meraih anugerah-Nya, Allah SWT menyeru kita untuk bergerak dinamis menyambut rezeki-Nya. Bukan dengan berdiam diri banyak zikir dan berdoa, atau mengasingkan diri untuk semedi dan lain sebagainya, tetapi bergerak terus menciptakan dan membuka peluang. Berdoa harus, tetapi rezeki tidak datang dengan sendirinya kalau tidak ditopang dengan berusaha meraihnya. Bekerja juga merupakan bentuk ibadah yang kualitasnya sama dengan ibadah-ibadah lainnya.

Dalam surah Al-Jumu'ah [62]: 10, Allah SWT berfirman, "Apabila telah ditunaikan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." Rasulullah SAW bersabda, "Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat dan puasa)." (HR Thabrani dan Baihaqi).

Kalau tidak bergerak dan kerja keras, hal itu melawan sunatullah dan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW. Rasul bersabda, "Sebaik-baik manusia dalam melakukan pekerjaannya adalah mereka yang berusaha semaksimal mungkin dengan mengeluarkan kemampuan yang ada dalam dirinya." Tidak langsung memvonis diri tidak mampu dan tidak ditakdirkan untuk miskin atau gagal.

Rasulullah SAW sangat menyukai orang yang bekerja dengan penuh tantangan, ketimbang mudah putus asa atau pasrah terhadap usaha yang sedang dikerjakan. Rasulullah SAW pernah mencium tangan Sa'ad bin Mu'adz ketika melihat tangan Sa'ad yang kasar karena bekerja keras. "Inilah dua tangan yang dicintai Allah," kata Nabi Muhammad SAW.

Di dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, terkadang ia dapat atau terkadang ia ditolak."

Sangat disayangkan karena tidak sedikit mental yang tidak siap bertarung dalam meraih rezeki-Nya. Mereka ingin mudah dalam meraihnya, salah satunya dengan meminta. Kalau ingin sukses, keluarkanlah keringat dari badan sendiri dan berjuanglah untuk menikmati kerja keras.

Source : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/07/07/lnygkp-semangat-kerja-penghapus-dosa
Continue reading →

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

0 comments

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki --> Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah <--

Akupun riang menemani :

~♥. Kala ia tidur, duduk, berdiri, berjalan, lalu ia berlari sampaipun ia kembali ke pangkuanku .♥~

Bulu Kudukku merinding saat merenungi akan Syafaat Seorang Anak di akhirat nanti.

Anak-anak itu kemudian berhenti di pintu syurga. Mereka bertanya: “Manakah ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami? Dan masuk syurga tanpa ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami sungguh tidak patut bagi kami.”

Malaikat berkata: “Sesungguhnya ayah-ayah kalian dan ibu-ibu kalian itu tidak seperti kamu, karena mereka telah durhaka terhadap Rabb mereka, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka dan syaitan-syaitan mereka, dan mereka harus masuk neraka.”

Maka tatkala anak-anak itu mendengar ucapan ini, mereka menjerit-jerit keras sekali, dan menangis banyak-banyak. Dan pada sat itulah Allah Yang Maha Tinggi, Maha Tahu, lagi Maha Teliti pengetahuan-Nya, berfirman: “Wahai Jibril, jeritan apakah ini?”

Jawab Jibril, Alaihis Salaam: “Ini jeritan anak-anak orang Islam. Mereka berkata: ‘Kami tak butuh syurga. Dan kami tak dapat merasakan keenakan-keenakan syurga tanpa ayah-ayah dan ibu-ibu kami, dan kami mengharap dari Allah Ta’ala agar memaafkan mereka dan memberikan dosa-dosa mereka kepada kami, lalu memasukkan mereka bersama-sama kami ke dalam syurga. Dan kalau tidak, maka masukkanlah kami bersama mereka ke dalam neraka.”

Dan pada saat itu Allah Ta’ala berfirman kepada Jibril, Alaihis Salaam: “Pergilah dan ambillah ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka dari manapun saja mereka berada, lalu serahkanlah mereka kepada anak-anak mereka, karena sesungguhnya aku benar-benar telah mengampuni dosa-dosa mereka dengan syafaat anak-anak mereka, dan masukkanlah mereka bersama-sama anak-anak mereka masing-masing ke dalam syurga.”

Mendengar perkataan ini dari Allah Ta’ala, anak-anak itupun lalu bergembira dan bersukacita, dan mereka temuai ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka masing-masing, mereka pimpin tangan mereka lalu masuk syurga bersama-sama mereka…”(Al Hadits).

