Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
ALT_IMG

The Time Is Very Important

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...

ALT_IMG

Tolonglah Saya Dengan Do'a Anda

Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..

Alt img

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...

ALT_IMG

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat yang Berbeda

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...

ALT_IMG

Separuh Aku Adalah Separuh Kamu dan Separuh Mereka

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...

ALT_IMG

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki. Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah. Readmore...

ALT_IMG

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Saturday, March 16, 2013

6 (Enam) Mualaf Wanita Di Inggris Masuk TV

0 comments
Sebanyak enam wanita mualaf Kota Rossendale, Inggris menjadi aktris dalam sebuah acara televisi dokumenter tentang agama. “Make Me a Muslim”, demikian nama program televisi yang tayang di channelBBC Three tersebut.

Ide program TV dokumenter tersebut berawal dari meningkatnya jumlah warga Inggris yang memeluk agama Islam. Para muallaf Inggris tersebut pun didominasi oleh wanita. BBC Three berinisiatif mengeksplor peningkatan angka tersebut.

Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menayangkan kisah nyata perjalanan beberapa mualaf wanita hingga akhirnya melantunkan syahadat.  Seperti halnya reality show pada umumnya, para kru televisi mengikuti aktivitas mualaf wanita sehari-hari.

Tanpa rekayasa ataupun naskah skrip, mereka menggambarkan kegiatan enam mualaf muslimah tersebut selama dua hari. Salah satu mualaf muslimah yang diikut sertakan dalam program tv tersebut yakni Vicky Inaya Westerman (28 tahun).

Vicky merupakan seorang warga Rossendale Inggris yang memeluk Islam setelah mengalami depresi. Saat depresi berat, penganut Kristen tersebut mulai membaca Alquran. Sejak itulah, ia terpesona dengan kitab suci dan agama rahmatan lil alamin ini. Mantan customer service tersebut pun mampu mengobati depresinya setelah membaca Alquran hingga kemudian memeluk Islam pada tahun 2008.

Saat sekolah di SMA Haslingden, Vicki sebenarnya telah mengenal banyak teman Muslim. Interaksi dengan teman-temannya ini lah yang pertama kali membuatnya tertarik dengan Islam.

“Mereka tidak pernah menekan saya,” ujarnya sedikit mengisahkan perjalanannya menuju hidayah.
Vicki mengaku senang dapat ikut serta dalam program agama BBC tersebut. Ia mengaku antusias meski sedikit grogi dan gugup. “Sangat menarik menjadi bagian dari program ini, tapi agak menegangkan juga karena saya tak pernah melakukan hal semacam ini sebelumnya,” ujar Vicki dikutip dari media Inggris Telegraph.

Inggris memang menjadi negara nyaman bagi mualaf meski eksistensi mereka sebagai etnis minoritas. Jumlah muslim Inggris terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2008 terdapat 1,65 juta muslim atau sekitar 2,7 persen dari total populasi negara monarki konstitusi tersebut.

Kemudian, pada 2010, sebanyak 2,8 juta Muslim tinggal di Inggris dengan persentase sebesar 4,6 persen dari total penduduk. Hal tersebut menunjukkan jumlah mualaf yang terus saja bertambah tiap tahunnya.[]

Source : Muslimahzone.com
Continue reading →

SAINGAN TANGGUH DARI LANGIT BAGI PARA ISTERI

0 comments

Allah telah menciptakan satu makhluk yang mirip dengan wanita, yaitu bidadari, sebagai bukti pemuliaan-Nya kepada pria. Allah memberikan bidadari kepadanya, sehingga sekali pun pria mukmin itu masih berada di dunia, bidadari tersebut akan selalu setia menunggunya.

Allah telah menambahkan kemuliaan para pria, yaitu ketika para bidadari turun ke langit dunia untuk mengintip para suami mereka dari balik awan dengan penuh kerinduan.

Rasulullah Saw. pernah bersabda: "Belum lagi bumi kering dari darah syahid, namun kedua istrinya dari kaum bidadari sudah menaunginya seperti dua induk unta yang menaungi anak mereka dari terik sinar matahari." (HR. Ahmad dalam kitab Musnad).

Dalam hadits ini Rasulullah Saw. ingin memberitahukan kepada  kaum wanita bahwa mereka memiliki saingan yang tangguh dari balik awan.

Maka betapa hinanya bagi seorang wanita ketika dia menyakiti suaminya yang sungguh pantas bila wanita itu menjadi hina apabila dia menghinakan suaminya. Oleh karena itu, tidak ada hal lain yang menjadi ukuran kemuliaan diri seorang istri, kecuali menjadi pesaing wanita-wanita yang mulia atau para bidadari yang bermata jeli itu.

Suami yang beriman merupakan orang yang mulia di sisi Allah. Allah akan marah bila ada orang yang menghinakannya, bahkan Dian menyatakan perang terhadap orang yang memusuhinya.

Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman:
"Barang siapa yang memusushi (menyakiti) kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang dengannya."

Allah SWT menugaskan para bidadari surga untuk menjunjung kemuliaan suami-suami mereka ketika para istri menyakiti para sujami mereka, sekali pun sedikit.

Rasulullah Saw. bersabda: "Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istri suami tersebut yang berasal dari kaum bidadari akan berkata: Jangan sakiti dia! Semoga Allah mencelakakanmi, sebab dia berada bersamamuj hanya seperti orang asing yang akan meninggalkanmu untuk menemui kami.'" (HR. Tirmidzi (hasan) dan Ahmad).

(Source: Buku "Bidadari Surga, agar Engkau lebih mulia darinya" karya 'Itisham Ahmad Sharraf).
Continue reading →

Ahli Ibadah Bisa Tersesat Cukup Dengan Wanita

0 comments

Wanita adalah perhiasan dunia yang sangat indah di mata laki-laki.  Saking indahnya banyak laki-laki yang terpedaya, ketika wanita berhasil dijadikan anak panah oleh Setan untuk menargetkan sasarannya sekalipun ia seorang yang shalih. Bagaimana seorang yang shalih yang ahli ibadah bisa tertipu oleh tipu daya Setan hanya dengan wanita? Padahal ia orang yang sering berdzikir kepada Allah.


Sa’id bin Al-Musayyab radhiyallahu anhu pernah berkata, “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi, melainkan dia tidak merasa aman dari gangguan Iblis, yang merusaknya melalui perantara seorang wanita.”

Dan dari hasan bin Shalih, dia berkata, “Aku pernah mendengar setan berkata kepada wanita, “Engkau adalah separuh pasukanku, engkau adalah anak panah yang kuluncurkan dan aku tidak pernah salah sasaran. Engkau adalah penyimpan rahasiaku dan engkau adalah utusanku jika aku membutuhkan.”
Kisah ini diriwayatkan dari Wahb bin Munabbih radhiyallahu ‘anhu. Ada seorang ahli ibadah di kalangan bani israel. Dia adalah orang yang paling tekun beribadah pada zamannya. Pada saat itu ada tiga orang laki laki bersaudara yang memiliki satu saudari lagi, seorang gadis. Ketika mereka hendak pergi untuk ikut dalam perngiriman satuan pasukan, mereka tidak tahu siapa yang akan menjaga dan melindungi saudari mereka, dan kepada siapa dia akan dititipkan. Maka mereka sepakat untuk menitipkan saudari mereka kepada laki laki ahli ibadah di kalangan Bani Israel. Dengan penuh keyakinan mereka mendatangi ahli ibadah itu dan memintanya untuk sudi dititipi saudari mereka, yang berarti saudari mereka itu harus menetap di tempat ahli ibadah dan dalam lindungannya hingga mereka kembali dari peperangan. Namun ahli ibadah menolak permintaan mereka dan dia berlindung kepada Allah dari keberadaan saudari mereka. Mereka terus mendesak ahli ibadah itu hingga akhirnya dia berkenan. Ahli ibadah itu berkata, “Suruhlah dia menginap di sebuah bilik di lantai bawah biaraku.”