Ya Rabby, Biarkan air mata ini menetes bahagia saat engkau mengkaruniakan kepada kami, buah hati kami yang memberi ketenangan pada kalbu kami. Mengingatkan kami akan segala anugerah yang Engkau titipkan kepada kami. Hingga kami mendapati keberuntungan yang Engkau Kehendaki.

Aamiin ya Rabb~
Continue reading →

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

0 comments

JIKA ENGKAU TAHU BAGAIMANA RASANYA KESULITAN, MAKA JANGAN PERNAH ENGKAU MENUNTUT ADANYA KEMUDAHAN

Sampai saat ini, aku masih berdiri memegang 3 (tiga) kata yang ku jadikan alat untuk membuka tabir-tabir kehidupan yang belum aku jamah. Ketiga kata itu adalah Niat, Cinta dan Cita-cita. Kata-kata ini seringkali ku gauli dan ku bawa kemanapun aku pergi bersamaan dengan semangat yang ada dalam diri sanubari. Rabbku memanglah Maha Baik, sungguh sangat-sangat Baik menciptakan segala apa yang di langit dan yang ada di bumi tanpa ada satupun yang sia-sia untuk aku nikmati sesuka hati.

Betapa tidak, upaya meraih kebahagiaan hidup, ketenangan jiwa, ketenteraman batin, hidup dengan berkecukupan, cita-cita, angan, harapan, itu semua dapat terwujud. Semua itu telah ada baik di langit maupun di bumi. Perihal apa yang tidak Allah Azza Wa Jalla ciptakan yang dibutuhkan oleh manusia? Jawabannya mentok pada kata "tidak ada". Semua sudah disiapkan untuk dinikmati.

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” [QS 62: 10]

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilah al Allah, Allahu Akbar ~ Sungguh pikiranku, penglihatanku, pendengaranku tidak mampu menjamah ayat itu. Sejatinya usia yang ada, raga yang berdiri tegap, kedewasaan yang dimiliki merasa berdusta jika ia mengatakan bahwa tidak ada yang telah dicicipi atau tidak ada karunia-Allah termakan oleh ketiga hal itu.

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Namun percayalah bahwa kadangkala perasaan-perasaan kontradiksi macam itu, dapat di tepis manakala kita melangkah dengan tiga kata di awal tulisan ini "Niat, Cinta dan Cita-cita".

Niat merupakan awal setiap apa yang dilakukan. ~Setiap amal perbuatan itu tergantung daripada "Niat" (Al-Hadist) setelah itu diiringi dan di hiasi dengan nuansa Cinta. Berbuat apa saja tentu dengan Cinta, jika kita telah mencintai perbuatan itu, maka yang dirasa adalah kenikmatan, kemudahan, suka, tiada keluh kesah dan seterusnya. Jika itu terlewati barulah ke tahap pencapaian yang namanya Cita-cita.

Oleh karena itu, jadikan setiap apa yang DILAKUKAN, apa yang menjadi AKTIFITAS, apa yang menjadi USAHA kita sebagai SARANA IBADAH kita kepada Allah Azza Wa Jalla.

Wallahu a'lam bishawwab
Continue reading →
Tuesday, January 29, 2013

Merenungi Hidup Dengan Sebait Kata Tunduk

0 comments



Ada kata yang lebih indah untuk menghibur diri kala di tinggal sendiri. Membuat syair-syair syahdu yang memungkinkan ia ber-karya bersama batin. Ikut larut dengan gerakan-gerakan tangan dan kegesitan pikiran yang berimajinasi dalam suka juga dalam lamunan melalui lembaran-lembaran kertas. Segala cuap akan tergambar dalam delik kenyataan yang menggema dalam kehidupan yang berlarut siang berganti malam. Hingga ia tahu bahwa ketenangan itu berada dalam satu gumpalan yang bernama Kalbu. 

Perikehidupan yang membahana dalam beragam warna. Menebar di mana-mana kemudian menjadi irama tersendiri dalam satu alunan perjalanan hidup setiap insan yang bernyawa. Ada kesulitan kala kemudahan tengah dijalani, ada juga kesedihan kala kebahagiaan tengah dinikmati, ada pula keresahan kala ketenangan sedang menemani dan seterusnya. 

Namun ada satu pertanyaan yang seringkali muncul dalam benak saat peraduan sedang sepi. Kita hidup untuk apa dan untuk siapa? 

Pertanyaan-pertanyaan yang semisal akan muncul ketika hasrat ingin menjelajah lebih dalam apa arti sebuah kehidupan bagi setiap yang bernyawa, terutama manusia. Namun, hal semacam itu perlahan akan pudar seiring dari pergolakan antara ruh yang senantiasa juhud pada takdir yang telah dikehendaki dengan keadaan dunia yang semakin memancing gerak langkah untuk mengalami, mencoba, melewati, menjamah, mencari dan semisalnya. Hingga saatnya, pengalaman-pengalaman memberikan jawaban kepadanya akan arti sebuah kehidupan. 

Jika sudah mengenal Sang Pemilik Kehidupan, kiranya tidak berlebihan untuk menguntai kata seperti bait-bait ini, ---> 

Wajjahtu Wajhiyah

Ku Siratkan Wajah Dalam Setiap Keindahan
Ku Tautkan Pikiran dalam Setiap Kesucian
Ku Semayamkan Jiwa dalam Setiap Ketaatan
Ku Lembutkan Hati dalam Setiap Kejuhudan

Untuk Kemuliaan,
Untuk Kebaikan,
Untuk Kebahagiaan,
Untuk Kedamaian,

Seindah apapun Ia, Sementara,
Semegah apapun Ia, Sesaat,
Semolek apapun Ia, Selaksa,
Wajah duniaku bukanlah wajah akhiratku

Inilah wajahku ya Rabby,
Inilah ibadahku ya Rabby,
Inilah shalatku ya Rabby,
Inilah imanku ya Rabby,

Hanya Untuk-MU,


Kesempurnaan hanyalah milik Allah, maka tunduknya kita adalah dengan segala apa yang kita miliki mengingat kekurangan, kesilapan, kelemahan, kehinaan untuk tetap menghadapkan wajah sesuai ketentuan-Nya, menautkan hati kala ia bersahaja dengan-Nya, serta melemah lembutkan jasad kala berdiri menghadap-Nya tanpa ada tawar-menawar serupiahpun. 

Kreasi pikiran dan imaginasi lewat sebuah untaian kata yang dirakit dengan tujuan untuk menghiasi, mewarnai, bahkan menghibur hati yang sedang sepi. Karena kebutuhan manusia akan “refreshing” tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan pokok (primer) nya manusia wujud dari renungan akan arti kehidupan yang sebenarnya. 

Wallahu a’lam Bishawwab

Continue reading →
Saturday, January 26, 2013

Tolonglah Saya Dengan Doa Anda

0 comments



Saya menulis catatan ini, karena saya sedang bosan. Mungkin Anda semua tertanya, bosan akan hal apa? Terus terang saya merasa, sifat orang itu terkadang selalu kurang mensyukuri apa yang telah didapat atau dicapai. Dan sifat itu pula yang kini tengah menyapa saya saat ini.

Menjadi seorang BMI, tentunya harus bersyukur daripada hanya menjadi seorang pengangguran. Memiliki pekerjaan, dan gaji tetap tiap bulannya. Kurang apalagi? Namun tidak dengan saya. Saya bukan tak mensyukuri nikmat Allah yang satu ini. Hanya saja, keinginan  serta hobby saya tak tersalurkan dengan baik akhir-akhir ini, yang akhirnya menjadi saya sering uring-uringan.

Sudah menjadi kebiasaan seorang penulis, (walaupun saya bukan penulis) hanya suka menulis. Jika ada ide-ide yang datang, itu akan lebih baik jika segera diikat, atau dituliskan. Agar ide tersebut tidak menguap dan hilang begitu saja. Namun beda dengan saya akhir-akhir ini. Ketika banyak ide yang menghampiri, justru saya tak mampu mengikatnya, disebabkan waktunya yang semakin berkurang bahkan tiadasama sekali. Terlalu sibuk dengan pekerjaan. Sedih! Benar, saya bahkan merasa hampir setress dengan keadaan ini.

Ini terjadi sekitar 5 bulan yang lalu, karena boss saya dipecat oleh kantor perusahaanya, sehingga beliau harus menganggur di rumah. Padahal belaiu masih sangat muda. Namun entah mengapa, beliau tak mau mencari pekerjaan di kantor-kantor yang lain. Sehingga beliau harus menganggur, dan selalu di rumah setiap harinya.