Maka mereka menempatkan saudarinya di bilik yang dimaksudkan kemudian mereka meninggalkannya. Dengan begitu, gadis tersebut berada di tempat ahli ibadah untuk sekian lama, yang selama itu pula ahli ibadah turun dari biaranya untuk memberikan makanan kepada sang gadis. Dia meletakkan makanan di dekat pintu biara, kemudian menutupnya kembali lalu naik ke lantai atas dalam biaranya. Setelah itu sang gadis keluar dari biliknya untuk mengambil makanan yang sudah diletakkan ahli ibadah.

Setan cukup sabar menghadapi ahli ibadah itu dan senantiasa membuatnya senang melakukan kebaikan, sambil membesar besarkan masalah jika gadis itu keluar pada siang hari dan menakut nakutinya andaikan ada orang lain yang melihat keberadaan gadis itu di biaranya. Maka setan menambahi tipu muslihatnya dengan berkata, “Andaikan engkau mau berjalan ketika membawa makanannya , lalu engkau meletakkannya didepan biliknya, tentu pahalamu semakin bertambah besar.”

Setan terus menerus membujuknya hingga dia mau berjalan mendekati bilik gadis dan meletakkan makanannya di depan pintunya, tanpa berbicara sedikitpun. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Kemudian Iblis mendatangi ahli ibadah dan menganjurkannya kepada suatu kebaikan, seraya berkata, “Andaikata engkau mau berjalan membawa makanannya dan meletakannya di dalam biliknya, tentu pahalamu semakin besar.” Iblis senantiasa membujuk ahli ibadah hingga dia mau berjalan membawa makanannya dan meletakkannya di dalam bilik sang gadis. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Iblis menyuruh ahli ibadah kepada kebaikan dan menganjurkannya, seraya berkata, “Andaikata engkau mau berbicara dan mengobrol dengannya, tentu engkau akan bisa menjaganya, karena dia bisa saja dimangsa binatang buas.” Iblis senantiasa membujuknya, hingga ahli ibadah itu mau berbincang bincang dengan sang gadis dari atas lantai di atas biaranya hingga beberapa lama.

Setelah itu Iblis mendatangi ahli ibadah dan berkata membujuknya, “Andaikata engkau mau turun ke biliknya, duduk di depan pintu biaramu dan mengajaknya berbincang bincang denganmu, tentu hal itu lebih dia sukai.” Iblis senantiasa membujuknya hingga ahli ibadah mau duduk di depan pintu biaranya dan keduanya berbincang bincang. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Iblis mendatangi ahli ibadah dan mengajurkan sesuatu yang selayaknya ia lakukan. Iblis berkata, “Andaikata engkau keluar dari biaramu dan duduk di dekat pintu biliknya, lalu engkau berbincang bincang dengannya, tentu lebih menyenangkan hatinya. Iblis senantiasa membujuk ahli ibadah hingga akhirnya dia benar-benar melaksanakannya. Hal ini terjadi hingga beberapa lama.

Iblis mendatangi ahli ibadah lagi dan memberinya anjuran tentang pahala yang akan diperolehnya di sisi Allah jika dia mau mengerjakannya. Iblis berkata, “Andaikan saja engkau mau keluar dari biaramu dan duduk lebih dekat lagi ke pintu bilik si gadis itu serta berbincang bincang dengannya tanpa perlu keluar dari sana.” Ahli ibadah melakukan anjuran Iblis ini dan hal ini berjalan hingga beberapa lama.

Kemudian Iblis mendatangi ahli ibadah dan berkata, “Andaikata engkau mau masuk ke dalam bilik gadis itu, berbincang bincang dengannya dan tanpa diketahui seorang pun, maka hal ini tentu lebih baik bagimu.” Maka sehari penuh ahli ibadah menemani sang gadis di dalam biliknya. Ketika hari sudah senja, dia keluar dan naik ke lantai atas dari biaranya.

Iblis mendatangi ahli ibadah dan terus menerus membujuknya, hingga dia berani memegang paha sang gadis dan memeluknya. Iblis terus memperdaya ahli ibadah dengan membisikkan bahwa hal itu merupakan kebaikan, hingga akhirnya dia menyetubuhinya dan gadis itu pun hamil. Ketika tiba saatnya, gadis itu melahirkan seorang bayi. Iblis mendatangi ahli ibadah seraya berkata, “Apa pendapatmu jika saudara saudaranya datang sementara saudari mereka telah melahirkan seorang bayi akibat perbuatanmu? Apa yang hendak engkau lakukan? Tentu saja aku tak berani menjamin dirimu, bahwa nama baiknya akan tercemar, atau mereka akan mencemarkan nama baikmu. Karena itu hampirilah bayi itu, bunuhlah dia, lalu kuburkan mayatnya. Gadis itu akan merahasiakannya karena takut andaikan saudara saudaranya tahu apa yang telah engkau perbuat terhadap dirinya.”

Maka ahli ibadah itu melakukan apa yang dianjurkan Iblis. Lalu Iblis berkata lagi, “Apakah menurut pendapatmu wanita itu akan menyembunyikan kepada saudara saudaranya apa yang telah engkau perbuat terhadap dirinya dan anaknya? Ambillah wanita itu, bunuhlah dia dan kubur bersama anaknya!”
Ahli ibadah benar benar mengikuti anjuran Iblis, membunuh dan mengubur gadis itu bersama anaknya.

Dia juga membuat sebuah lubang dan meletakkan sebuah batu besar diatasnya setelah meratakan tanahnya. Setelah itu ia naik ke lantai atas biaranya untuk beribadah disana. Tidak berapa lama berselang seperti yang dikehendaki Allah, saudara saudara sang gadis datang dari peperangan, lalu mereka mendatangi biara dan menanyakan saudari mereka. Ahli ibadah menangis dan menunjukkan belas kasihannya terhadap saudari mereka seraya berkata, “Dia adalah seorang wanita yang paling baik. Itu adalah kuburannya. Lihatlah!”

Mereka mendatangi kuburan saudari mereka dan menangis disana sebagai luapan kasih sayang mereka. Beberapa hari mereka berada di kuburan itu lalu mereka pulang ke rumah.
Pada malam harinya dan setelah mereka tidur, setan mendatangi mereka lewat mimpi. Setan muncul dalam rupa seorang musafir. Pertama kali ia datang dalam mimpi salah seorang di antara mereka yang paling tua.

Setan bertanya tentang nasib saudarinya. Orang itu menjawab seperti apa yang dikatakan ahli ibadah, bagaimana kematiannya dan bagaimana kasih sayang yang ditunjukkannya terhadap saudarinya itu. Bahkan ahli ibadah itu juga menunjukkan kuburannya. Namun setan menyangkal semua itu seraya berkata, “Ahli ibadah itu tidak berkata jujur tentang saudari kalian. Saudari kalian itu telah hamil dan melahirkan bayi karena perbuatan ahli ibadah, lalu dia membunuh saudari kalian dan menguburnya di balik pintu sebelah kanan di bilik yang ditempati saudari kalian. Pergilah kesana dan buktikan sendiri, tentu kalian akan mendapatkan apa yang kukatakan ini.”

Lalu Iblis mendatangi dua saudaranya yang lain dan mengatakan hal yang sama. Ketika sudah bangun mereka merasa heran dengan mimpi yang mereka alami dan mereka semakin heran ketika mereka memberi tahu tentang mimpi mereka masing masing.

“Ini hanya sekedar mimpi, kalian tak perlu memperdulikannya” kata yang paling tua .

Yang paling muda berkata, “Demi Allah aku tidak akan surut sebelum mendatangi tempat itu dan memeriksanya.”

Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk mendatangi bilik yang dulu ditempati saudarinya. Mereka membuka pintu dan mencari cari tempat seperti yang diberitahukan kepada mereka lewat mimpi. Ternyata benar, saudari mereka dan anaknya terkubur di tempat itu. Mereka menemui ahli ibadah dan menanyakan tentang nasib saudari mereka dan tak ada pilihan lain bagi ahli ibadah selain mengakuinya karena godaan setan. Mereka pun menurunkan ahli ibadah dari biaranya dan siap untuk di salib. Tatkala ahli ibadah itu sedang diikat di papan, setan menemuinya seraya berkata, “Tentunya engkau sudah tahu bahwa sebenarnya akulah yang telah menggodamu dengan kehadiran wanita itu, lalu engkau membuatnya hamil, lalu engkau membunuhnya dan anaknya. Jika pada saat ini engkau tunduk kepadaku dan kufur kepada Allah yang telah menciptakanmu dan membentuk dirimu, tentu engkau akan selamat dari keadaan yang akan menimpamu ini.”