Padahal dahulu, sebelum boss saya dipecat dari pekerjaannya, beliau akan bekerja dari jam 8 pagi, hingga jam 7 malam. Seharian di kantor, semua urusan rumah dan anaknya, beliau percayakan penuh pada saya. Sejingga saya merasa banyak waktu, dan  bisa mencurinya untuk menulis dan menulis. Namun kini, walaupun beliau tak banyak omong, dan selalu di kamarnya, namun waktu saya untuk menulis jadi hilang entah kemana.

Dulu, sewaktu saya berada di North Point, saya memiliki sedikitnya buku dan tulisan. Seperti buku TKW menulis, Masihkah Kau Mencintaiku, dan Cinta monyet Never Forget, itu semua saya tulis dengan waktu yang melimpah. Tahu mengapa?. Karena saya hanya menjaga seorang nenek saja, sehingga saya memiliki buaaanyak sekali waktu.

Namun kini, setelah 1 tahun berganti boss, kegiatan menulis saya jadi sedikit berkurang. Terus terang, saya agak merasa malu, sebab tak memunculkan lagi buku-buku saya untuk teman-teman. Namun apa bisa saya katakan, saya kehilangan kesempatan untuk menulis. Saya sangaaaat, sangat ingin kembali aktif dalam menulis, seperti 5 bulan yang lalu, saat boss masih bekerja. Namun itu hanya angan saya, yang mungkin tak kesampaian.

Walau dari awal kami telah sepakat, saya diizinkan memiliki computer, saya diberikan internet gratis, saya diizinkan menulis, dan memiliki aktifitas lainnya, seperti beribadah dan memakai hijab, namun seiring bergulirnya waktu saya di rumah boss, justru semakin merosot.

Dan saya faham, roda selalu berputar. Tak selamanya, roda itu akan selalu di atas. Jika dahulu saya berada di atas, dan bisa menghasilkan karya, namun saya harus mengakui, itu situasinya berbeda dengan saat ini. Kini, roda kehidupan saya dalam dunia kepenulisan, mungkin sedang berada di bawah. Dan sekali lagi, saya faham, saya berada di rumah boss di gaji untuk bekerja.Namun entah mengapa, ketika ide-ide menulis itu datang, dan tak terluahkan, saya seperti menjadi orang yang stress. Saya bosan, lelah, dan mudah mengeluh. Astaghfirullah….! Semoga keadaan seperti ini, tidak berlarutan.

Saya tak mensyukuri, hakikatnya. Dan semoga Allah mengampuni rasa tidak mensyukuri ini.

Namun saya ingin mengatakan pada Anda semua, saya belum tenggelam dari dunia kepenulisan. Untuk setahun ini, saya telah menulis scenario, menulis novel yang kini di penerbitan, menulis kumcer, juga di penerbitan dan lain-lain, walau dengan ‘istilahnya’ merayap. Sehari terkadang hanya 1 paragraf, hanya 1 lembar, atau bahkan hanya menulis status. Saya belum menyerah! Saya belum menyerah dengan waktu yang semakin mencekikik leher. Saya belum meninggalkan dunia kepenulisan ini. Saya masih ada. (Menjerit…..!!!) he he…..! Bahkan saya merasa semakin dendam dengan waktu ini. Saya anggap, ini adalah sebuah ujian, yang harus saya lewati. Sebab dalam dunia apapun, kita harus melewati ujian dan kebahagiaan. Melalui suka dan duka, tangis dan tawa, dan patuh pada qada dan taktirNya.

Allah mengerti setiap gerak gerik ummatnya. Walaupun itu di dalam hati. Jauh tak terjangkau oleh pandangan manusia. Ya, saya yakin, Allah mendengar semua doa daya, dan  akan mengembalikan semua waktu ini untuk saya kelak, apabila saya keluar dari rumah boss. Dendam saya pada waktu dan dunia kepenulisan, akan terluahkan. Saya juga ingin memohon pada Anda semua, doakan saya, agar saya lebih bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada. Terima kasih. J

LEGA, terima kasih ya Allah…..terima kasih teman-teman semua. Semoga Allah senantiasa bersama kita. Amin. Smile…J
Continue reading →
Thursday, January 24, 2013

CATATAN MENGENAI FILM HAFALAN SHOLAT DELISA

0 comments



Saya membaca novel ‘Hafalan Sholat Delisa’ sudah lama sekali. Beberapa tahun yang lalu. Sungguh, novel yang ditulis dengan sangat apik oleh Tere Liye ini berhasil ‘membius’ imajinasi saya. Terlebih lagi saya sempat tinggal beberapa bulan di Aceh dan mempunyai orang tua angkat dan saudara-saudara yang ketika berpisah untuk kembali ke NTB membuat saya menangis seperti anak kecil di atas pesawat yang membawa saya meninggalkan mereka.

Karena itu, ketika mendengar kabar bahwa novel ini akan difilmkan, saya berdebar. Menyiapkan keharuan untuk menyaksikan dahsyatnya tsunami, sambil membayangkan bapak saya, keuchik Amir, yang kehilangan beberapa orang kerabat di Aceh sana. Bahkan ada yang sampai sekarang tidak diketahui jejak keberadaannya.
Dan sungguh, membaca ‘Hafalan Sholat Delisa’, saya menangis. Hehehe… karena lewat novel itu, saya belajar dari seorang anak kecil yang kehilangan saudara-saudaranya, dan juga ibu tercinta karena dahsyatnya tsunami.
Bagaimana dengan filmnya?

Sepanjang menonton film ini keterharuan yang sama melanda hati saya. Bahkan mata saya hamper berair. Didukung lagi oleh acting Reza Rahadian yang begitu alami, juga acting Delisa (Chantiq) yang terkesan begitu kekanakan. Dalam hal ini, harus diakui, sutradara Sony Gaokasak berhasil menciptakan sebuah suasana yang lumayan bagus.

Namun, entah mengapa, sebagai orang  yang pernah tinggal di Aceh, saya tidak merasakan sama sekali suasana Aceh dalam film ini. Baik dari logat pemain maupun latar yang dihadirkan. Bahkan menurut saya, acting Nirina Jubir (pemeran Mak Delisa, Ummi Salamah) kurang natural dan keibuan.

Never mind! Itu masih bias dimaklumi. Tapi… ketika sampai di menit-menit terakhir menonton film ini. Pas di ending (bagian yang paling saya tunggu-tunggu), entah mengapa, saya ingin tertawa. Hilanglah semua suasana yang dibangun oleh sutradara dari awal. Di novel digambarkan Delisa bertemu dengan Ummi-nya yang tinggal tulang belulang sambil memegang kalung bertuliskan huruf D, D untuk Delisa. Ketika Delisa selesai menghafal bacaan sholatnya.

Di film?

Di filmnya kita akan melihat Nirina Jubir tidur di atas pasir (mati?) sambil memegang kalung. Kalung itupun diambil oleh Delisa dari tangan Nirina Jubir. Begitu saja. Dan… aneh! Sangat aneh! Bagaimana mungkin setelah beberapa bulan sejak Tsunami mayat Nirina Jubir (ummi salamah) masih normal dan tdk berubah suatu apapaun?

Ending ini sangat BERHASIL menghancurkan seluruh bagian-bagian yang bagus di film ini.
Intinya, film ini mengecewakan. Sekian. :D
Continue reading →
Tuesday, January 22, 2013

MENIKAH ATAU JIHAD

0 comments

"ROBBI FANFA'NA BIBARKATIHIM WAHDINAL HUSNAA BIHURMATIHIM..WA AMITNAA FIE THORIIQOTIHIM WA MUAAFAATIN MINAL FIETANII....
Sepenggal kisah dari ribuan kisah yang membuktikan kecintaan SAHABAT-SAHABAT RASULULLAH SAW kepada ALLAH SWT dan RASULULLAH SAW melebihi segalanya...


MENIKAH ATAU BERJIHAD



Pada zaman Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam

Hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun
namun belum juga menikah.

Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam datang dan mengucapkan salam. Zahid kaku dan menjawabnya agak gugup.!!!

“Wahai saudaraku Zahid….selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menyapa

الله معاك

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.Sambil ter tunduk tak kuasa melihat Ke Agungan beliau.


“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…,” kata Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku Tak tampan , siapa yang mahu akan diriku ya Rasulullah?”

” Asal engkau mahu, itu urusan yang mudah!!!!” kata Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sambil tersenyum.

Kemudian Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan Shahabat nya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita.

Akhirnya, surat itu dibawa ke rumah Zahid dan ia diserah sendiri oleh Zahid ke rumah Said. Disebabkan di rumah Said sedang ada tetamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari RasulSAW yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”

Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya
seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya,

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong….”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini…. bukankah lebih baik di persilahkan masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata,

“Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya
menginginkan aku, aku tak mau ayah…..!” dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau…bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahawa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul SAW?”

Akhirnya Said berkata, “Lamaran ke atasmu ini adalah perintah Rasulullah SAW.”

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi
ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dinikahkan dengan pemuda ini.

Kerena ingat firman Allah dalam
Al-Qur’an surah An Nur 24 : Ayat 51.