Maka ahli ibadah itu menyatakan kufur kepada Allah. Namun kemudian setan meninggalkannya begitu saja dan membiarkan orang orang menyalibnya. Karena peristiwa inilah Allah menurunkan ayat, surah Al Hasyr : 16.

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلإنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ“

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: ‘Kafirlah kamu’, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam’.”

Sungguh benar perkataan Al Haasan bin Shalih yang mengatakan “Sesungguhnya setan benar-benar akan membukakan 99 pintu kebaikan bagi seorang hamba, untuk tujuan membuka satu pintu keburukan.”

Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda:“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki laki (melainkan fitnah yang datang dari) wanita.” Dikeluarkan oleh Bukhari (9/5096); Muslim (4/2097), Ibnu Majah (3998) dan At-Tirmidzi (2780) dan dia berkata: “Hadits Hasan Shahih”

Sumber: dari buku “Perangkap Setan” karya Ibnul Jauzy penerbit Al Kautsar

muslimahzone.com
Continue reading →

Jangankan Di Indonesia, Di Arab Saja Ngalamin Westernisasi

0 comments
Wanita di negara-negara kawasan Timur Tengah juga sedang mengalami westernisasi, sementara Turki yang ingin menjadi contoh negara Islam ideal dipimpin oleh seorang Muslim yang masih memakai sistem sekuler.

Hal itu disampaikan oleh aktivis Hizbut Tahrir perwakilan Timur Tengah dan Asia, saat ditemui hidayatullah.com di sela-sela Konferensi Perempuan Internasional yang digelar Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Sabtu (22/12/2012).

Umm Suhayb Alshami, wanita Palestina yang lebih senang menyebut Timur Tengah sebagai asal negaranya, mengatakan bahwa kondisi wanita di negara-negara Arab saat ini sama seperti di negara-negara Muslim lain yang mengalami westernisasi. Kondisi mereka secara umum sekarang justru semakin buruk karena westernisasi, di mana wanita banyak yang hidup menderita dan terpaksa bekerja di luar rumah, seperti halnya wanita-wanita Indonesia yang bekerja ke luar negeri.

Saat ditanya tentang tuntutan hak mengemudi mobil oleh wanita Saudi, Umm Suhayb mengatakan bahwa hal tersebut merupakan dilema. Di satu sisi, wanita-wanita Saudi juga diserang westernisasi, namun di sisi lain ada kebutuhan dibalik tuntutan tersebut.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa tidak ada larangan wanita mengemudi dalam Islam, kata wanita berwajah tegas tetapi ramah itu. Harus ditimbang mana yang lebih baik, antara wanita mengemudi mobilnya sendiri atau berkhalwat dengan sopir pria asing yang mengantarnya ke mana-mana. Dan menurutnya, lebih baik wanita menyetir sendiri daripada berkhalwat dengan sopir yang bukan mahramnya.

Umm Suhayb mencatat, orang-orang Barat sengaja menggembar-gemborkan isu tuntutan wanita Saudi itu. “Mereka ingin menyerang Islam dengan ini. Mereka bilang Islam melarang wanita mengendarai mobil. Padahal tidak demikian adanya.”

Ditemui di tempat berbeda dalam kesempatan yang sama, Umm Khalid perwakilan Muslimah HT kawasan Asia menceritakan tentang kondisi Muslimah di negara Turki.

Wanita murah senyum yang mengagumi keramahan perempuan Indonesia itu mengatakan bahwa wanita Muslim Turki terpecah sikapnya, seperti halnya negara mereka yang sekuler. Sebagian sudah mulai menyadari bahwa mereka hidup di negara sekuler yang tidak menerapkan aturan Islam.

Menurut Umm Khalid, Turki saat ini memang dipimpin oleh seorang Muslim yang baik. Namun, hal itu tidak cukup sebab pemimpinnya belum memakai hukum Islam dalam menjalankan pemerintahan.

Sebagai contoh, pemakaian hijab di sekolah-sekolah. Sampai saat ini, hanya mahasiswa perguruan tinggi dan murid sekolah agama Islam saja yang diperolehkan berkerudung. Pelajar di tingkat bawahnya sama sekali tidak diizinkan mengenakan hijab, demikian pula dengan guru-guru mereka.

“Entah sampai kapan,” ujar Umm Khalid mengomentari peraturan yang tidak kunjung diubah itu.*


VOA-ISLAM
Continue reading →

Urusan Keuangan itu Urusan Istri, Okay?

0 comments

Ini adalah kisah nyata. Kisah tentang kehidupan dua orang wanita. Sebut saja mereka Mawar dan Melati. Secara kasat mata, keduanya tampaklah sama. Mereka berdua juga mengabdikan diri sepenuhnya untuk mengurus keluarga. Penghasilan suami- suami mereka kurang lebih juga sama. Merekapun memiliki keahlian yang seimbang dalam menata keuangan keluarga. Dan dari semua kesaamaan itu, hal yang paling mirip  adalah yang berkaitan dengan hobi, yaitu berbelanja.
Namun, mereka memiliki sedikit perbedaan mencolok. Hal ini terjadi terutama diakhir bulan. Mawar bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung. Sedangkan Melati, dia pasti sibuk kesana kemari untuk berhutang, untuk menutupi kekurangan finansial keluarga.
Selanjutnya, pertanyaanpun muncul. Apa yang salah dari kemampuan Melati dalam menjadi manajer keuangan keluarganya? kenapa bisa berbeda dengan Mawar? Bukankah pendapatan suami mereka tidak berbeda jauh?.
Usut punya usut, ternyata Mawar adalah wanita yang menyukai belanja, tapi untuk kebutuhan keluarga. Dia jarang menghabiskan uang untuk kesenangannya sendiri.Sedangkan Melati, dia lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan pribadinya. Tentu saja, sebagai wanita berkelas, Melati memilih untuk membeli barang dengan merek ternama. Melati memang handal dalam mengatur kebutuhan keluarganya, namun dia sering tergoda untuk membeli barang baru dan bermerek yang sangat mahal. Alhasil keadaan keluarga Melati menjadi tidak terlalu harmonis. Sang suami sering kesal melihat istrinya berbelanja lepas kontrol. Dan anak- anak akhirnya tidak damai melihat ayah dan ibunya yang senantiasa tidak pernah rukun dirumah.
Sebuah pelajaran berharga bisa kita ambil dari kesalahan yang dilakukan mawar tersebut. Ternyata memiliki kemampuan mengatur keuangan yang baik saja tidaklah cukup. Pandai mendidik diri untuk tidak mudah tergoda dengan pernak pernik barang yang menarik, juga tidak kalah penting untuk diterapkan kepada diri kita sebagai wanita. Hal ini tentu saja tidaklah mudah. Mengingat, sudah menjadi fitrah seorang wanita yang  sangat menyukai berbelanja, barang- barang yang indah, dan pernak pernik yang cantik.
Namun jika godaan untuk membeli barang- barang level tersier ini diluar batas kendali, itu sama saja kita mengorbankan keutuhan keluarga demi ego sendiri. Hal ini tentu saja tidak akan mendamaikan. mengingat banyak dari pasangan suami istri yang menyelesaikan keruwetan masalah keungangan dengan pertengkaran. Akhirnya, hobi belanja yang awalnya dianggap bisa menyenangkan hati, malah akan menyusahkan seluruh keluarga.
Jadi sebagai sebagai manajer keluarga yang mumpuni, wanita tidak hanya dituntut untuk bisa mengatur nafkah yang diberikan oleh suami, namun mereka juga harus dengan baik mengakui kelemahan diri dalam hal yang berkaitan dengan materi. Menjauhi lingkungan yang mengutamakan gengsi dan gaya hidup mewah adalah hal yang wajib kita lakukan.
Walaupun penghasilan suami berlebih, hendaknya menabung adalah lebih baik untuk dilakukan, karena dunia itu berputar. Mungkin saat ini kita bisa dengan mudah mendapatkan materi. Namun seiring dengan berjalannya usia, siapa yang menjamin kita tetap berada “diatas”?. Kesimpulannya, wanita adalah memang pondasi keluarga. Pondasi itu salah satunya terletak dalam kecerdasannya mengatur nafkah yang diterima dari suami, Dan jika pondasi itu rapuh apalagi roboh,  bisa dipastikan seluruh keluargalah yang akan menanggungnya. 
Sebagai wanita muslimah, hendaknya wanita juga lebih berhati- hati dalam menjaga harta yang diamanahkan oleh suami. Karena semua amanah pasti akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wataala. Para istri tidak boleh curang dalam membelajakan harta suami mereka. Ijin dari suami harus terlebih dahulu mereka dapatkan, demi menjaga keberkahan dari harta tersebut.
“Wahai orang- orang beriman! Jangankan kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar) kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu …” (QS. An-nisa’:29)

Seorang istri adalah partner sejati suami mereka. Maka sudah sepantasnya jika seorang suami menyerahkan kepercayaan kepada para istri mereka. Dan istri yang baik akan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam pelaksanaan tugasnya ini. Karena itulah, mereka tidak mudah silau dengan harta, namun menggunakannya justru untuk meraih ridho Allah, lewat ketatnya pengawasan dan kualitas kontrol diri yang prima.
(Syahidah/voa-islam.com)
Continue reading →
Wednesday, February 27, 2013

Satu Kata dan Perbuatan

0 comments
Satu Kata dan Perbuatan

Allah SWT berfirman, "Mengapa kalian mengajak orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri (akan kewajib-an)mu sendiri, padahal kalian membaca Al kitab? Maka tidaklah kalian berfikir?" (QS al-Baqarah [2]: 44).

Pertanyaan di atas dimaksudkan sebagai teguran yang keras dan kritikan pedas terhadap orang yang mengajak kebajikan akan tetapi dia sendiri lalai menjalankan tugas. Para Ulama' berbeda pendapat tentang arti kata "al-birr" (kebajikan) dalam ayat ini diantaranya mempunyai arti:

Pertama, berpegang teguh pada taurat. Mengikuti Nabi Muhammad saw, yaitu seorang Yahudi berpesan kepada kerabatnya secara rahasia agar ia mengikuti Nabi Muhammad saw, dengan mengatakan bahwa beliau adalah Rasul yang haq, tetapi dia sendiri tidak mengikutinya, sebagaimana terdapat dalam Shahih Al bukhari (hadits no; 1356) dari Anas ra ia berkata: bahwa ada seorang anak Yahudi membantu Nabi Muhammad saw, ketika anak itu jatuh sakit maka ditengoklah oleh Nabi saw, kemudian beliau duduk disamping kepalanya sambil berpesan: "Masuklah Islam", maka anak itu menolehkan wajah kepada bapaknya yang ketika itu berada di sisinya, langsung saja si bapak menjawab: "Taatilah Abul Qasim" dengan serta merta anak itu masuk Islam, ketika Nabi saw keluar beliau berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan dia dari api neraka".

Kedua, shadaqah. Menganjurkan orang lain untuk mengikuti Nabi saw, yaitu sekelompok kaum Yahudi memberitahukan kepada manusia tentang kedatangan seorang Nabi dalam waktu dekat, dan menganjurkan mereka untuk mengikutinya. Ketaatan secara umum, maknanya adalah apakah kalian mengajak orang lain untuk taat kepada Allah dan membiarkan diri kalian sendiri bermaksiat kepadaNya.

Masih ada pendapat-pendapat yang lain, tetapi yang paling tepat dari kata 'Albirr" adalah ketaatan (kebajikan) secara umum sehingga arti yang pertama itu sudah termasuk di dalamnya.
Ayat ini meskipun dalam konteksnya berkenaan dengan "orang Yahudi" tetapi maknanya berlaku untuk umum, termasuk siapa saja yang mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan dan membiarkan dirinya lalai tidak mengerjakannya.

Al Hafizh ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Maksud ayat ini bahwa Allah mencela mereka atas tindakannya, dan mengingatkan mereka akan kesalahannya yang mengenai hak diri mereka sendiri dimana mereka mengajak orang lain berbuat kebajikan tetapi mereka sendiri tidak melakukannya.

Allah mencela orang yang mengajak kepada kebaikan tetapi dia sendiri tidak melakukannya. Terlebih lagi jika yang menganjurkan kebaikan itu seorang yang alim (mengetahui), tentu lebih wajib baginya untuk melaksanakan apa-apa kebaikan yang telah dianjurkannya.

Allah SWT berfirman, "Dan aku tidak berkehendak untuk menyalahi kalian (dengan mengerjakan) yang aku larang. Aku hanya menginginkan perbaikan semampuku. Aku hanya mendapatkan taufik dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada Nyalah aku kembali." (QS. Huud-88). Wallahua’lam.

Penulis:

Bahron Ansori MP
- See more at: http://www.sabili.co.id/opinion/item/407-satu-kata-dan-perbuatan.html#sthash.udadN8vt.dpuf
Continue reading →
Thursday, February 21, 2013

The Time Is Very Important

0 comments

WAKTU

Manfaatkan Waktu yang masih ada,
Hargai waktumu yang masih teisisa!

Ada 3 hal yang tak bisa kembali kita gapai dalam hidup ini:
1. Waktu yang telah berlalu
2. Kata-kata yang telah terucap
3. Kesempatan yang tak di manfaatkan

Maka pada hari-hari yang ada ini agar kita tak merugi akan waktu yang telah berlalu, agar kita mampu mengunakan kata dengan ucapan hikmah dan memanfaatkan usia yang masih tersisa. Kita untung bila mampu memanfaatkannya tapi akan kecewa dan hina bila menyia-nyiakannya.

WAKTU

Tak seorangpun tau, kapan waktu mulai bergerak.
Dan kapan waktu berhenti berjalan
Yang pasti sampai detik ini, dia terus bergerak dan terus bergulir

Entah anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya
Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktifitas yang tidak bermanfaat
Dia tetap diam,
Dan terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun, tanpa membantu siapapun.
Tetapi dia bernilai untuk siapapun

Dia tidak akan pernah kalah dan dia tidak pernah usang
Dia selalu baru, selalu segar dan tegar
Hanya kitalah sebagai manusia, lamban atau cepat pasti akan termakan oleh proses sang waktu
Waktu untuk kehidupan seorang manusia, tidak lama dan sangat terbatas
Maka sepantasnyalah harus kita isi kehidupan ini dengan produktifitas yang sangat bermanfaat bagi diri pribadi dan bagi manusia lainnya.

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan
Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu
Dengan demikian, kita akan menghargai keberadaan sang waktu dan nilai-nilai dari diri kita sebagai manusia.
Sehingga kita akan senantiasa berusaha untuk dapat menikmati proses waktu itu dengan kualitas kehidupan yang makin lama makin indah, nikmat, bahagia dan sangat berarti.

Nikmati Waktumu yang masih ada,
Hargai waktumu yang masih terissa!

Andre Wongso. Ditulis kembali oleh Muazar Habibi
Continue reading →

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

0 comments

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada. Sehingga dalam menjalankan kehidupan ikuti prinsip dan taati aturan, maka semua orang akan merasakan kemaslahatan.

Kisah Papan Nama Penjual

Berbagi Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Di sini Jual Ikan Segar"

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya.
"Mengapa kau tuliskan kata DISINI ? Bukankah semua orang sudah tahu kalau kau berjualan DISINI, bukan DISANA?"

"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.
"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?

"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN"
Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggallah tulisan "IKAN"

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tahu kalau ini Ikan bukan Daging?

"Benar juga" pikir sipenjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Renungan: Bila kita ingin memuaskan semua orang, kita takkan mendapatkan apa-apa
Continue reading →

Setelah Larang Alkohol, Kini Mesir Ijinkan Polisi Tumbuhkan Jenggot

0 comments
Assalamu alaykum...wr. wb..


Sambut pagi dengan berita dari mesir :;)
-->Setelah Larang Alkohol, Kini Mesir Ijinkan Polisi Tumbuhkan Jenggot<--

Pengadilan Tata Usaha Kairo telah memutuskan bahwa polisi Mesir kini diizinkan menumbuhkan jenggot. Sebelum pemerintahan Mohammad Mursi, selama beberapa dekade polisi Mesir dilarang memanjangkan jenggot mereka.