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An Nur 24:Ayat 51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang layang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada taranya dan segera melangkah pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasullah SAW pun yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah ia diterima ya Rasulallah,” jawab Zahid.

“apakah Sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Uthman, dan Abdurrahman bin Auf untuk membantunya mendapatkan uang untuk menikah . Setelah mendapatkan wang yang cukup banyak,

Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan.

tak lama kemudian se tiba nya di pasar dan bersamaan itu pula ada pengumuman Jihad untuk menegakkan Agama AllahSWT.

Zahid Mulai bingung Untuk menentukan Sikap " menikah Atau Berjuang demi Agama Allah SWT.

akhir nya dia mencoba kembali lagi Ke masjid

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengetahui?”.

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah jika begitu uang untuk menikah ini akan aku beliakan baju besi dan kuda yg ter baik
aku lebih memilih jihad bersama Rasulullah SAW dan menunda pernikahan ini.

Para sahabat menasihatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”

Zahid menjawab dengan tegas, “Itusudah ketetapan Hati ini bersama Al mustafa Rasulullah SAW untuk ber jihad ”

Subhanallah !!!!!

Lalu Zahid membacakan Ayat Al QurAn di hadapan Shahabat nabi SAW sebagai berikut,

“Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu khuatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu daripada cintakan Allah dan Rasul-Nya (dengan) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At Taubah: Ayat 24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dengan hebat nya beliau pertempur, banyak dari kaum kafirin tewas di tangan nya dan pada akhir nya beliau menemui ke shahidan nya . gugur demi membela akidah Rasulullah SAW.

Peperangan telah Usai, Kemenangan di rebut oleh bendera Rasul SAW

senja yg penuh dengan keberkahan ketika RasullullahSAW memeriksa satu persatu yg telah gugur di jalan Allah , sebagai Shuhada AllahSWT.

Nampak dari ke jauhan Sosok pemuda Yg bersimbah Darah dengan Luka bekas sasatan pedang !!!!

RasulullahSAW menghampiri jasad pemuda itu sambil meletakkan kepalanya di pangkuan Manusia Agung ini Habiballah.
memeluk nya sambil Menangis ter sedu2

" bukan kah Enggkau ya Zahid yg hendak menikah Malam ini ????"
tapi engkau memilih kerithaan Allah, ber jhad bersama Ku.

tak lama kemudian Rasulullah Ter senyum dan memalingkan Muka ke sebalah Kiri karna Malu "

karna

Sesosok bidadari Cantik dari Surga menjemput Ruh Mulia pemuda ini, sambil Tersingkap kaki nya, sehingga nampak ke indahan betis nya membuat RasulullahSAW Malu.


Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an;

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Surah Ali Imran Ayat 169-170.

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi
kamu tidak menyadarinya.” (Al Baqarah :Ayat 154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak dapat mendampinginya di dunia, maka izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

Al Faqir

Fuad Oemar Shahab
Continue reading →
Monday, January 21, 2013

CINTA TAK TERLERAI

0 comments
Pict : Raka Mariko


Betapa cinta tiada tak terlerai, 
Meski keras ia dihempas aral, 
Tak jua surut pada seketika, 
Mengalir jauh sebening embun. 

Rasa sukmawi nan bgitu tulus, 
Lenyapkan noktah hasrat ragawi, 
Bentengi langkah di niat suci, 
Raih damai di ujung pengharapan! 

Meski pekat sesak mendesak selaksa pilu, 
Meski duka pedih menyalib luka perih, 
Meski bersimbah airmata lara, 
Meski harus merejam derita siksa, 

Aku tak bergeming, 
Kau tiada menjerakan! 
Dan tak jua cinta terlerai berjarak di jiwa. 

Tak kau sadari, 
T'lah kau patahkan sayap-sayapku untuk terbang jauh, 
Hingga terdiam'ku bisu di sini, 
Menikmati kecintaan di palung hangatmu, 
Merasai riak di hempasan geloramu. 

Kau pahat kristal kagum'ku di relung batin, 
Mengarah mataku tertuju menatapmu satu, 
Hilang lelah meski aku telah hampir menyerah kini, 
Lenyap tangis meski aku tak kuasa tersenyum lagi... 

Kau, 
adalah pesona, 
Mengekalkan! 
Kau, 
Adalah anugerah, 
Menenangkan! 
Kau, 
Adalah mustika,, 
Mendamaikan! 

Dan aku rela jaga kau sepanjang hayat, 
Dalam bingkai cinta yang tak terlerai! 