Seperti dilansir RT.com, keputusan ini muncul setelah puluhan petugas polisi diskors dari pekerjaannya karena sengaja memanjangkan jenggotnya pada awal bulan Februari.

Para polisi yang diskors itu kemudian melakukan demonstrasi di luar gedung Kementrian Dalam Negeri. Mereka meminta kepada Presiden Mursi yang juga memelihara jenggot, agar mengijinkan mereka kembali bertugas.

Larangan berjenggot awalnya diperkenalkan pada era pemerintahan mantan Presiden Hosni Mubarak. Selama pemerintahan Mubarak, siapapun yang berjenggot dilarang memegang pos pemerintahan.

Di Mesir jenggot sering dianggap sebagai penampilan orang yang saleh.

Semoga di Indonesia pun mengijinkan polisi muslimnya memelihara jenggot. ^_^

Post Share By : http://zilzaal.blogspot.com/2013/02/setelah-larang-alkohol-kini-mesir.html
Continue reading →
Tuesday, February 19, 2013

GENGSI dan EGOIS Punya Tujuan Yang Sama

0 comments

GENGSI dan EGOIS adalah dua kata yang berbeda, tapi keduanya memiliki tujuan yang sama. ~

~* ( Yah, Kira-kira Begitulah ) ^_^

Kesempurnaan Allah Azza wa Jalla mengkaruniai sifat egois atau dalam istilah lain Ingin menang sendiri, selalu menjadikan dirinya lebih di atas orang lain, menganggap dirinya tak butuh kritik, lalu sifat-sifat dasar lainnya yang dalam skala besar akan menimbulkan paham primordialisme atau etnosentrisme. Sifat-sifat ini sebenarnya tumbuh dalam setiap manusia, dan mungkin tanpa disadari. Subur oleh rasa benci, gengsi.

Berkembang karena penyemaian yang baik oleh hawa nafsu. Menjadi kuat oleh rasa sombong. Ah apapun penyebabnya, sifat egois ini telah bertransformasi menjadi sebuah kekuatan adigdaya didalam diri manusia.
Dan saya rasa, sifat egois itu telah tumbuh subur didalam diri saya. Berkembang, dan bertransformasi. Sadar ataupun tidak saya sadar.

Apalagi sifat gengsi, itu jauh tumbuh lebih subur.

Saya hanyalah seorang manusia yang tak mengerti apa itu arti ‘manusia’. Memandang rendah orang lain. Saya selalu menganggap diri saya pintar dan mereka semua bodoh. Pada diri sayalah kebenaran sejati, dan mereka hanya puing2 kesalahan yang tak akan pernah saya biarkan mengotori. Saya teringat ketika itu ada seorang teman yang meminta saya untuk mengajarinya sebuah mata pelajaran yang dia tak bisa. Karena statusnya sebagai teman, okelah saya coba penuhhi permintaannya. Tapi ternyata dalam prosesnya dia sangat susah untuk mengerti walaupun telah saya jelaskan berkali-kali. Ketika itu saya berpikir “alangkah bodohnya ni orang, gini aja ga ngerti!”. Akhirnya saking bosannya, saya cari2 alasan dan berhasil pergi meninggalkan dia. Ketika itu saya tidak tau bagaimana perasaannya. Toh bagi saya, dia hanyalah orang bodoh yang tak akan pernah mengerti.

Sebenarnya gambaran sikap dan ketidakwibawaan setiap manusia itu tidak bisa diterka. Terkadang juga ada manusia yang mengatasnamakan kepentingan baru ia melemahlembutkan perangainya. yah, Apalah itu...!!!! Terlalu jauh malah akan mengusik Husnudzhan dalam diri dan berganti ke Su'udzhon yg tidak terkendali.
Gengsi dan Egois, hanya akan membawa kehancuran bagi si pemegang watak dan tabiat macam itu dalam kehidupannya sehari-hari.

Semoga Bermanfaat
Continue reading →

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat Seperjuangan

0 comments

Untuk kedua kalinya ta angkat topik, tentang Malu dan Takut. Motivasinya cuma satu, yakni untuk mengingatkan dan menyemangati diri pribadi terutama dan pembaca bagi yang mengerti dan menyadari serta merenungi akan urgennya kedua kata ini.

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya.

~*( Jagalah mereka, maka mereka akan menjagamu )* ^_^

AMRU BIN UTBAH merupakan seorang tabi’in yang dikenal dengan kekhusyukan dalam shalat. Suatu saat beliau bersama beberapa sahabatnya mengikuti sebuah peperangan. Dan saat itu budak beliau mendapati bahwa Amru bin Utbah tidak ada pada tempatnya, hingga ia mencarinya.

Tak lama kemudian, sang budak menemukan bahwa majikannya sedang melaksanakan shalat di gunung sedangkan awan menaunginya. Dan suatu malam sang budak mendengar suara auman singa, sehingga siapa saja yang ada di tempat itu berlarian, hanya tinggal Amru bin Utbah yang sedang shalat.

Setelah peristiwa itu, sang budak dan lainnya pun bertanya kepada Amru bin Utbah, ”Apakah Anda tidak takut singa?” Maka Amru pun menjawab, ”Sesungguhnya aku benar-benar malu kepada Allah, jika aku sampai takut kepada selain Dia”. (Shifat Ash Shafwah, 3/70)

Jangan pernah takut untuk mengatakan hal yang sebenarnya, hatta rasa malumu pada sesama manusia menyebabkan engkau lemah dan akhirnya takut kepadanya.

Wallahu a'lam bishawwab
Continue reading →
Sunday, February 17, 2013

Kebahagiaan Adalah Anugrah

0 comments
Penyusun: Ummu Salamah
Kebahagiaan tidak lain adalah limpahan karunia Ilahi, bukan merupakan sebuah hasil usaha semata. Seperti masuknya hamba-hamba yang sholeh kedalam syurga bukan dikarenakan amalan mereka semata yang -sebut saja tidak terhitung jumlahnya menurut ukuran manusia- melainkan karena rahmat dan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam sudut pandang ikhtiar atau usaha, Ahlus Sunnah berkeyakinan bahwa manusia diberikan kebebasan memilih, jalan kebahagiaan atau kesengsaraan. Tapi tetap seluruh usaha manusia -mau tidak mau- terikat dalam sebuah ketetapan pasti yaitu takdir Alloh.

Takdir adalah hak mutlak milik Allah. Manusia hanya memiliki hak menebar usaha, melakukan amalan, berikhtiar dan bekerja. Kita harus mengimani takdir apapun yang terjadi. Namun dalam nuansa ikhtiar kita harus tetap berusaha, niscaya Allah akan memberikan kemudahan.

Ada dua kata kunci disini: takdir dan usaha. Keduanya tidak bisa terpisahkan. Dan keduanya, bisa menjadi pemicu terwujudnya gelombang kebahagiaan.

Pertama, takdir. Dengan meyakini takdir, seorang muslimah akan memiliki ketabahan, terutama di saat harus menerima dera musibah secara bertubi-tubi atau di saat menghadapi ancaman terhadap ketentraman hidupnya.

Allah berfirman,
مَآ أَصَابَ مِن مّصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلاَ فِيَ أَنفُسِكُمْ إِلاّ فِي كِتَابٍ مّن قَبْلِ أَن نّبْرَأَهَآ إِنّ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيرٌ
“Tiada sesuatu bencana pun yang menimpa dibumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakan-nya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadid: 22)

Ketabahan itulah, yang akan menjadi pemicu kebahagiaan. Karena ketabahan itu muncul melalui proses keimanan yang bertarung melawan bujuk rayu nafsu, melawan tekanan keadaan, untuk kemudian keluar sebagai pemenang, mendulang karunia petunjuk Allah.

Allah berfirman,
مَآ أَصَابَ مِن مّصِيبَةٍ إِلاّ بِإِذْنِ اللّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللّهُ بِكُلّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu…” (Ath Thaghabun: 11)

Hati yang mendapatkan petunjuk, niscaya memancarkan cahaya pasrah, menyingkirkan nafsu amarah, menepis rasa kesal dan kecewa sehingga lahirlah kebahagiaan itu.

Di sisi lain, keyakinan kepada takdir, menyeruakkan nuansa kesegaran berpikir, karena dasar keyakinan bahwa Allah akan memberikan pahala, bagi orang-orang yang tabah dan sabar.

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُواْ جَنّةً وَحَرِيراً
“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena ketabahan mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera…” (Al Insan: 12)

Kedua, adalah usaha yaitu usaha yang baik atau amal sholeh yang dilakukan seorang mukmin, memiliki nilai sakral. Berkaitan dengan kandungan ruh keikhlasan dan kekuatan dan kekuatan peneladanan terhadap manusia terbaik, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam yang terdapat di dalamnya. Dua kandungan itu, bagaikan nyawa dan kekuatan. Membuat usaha yang dilakukan oleh seorang mukmin berpengaruh impresif, menekan jauh ke lubuk jiwa, melakukan kepuasan yang tiada tara. Tidak peduli, apakah usaha itu -pada akhirnya- menampakkan hasil, atau terjatuh pada lubang-lubang kegagalan. Dalam konteks ini, usaha apa pun yang dilakukan oleh seorang muslim tak lepas dari bingkai ibadah, atau penghambaan diri kepada Allah. Semakin hebat usaha yang dilakukan, semakin meningkat kualitas kehambaannya.

Sebagai contohnya, ibadah sholat diyakini mampu menjadi media penyejuk hati, bila dilakukan dengan khusu‘ dan dibarengi dengan kesabaran jiwa…
يَآأَيّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصّبْرِ وَالصّلاَةِ إِنّ اللّهَ مَعَ الصّابِرِينَِ
“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Baqoroh: 153)

Dari pemaparan di atas, kita bisa menyimpulkan sebuah fenomena yang cukup menarik. Kebahagiaan itu lebih sering muncul, setiap kali seorang muslim selesai melakukan pekerjaannya. Disebut dengan kata lebih sering muncul, karena selesai atau tidak suatu pekerjaan, berhasil atau tidak suatu usaha, tidak akan mempengaruhi kebahagiaan yang bakal didapat oleh seorang muslim. Di saat gagal berusaha, seorang mukmin tetaplah berbahagia, karena pengaruh mutiara ketabahan yang tertanam kuat dalam jiwanya. Di saat berhasil, ia akan memperoleh kebahagiaan lebih, karena rasa syukurnya. Itulah keajaiban seorang mukmin!

“Sungguh ajaib sikap seorang mukmin! Karena segala sesuatunya baik baik baginya. Hal itu hanya berlaku bagi seorang mukmin saja. Apabila ia mendapatak kesenanagan, ia bersyukur. Itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ia tertimpa musibah, ia tetap tabah, maka itu pun menjadi kebaikan baginya.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2999)

Sekali lagi, kebahagiaan itu lebih mudah dirasakan oleh seorang muslim ketika usaii menyelesaikan pekerjaannya. Adapun rasa syukur yang ia ungkapkan, menjadikannya nilaii lebih. Meskipun secara umum, rasa syukur itu lebih mudah dilakukan, daripada ketabahan dii saat terjadi musibah. Disebutkan dalam sebuah hadits, “Sesungguhnya, ketabahan yang sejati itu ada pada guncangan pertama kali ketika terjadinya musibah.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Shohihnya I: 430)

Rasa syukur akan memberikan nilai lebih, terhadap penyegaran hati dan penentraman jiwa. Dari situlah, sebuah karunia akan semakin terasa kenikmatannya.

Sebagaimana realitas kehidupan, kebahagiaan biasa hadir di saat seorang hamba mengakhiri ibadah puasanya selepas maghrib. Kehadirannya bagaikan kebahagiaan utama yang luar biasa nikmatnya.
“Orang yang melaksanakan ibadah puasa, memiliki dua kebahagiaan, yang pasti akan dirasakannya: Saat berbuka, ia berbahagia karena selesai berpuasa. Saat berjumpa dengan Allah, ia berbahagia, karena ibadah puasanya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukari II: 673, oleh Muslim II: 807 dan At Tirmidzy III: 137)

Kebahagiaan yang didapatkan oleh seorang muslim lebih bersifat nyata dan pasti, karena merupakan dua senyawa yang terkait antara satu dengan lain. Yaitu takdir Allah dan usaha manusia dengan cara yang benar dan ikhlas. Sementara bagi orang yang tidak beriman, kebahagiaan hanyalah merupakan ‘letupan’ sesaat, tatkala menemukan hal-hal yang disukainya, atau terlepas dari beban yang menghimpitnya. Nilainya pun hanyalah sesaat, karena tidak memiliki ruh keikhlasan dan kekuatan.

Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.
Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akherat, berkenan menyambutmu…

Maroji’: Aku Wanita paling Bahagia (Abu Umar Basyier)
***
Artikel www.muslimah.or.id
Continue reading →

Tentukanlah, dengan siapa kau merasa BAHAGIA

0 comments

BAHAGIA bukan datang dari Orang Tua, bukan dari Orang Lain, tetapi dari Diri yang Menjalani. yang merusak ke BAHAGIA an bukan oleh Orang Tua, bukan oleh Orang Lain, tetapi oleh DIRI yang menjalani.

--> Tentukanlah, dengan siapa kau merasa BAHAGIA
Tentu saja kita tidak lupa Kisah klasik Siti Nurbaya yang sampai hari ini masih menginspirasi sekian banyak orang yang mana kehidupan asmaranya dicampuri oleh orang tua. Dalam hal ini, orang tualah yang menentukan siapa calon suami/istri yang membahagiakan baginya.

Tulisan kali ini mengangkat topik tentang intervensi orang tua terhadap jodoh yang mengarah kepada harapan akan sebuah kebahagiaan.

Sebenarnya, Semua telah diciptakan dengan berpasang-pasangan, baik hal terkecil pun sampai terbesar semuanya sudah mempunyai pasangannya sendiri, dan pasangan yang sudah ditentukan tak dapat lagi dipisahkan. Begitu juga manusia, manusia pun juga sudah ditentukan pasangannya siapa, jodohnya siapa, pendamping hidupnya siapa, dan sebagainya.

Benar sekali jodoh itu sudah ada yang menentukan, tetapi tidak dengan tinggal diam saja dan menunggu, tetapi harus disertai dengan sebuah ikhtiar dan do'a, hal ini dilakukan agar jodoh yang sudah ditentukan benar-benar yang terbaik bagi kita.

Namun bagaimana kita mengungkap sebuah makna "Ketika Jodoh Di Tangan Orang Tua." Sungguh hal menarik bukan? Sudah tak perlu kaget jika sekarang makin marak orang tua yang menjodohkan anaknya dengan pilihannya. Mungkin bagi orang tua ingin memberikan yang terbaik buat anaknya, orang tua sebenarnya bagus untuk menentukan jodoh anaknya atas pilihannya.

Tetapi ada beberapa hal alasan orang tua menjodohkan anaknya dengan pilihannya:

a. Tidak Ingin Anaknya Sengsara

Orang tua yang beralasan seperti ini biasanya terjadi karena calon pendamping hidup yang dipilih anaknya sendiri tidak memenuhi kriteria, misalkan saja (maaf) penuh keterbatasan. Keterbatasannya baik secara materi ataupun disabilitas. Nah, anaknya yang cantik dan mungkin saja tingkatannya lebih tinggi membuat pandangan orang tua berbeda, disini akan terlahir sebuah pandangan bahwa kebahagiaan itu tidak akan terjadi jika dua orang berlawan jenis berbeda tingkat annya.

b. Orang Tua Malu

Malu dong jika pilihan anaknya jauh banget dari kriteria, kita kan orang besar, malu sama tetangga, sama rekan masak calonnya seperti ini, sudah terlihat masa depan suram. hehehe. Ya paling tidak sepadan lah, jangan yang seperti ini. Bla...bla..bla...

c. Alasan lain

Dan alasan lainnya adalah bahwa orang tua menjodohkan anaknya dilihat dahulu dari keturunan siapa, pekerjaan nya apa, dan lain-lainnya. Sudah pasti orang tua yang menjodohkan anaknya punya beberapa alasan lainnya yang lebih penting lagi. Misalkan saja berhati-hati sebelum terlanjur menyesal, melihat bahwa calonnya anak pen*ahat, anak peng**is, dan tidak rajin beribadah dan lain-lainnya, untuk lebih memastikan bahwa anaknya nanti bisa hidup bahagia.