Sebab, 
Aku padamu, 
belahan hati tautan kalbu!
Continue reading →
Sunday, January 20, 2013

ADA KERINDUAN DALAM BAIT DOA

0 comments
 
**
Butir-butir kata terangkai Dalam benak ,
Tertuang Dalam kalimat menghiba,
Bersuara Dalam iringan isak ,
Terucap "Aamiin" Dengan lirih...

Masa itu Akan kukenang,
Tuk mengais Makna yang tertinggal ,
Jejak itu sebagai petunjuk ,
Menuju jalan yang menjadi tujuan..

Diri Ini lemah Dalam mengarungi perahu sendiri,
Waktu yang beranjak kian ke Ufuk ,
Langkah perlahan tertatih ,
Terseok ,terpincang , terjatuh..

Tiadalah menyusut asa,
Tak bergeser ikhtiar,
Tidak bergeming ingin ,
Masih melangkah...

Santun ini bertahan ,
Impian pun belum Menepi,
Menunggu setengah Rindu,
Memikat Hati dengan doa...

Rindu yang merindui..

~*
Continue reading →
Saturday, January 19, 2013

Surat al-Fatihah, Keajaiban Angka Tujuh

0 comments
 
Apa rahasia yang ada di balik penamaan surat al-Fatihah
dengan nama as-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang)? Pembahasan berikut ini akan menjelaskan kepada Anda
sebagian di antara keajaiban
 angka tujuh 
yang terdapat dalam surat al-Fatihah. 

♦♦♦


Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman,
 
“Dan sesungguhnya Kami telah berikan

 kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.” (al-Hijr : 87) 
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam) (surat al-Fatihah) adalah as-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang di baca berulang-ulang) dan al-Quran yang Agung yang diberikan kepadaku.” (Hadits Riyawat al-Bukhari) 

 
Keajaiban Pertama 
Jumlah ayat dalam surat al-Fatihah ada tujuh ayat. Jumlah langit ada tujuh. Jumlah bumi ada tujuh. Jumlah hari dalam seminggu ada tujuh hari. Jumlah putaran yang dilakukan oleh seseorang yang melakukan thawaf mengelilingi ka’bah adalah tujuh putaran. Sa’i (berlari-lari kecil) antara Shafa dan Marwa dilakukan sebanyak tujuh kali. Melempar jumrah dilakukan oleh orang yang sedang melaksanakan ibadah haji sebanyak tujuh kali. Anggota tubuh yang diperintahkan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk di tempelkan ke tanah ketika sujud ada tujuh anggota tubuh. Jumlah pintu jahannam ada tujuh buah. Kata “jahannam” disebutkan dalam al-Quran sebanyak 77 kali (77=7x11). 
 
Keajaiban ke Dua 
Jumlah huruf hijahiyah yang ada dalam surat al-Fatihah ada 21 huruf (21=7x3). Huruf tersebut adalah:
 
ا ب ت ح د ذ رس ص ض ط ع غ ق ك ل م ن و ه ي
 
 
Keajaiban ke Tiga 
Jumlah huruf yang terputus-putus yang ada dalam al-Quran ada 14 huruf (14=7x2). Huruf huruf itu termasuk dalam huruf-huruf yang ada dalam surat al-Fatihah. Huruf-huruf tersebut adalah :
 
ا ل م ن ه ك س ي ع ص ر ق ح ط
 
 
Keajaiban ke Empat 
Jumlah huruf dari kalimat الله yaitu ا, ل, dan ه yang ada dalam surat al-Fatihah ada 49 huruf (49=7x7) 
 
Keajaiban ke Lima 
Huruf yang terputus-putus yang pertama kali disebutkan dalam al-Quran adalah firman Allah الم yang merupakan ayat pertama dalam surat al-Baqarah. Jika kita menghitung jumlah ketiga huruf tersebut (ا, ل, dan م) dalam surat al-Fatihah, akan kita dapati bahwa huruf ا ada 22 buah, huruf ل ada 22 buah dan huruf م ada 15 buah. Apabila kita menggandengkan jumlah ketiga huruf di atas maka akan terbentuk bilangan 222215 atau kalau kita membalik susunannya akan terbentuk bilangan 152222 dan 221522. Dan ajaibnya, ketiga bilangan tersebut merupakan kelipatan dari angka tujuh. (222215=7x31745, 152222=21746, 221522=7x31646)

 blogspot.com


Fakta ke-6 
Jumlah huruf yang berharokat syiddah ( ّ ) ada 14 huruf. (14=7x2) 
 