Sebenarnya hal yang wajar jika orang tua menginginkan anaknya bahagia, disini ada dua pertanyaan yang mungkin bisa dijawab oleh orang tua? Apakah menjodohkan anaknya dengan calon pilihannya itu benar-benar ingin membahagiakan anaknya ataukah ingin membahagiakan dirinya sendiri? Penulis yain 1000% orang tua akan bahagia jika anak menuruti pilihan orang tuanya, tetapi ada satu pertanyaan yang lebih penting lagi, apakah orang tua yakin? bahwa anak yang dijodohkan bukan pilihannya membuat dia bahagia? Ehemm, sudah dipastikan dihati terdalam anak ada sebuah keterpaksaan, sebuah tekanan, dan semua itu demi kebahagiaan orang tuanya.

Jika sang anak memilih jodohnya sendiri dan itu tidak cocok bagi orang tuanya, pasti orang tuanya akan sedih. Begitu juga sebaliknya, jika orang tuanya memilihkan jodoh untuk anaknya dan tidak cocok bagi anaknya, maka anaknya pun sedih.

Sebenarnya dalam hal memilih pasangan hidup, tanda ia jodoh adalah adanya kecocokan dan saling keterikatan, tidak masalah perbedaannya dari segi apa, perbedaan bukan lah yang menentukan kebahagiaan, nabi muhammad saw adalah anak yatim piatu dan miskin tetapi mendapatkan jodoh yang kaya raya, tetapi beliau dengan istrinya sangat bahagia sekali.

Jadi, hak memilih pasangan hidup adalah anaknya dan hak orang tua hanya memberikan pesan, pendapat, dan dukungan bukan dengan memaksa anaknya. Dan satu hal lagi, yang menentukan kebahgiaan adalah restu dari orang tua, jikalau memang pilihan anaknya tidak cocok, hal yang pantas dilakukan oleh orang tua adalah selalu berdoa dan meluaskan restu untuk anak dan menantunya, pasti dengan itu akan sama-sama bahagia nantinya. Dan anak pun juga demikian, hendaklah memilih pasangan yang benar-benar pasangan itu bisa diajak berubah menjadi baik dan memiliki sopan santun dan etika.

Semoga Bermanfaat
Continue reading →
Wednesday, February 13, 2013

Semangat Kerja Penghapus Dosa

0 comments
Pict From Google

Oleh Encep Dulwahab

Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ada dosa-dosa yang tidak terhapuskan dengan melakukan shalat, puasa, haji, dan umrah." Para sahabat bertanya, "Lalu, apa yang dapat menghapuskannya, wahai Rasulullah SAW?" Beliau menjawab, "Bersemangat dalam mencari rezeki."

Semangat dalam bekerja merupakan keharusan untuk siapa pun yang ingin mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Baik sukses di dunia maupun akhirat. Begitu pun, dengan orang yang semangat dalam bekerja, dia akan meraih kebagiaan. Bahagia karena akan mendapatkan impian dan harapannya.

Islam sangat menghargai orang yang penuh dedikasi dan loyalitas dalam bekerja. Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap bersemangat untuk selalu bergerak menangkap peluang-peluang dan membuka pintu-pintu rezeki yang telah disediakan-Nya. Allah Maha Rahman dan Rahim, Allah pula Mahakaya. Oleh karena itu, kita jangan takut kehabisan dengan kekayaan di dunia ini.

Untuk membuktikan dan meraih anugerah-Nya, Allah SWT menyeru kita untuk bergerak dinamis menyambut rezeki-Nya. Bukan dengan berdiam diri banyak zikir dan berdoa, atau mengasingkan diri untuk semedi dan lain sebagainya, tetapi bergerak terus menciptakan dan membuka peluang. Berdoa harus, tetapi rezeki tidak datang dengan sendirinya kalau tidak ditopang dengan berusaha meraihnya. Bekerja juga merupakan bentuk ibadah yang kualitasnya sama dengan ibadah-ibadah lainnya.

Dalam surah Al-Jumu'ah [62]: 10, Allah SWT berfirman, "Apabila telah ditunaikan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." Rasulullah SAW bersabda, "Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat dan puasa)." (HR Thabrani dan Baihaqi).

Kalau tidak bergerak dan kerja keras, hal itu melawan sunatullah dan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW. Rasul bersabda, "Sebaik-baik manusia dalam melakukan pekerjaannya adalah mereka yang berusaha semaksimal mungkin dengan mengeluarkan kemampuan yang ada dalam dirinya." Tidak langsung memvonis diri tidak mampu dan tidak ditakdirkan untuk miskin atau gagal.

Rasulullah SAW sangat menyukai orang yang bekerja dengan penuh tantangan, ketimbang mudah putus asa atau pasrah terhadap usaha yang sedang dikerjakan. Rasulullah SAW pernah mencium tangan Sa'ad bin Mu'adz ketika melihat tangan Sa'ad yang kasar karena bekerja keras. "Inilah dua tangan yang dicintai Allah," kata Nabi Muhammad SAW.

Di dalam hadis lain yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Demi Allah, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, terkadang ia dapat atau terkadang ia ditolak."

Sangat disayangkan karena tidak sedikit mental yang tidak siap bertarung dalam meraih rezeki-Nya. Mereka ingin mudah dalam meraihnya, salah satunya dengan meminta. Kalau ingin sukses, keluarkanlah keringat dari badan sendiri dan berjuanglah untuk menikmati kerja keras.

Source : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/07/07/lnygkp-semangat-kerja-penghapus-dosa
Continue reading →

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

0 comments

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki --> Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah <--

Akupun riang menemani :

~♥. Kala ia tidur, duduk, berdiri, berjalan, lalu ia berlari sampaipun ia kembali ke pangkuanku .♥~

Bulu Kudukku merinding saat merenungi akan Syafaat Seorang Anak di akhirat nanti.

Anak-anak itu kemudian berhenti di pintu syurga. Mereka bertanya: “Manakah ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami? Dan masuk syurga tanpa ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami sungguh tidak patut bagi kami.”

Malaikat berkata: “Sesungguhnya ayah-ayah kalian dan ibu-ibu kalian itu tidak seperti kamu, karena mereka telah durhaka terhadap Rabb mereka, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka dan syaitan-syaitan mereka, dan mereka harus masuk neraka.”

Maka tatkala anak-anak itu mendengar ucapan ini, mereka menjerit-jerit keras sekali, dan menangis banyak-banyak. Dan pada sat itulah Allah Yang Maha Tinggi, Maha Tahu, lagi Maha Teliti pengetahuan-Nya, berfirman: “Wahai Jibril, jeritan apakah ini?”

Jawab Jibril, Alaihis Salaam: “Ini jeritan anak-anak orang Islam. Mereka berkata: ‘Kami tak butuh syurga. Dan kami tak dapat merasakan keenakan-keenakan syurga tanpa ayah-ayah dan ibu-ibu kami, dan kami mengharap dari Allah Ta’ala agar memaafkan mereka dan memberikan dosa-dosa mereka kepada kami, lalu memasukkan mereka bersama-sama kami ke dalam syurga. Dan kalau tidak, maka masukkanlah kami bersama mereka ke dalam neraka.”

Dan pada saat itu Allah Ta’ala berfirman kepada Jibril, Alaihis Salaam: “Pergilah dan ambillah ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka dari manapun saja mereka berada, lalu serahkanlah mereka kepada anak-anak mereka, karena sesungguhnya aku benar-benar telah mengampuni dosa-dosa mereka dengan syafaat anak-anak mereka, dan masukkanlah mereka bersama-sama anak-anak mereka masing-masing ke dalam syurga.”

Mendengar perkataan ini dari Allah Ta’ala, anak-anak itupun lalu bergembira dan bersukacita, dan mereka temuai ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka masing-masing, mereka pimpin tangan mereka lalu masuk syurga bersama-sama mereka…”(Al Hadits).