Fakta ke-7 
Urutan huruf hijaiyah dalam ayat pertama surat al-Fatihah berdasarkan jumlahnya secara berurutan dari yang terkecil ke yang terbesar adalah sebagai berikut : 
Huruf هـ : 1 buah. 
Huruf ي : 1 buah. 
Huruf ن : 1 buah. 
Huruf س : 1 buah. 
Huruf ب : 1 buah. 
Huruf ح : 2 buah. 
Huruf ر : 2 buah. 
Huruf ا : 3 buah. 
Huruf م : 3 buah. 
Huruf ل : 4 buah. 
Jika kita menggandengkan angka-angka di atas akan terbentuk bilangan 1111122334. (1111122334=7x158731762) 
 
Fakta ke-8 
Urutan huruf hijaiyah dalam surat al-Fatihah berdasarkan jumlahnya secara berurutan dari yang terkecil ke yang terbesar adalah sebagai berikut : 
Huruf ذ : 1 buah. 
Huruf ق : 1 buah. 
Huruf ض : 2 buah. 
Huruf غ : 2 buah. 
Huruf ط : 2 buah. 
Huruf ص : 2 buah. 
Huruf ت : 3 buah. 
Huruf ك : 3 buah. 
Huruf س : 3 buah. 
Huruf و : 4 buah. 
Huruf د : 4 buah. 
Huruf ب : 4 buah. 
Huruf ح : 5 buah. 
Huruf هـ : 5 buah. 
Huruf ع : 6 buah. 
Huruf ر : 8 buah. 
Huruf ن : 11 buah. 
Huruf ي : 14 buah. 
Huruf م : 15 buah. 
Huruf ل : 22 buah. 
Huruf ا : 22 buah. 
Jika kita menggandengkan angka-angka di atas akan terbentuk bilangan 11222233344455681114152222. (11222233344455681114152222=7x1603176192065097302021746)
 
(Sumber: al-Mausu’ah adz-Dzahabiyyah fii I’jazil Qur’anil Karim was Sunnatin Nabawiyyah, karya : Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli/alsofwah)
Continue reading →

KEMUNGKINAN TERKABULKANNYA DO'A

0 comments
 
Sudah bertahun-tahun, si Muhammad selalu memanjatkan do’a. Tak kunjung pula dikabulkan. Lama-kelamaan ia pun lantas berputus asa.

Mungkin ada satu pelajaran yang si Muhammad belum mengetahuinya termasuk pula kita. Perlu dipahami bahwa setiap do’a yang kita panjatkan—jika memang terpenuhi syarat-syaratnya—niscaya diijabahi. Namun belum tentu yang kita minta bisa persis seperti itu. Boleh jadi Allah beri yang lebih baik. Boleh jadi Allah alihkan ke pilihan lain karena siapa tahu yang kita minta bisa mencelakakan diri kita. Barangkali pula Allah berikan persis sesuai dengan apa yang kita minta. Ini semua tergantung pada hikmah Allah Ta’ala.

Contoh gampangnya seperti seorang dokter. Ia mendapati pasien yang sakit dan ingin diobati. Si pasien mengeluhkan penyakitnya seperti ini dan seperti ini. Lantas dokter pun memberikan ia resep obat. Boleh jadi yang ia beri adalah yang persis yang diminta oleh si pasien. Boleh jadi pula dokter beri resep yang lebih baik, lebih dari yang si pasien kira. Boleh jadi pula si dokter memberi resep obat yang lain, tidak seperti yang si pasien minta, namun dokter tersebut tahu mana yang terbaik. Demikianlah permisalan terkabulnya do’a.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
 
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa'id; derajat hasan)

Ingatlah bahwa Allah Ta’ala memang Maha Mengijabahi setiap do’a. Allah Ta’ala berfirman,
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu'min: 60). Boleh jadi Allah mengabulkan do’a tersebut sebagaimana yang diminta. Boleh jadi Allah ganti dengan yang lebih baik. Boleh jadi pula Allah ganti dengan yang lain karena yang kita minta barangkali tidak baik untuk kita.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 216)
Jika setiap orang memahami hal ini, maka tentu ia akan terus banyak berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Karena setiap do’a yang dipanjatkan pasti bermanfaat. Segala sesuatu yang Allah karuniakan, itulah yang terbaik.

Janganlah berputus asa! Don’t give up!
Semoga sajian singkat ini bermanfaat.

Continue reading →