Ya Rabby, Biarkan air mata ini menetes bahagia saat engkau mengkaruniakan kepada kami, buah hati kami yang memberi ketenangan pada kalbu kami. Mengingatkan kami akan segala anugerah yang Engkau titipkan kepada kami. Hingga kami mendapati keberuntungan yang Engkau Kehendaki.

Aamiin ya Rabb~
Continue reading →

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

0 comments

JIKA ENGKAU TAHU BAGAIMANA RASANYA KESULITAN, MAKA JANGAN PERNAH ENGKAU MENUNTUT ADANYA KEMUDAHAN

Sampai saat ini, aku masih berdiri memegang 3 (tiga) kata yang ku jadikan alat untuk membuka tabir-tabir kehidupan yang belum aku jamah. Ketiga kata itu adalah Niat, Cinta dan Cita-cita. Kata-kata ini seringkali ku gauli dan ku bawa kemanapun aku pergi bersamaan dengan semangat yang ada dalam diri sanubari. Rabbku memanglah Maha Baik, sungguh sangat-sangat Baik menciptakan segala apa yang di langit dan yang ada di bumi tanpa ada satupun yang sia-sia untuk aku nikmati sesuka hati.

Betapa tidak, upaya meraih kebahagiaan hidup, ketenangan jiwa, ketenteraman batin, hidup dengan berkecukupan, cita-cita, angan, harapan, itu semua dapat terwujud. Semua itu telah ada baik di langit maupun di bumi. Perihal apa yang tidak Allah Azza Wa Jalla ciptakan yang dibutuhkan oleh manusia? Jawabannya mentok pada kata "tidak ada". Semua sudah disiapkan untuk dinikmati.

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” [QS 62: 10]

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilah al Allah, Allahu Akbar ~ Sungguh pikiranku, penglihatanku, pendengaranku tidak mampu menjamah ayat itu. Sejatinya usia yang ada, raga yang berdiri tegap, kedewasaan yang dimiliki merasa berdusta jika ia mengatakan bahwa tidak ada yang telah dicicipi atau tidak ada karunia-Allah termakan oleh ketiga hal itu.

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Namun percayalah bahwa kadangkala perasaan-perasaan kontradiksi macam itu, dapat di tepis manakala kita melangkah dengan tiga kata di awal tulisan ini "Niat, Cinta dan Cita-cita".

Niat merupakan awal setiap apa yang dilakukan. ~Setiap amal perbuatan itu tergantung daripada "Niat" (Al-Hadist) setelah itu diiringi dan di hiasi dengan nuansa Cinta. Berbuat apa saja tentu dengan Cinta, jika kita telah mencintai perbuatan itu, maka yang dirasa adalah kenikmatan, kemudahan, suka, tiada keluh kesah dan seterusnya. Jika itu terlewati barulah ke tahap pencapaian yang namanya Cita-cita.

Oleh karena itu, jadikan setiap apa yang DILAKUKAN, apa yang menjadi AKTIFITAS, apa yang menjadi USAHA kita sebagai SARANA IBADAH kita kepada Allah Azza Wa Jalla.

Wallahu a'lam bishawwab
Continue reading →
Sunday, January 27, 2013

Bahasa : Maut atau Mati?

0 comments
Mati atau kematian berasal dari bahasa arab. Mati biasa juga disebut meninggal dunia, yang berarti tidak bernyawa, atau terpisahnya roh dari zat, psikis dari fisik, jiwa dari badan, atau yang ghaib dari yang nyata. Seseorang yang sudah mati disebut mayat/ jenazah.
Pada hakekatnya maut atau mati adalah akhir dari kehidupan dan sekaligus awal kehidupan (baru). Jadi maut bukan kesudahan, kehancuran atau kemusnahan. Maut adalah suatu peralihan dari suatu dunia ke dunia lain, dari suatu keadaan kepada keadaan lain, tempat kehidupan manusia akan berlanjut.
Kematian adalah sesuatu yang pasti pada saat yang telah ditentukan, tidak ada kaitannya dengan perang atau damai, tempat yang kokoh atau yang sederhana, dan ada upaya atau tidak untuk mempercepat atau memperlambatnya. Jika maut itu datang, maka datanglah ia.
Dalam al-Quran surah Yunus ayat 49, menyatakan tentang kematian yang sudah pasti adanya.
“... Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan-Nya.”
Seseorang yang dikatakan mati apabila mempunyai tanda-tanda sebagai berikut:
  1. Fungsi spontan pernapasan jantung telah berhenti secara pasti atau irreversible,
  2. Bila terbukti telah terjadi kematian batang otak.
Dalam PP No. 18 tahun 1981 mengatakan bahwa pengertian meninggal dunia adalah keadaan insani yang diyakini oleh ahli kedokteran yang berwenang bahwa fungsi otak, pernapasan, dan atau denyut jantung telah berhenti.


Catatan kaki Prof. James T. Collins

Dalam hal ini, saya teringat kepada tafsiran seorang sahabat saya, sarjana Amerika Serikat dan pakar dalam Pengkajian Bahasa Arab, khususnya dialektologi Arab. Walaupun dia tidak menguasai bahasa Melayu, beberapa orang mahasiswanya di universitasnya di Amerika Serikat adalah orang Malaysia dan Indonesia; dia pula pernah mengunjungi Malaysia tiga atau empat kali dan berceramah di institut dan universitas Malaysia. Maka dia mengetahui sedikit banyaknya tentang bahasa Melayu.

Pada suatu ketika (mungkin tahun 1996), dia bertanya kepada saya tentang hubungan dua kata Melayu ini diserap dari bahasa Arab! Saya berusaha menjelaskannya bahwa memang kata maut berasal dari kata bahasa arab, tetapi kata mati diturunkan dari bahasa Austronesia Purba , yakni *maCey. Kemiripan susunan bunyi dan maksud semantik dalam dua kata melayu ini, yang sepatah kata pinjaman dari bahasa arab, maut, dan sepatah lagi kata warisan dari bahasa Austronesia Purba, mati, hanya merupakan kebetulan saja.

Ahli dialektologi Arab dari Amerika ini, yang sangat ahli dalam bidangnya, tidak dapat membedakan antara pinjaman dengan warisan (Collins 2003) karena dia tidak pernah mempelajari Linguistik Melayu Polinesia. Inilah masalah yang dimaksudkan di sini, yang bakal dihadapi oleh pakar Ilmu Sanskerta yang belum mempelajari Linguistik Melayu Polinesia.

Dipetik dari Catatan kaki dalam buku Bahasa Sanskerta dan Bahasa Melayu, Kepustakaan Gramedia Populer (2009), hlm. 46.

Maut atau Mati Menurut Sisi Pandang Islam
Setelah membaca katerangan di atas ,maka dapat kita pahami ,apa sebenarnya yang di sebut mati itu
Sedangkan kalimat " mati " itu sediri sangat di takuti oleh kebanyakan orang dan paling di segani oleh manusia. Akan tetapi jika kita pahami hakikatnya tentulah tidak perlu kita takut akan mati.

      Mati yang kita sebutkan di atas adalah sebagai perpisahan antara ruh dan jasad, dengan kata lain kembali ke pangkalan masing-masing, kembali ke asalnya, yang bersal dari tanah kembali ke tanah, yang berasal dari alam ruhani kembali alam ruhani.

      Adapun jasad halus, ialah ruhani, sekalipun dia telah mati, namun hubungannya masih tetap berlangsung dengan rohani manusia yang masih hidup di dunia ini, dia masih mengharap sanak kerabatnya yang di cintainya, yang masih hidup, supaya menjadi orang yang baik dan suka beramal saleh.

      Mereka merasa bahwa kedudukannya sekarang di alam barzah lebiah bebas dari pada ketika mereka masih berada di alam dunia dahulu,di mana waktu masih di dunia mereka banyak mengalami rintangan dan halangan . Oleh karena itu orang tidak perlu meratapi atau menyesali orang yang sudah mati secara berlebihan.

     Hal ini sesuai dengan ajaran Nabi S.A.W. melarang orang meratapi yang sudah mati secara berlebihan, tetapi hendaklah suka mendo'akan kepada yang sudah mati.

     Disamping itu, kita harus ingat pula bahwa mati itu adalah sudah menjadi undang -undang  Allah yang sudah di tetapkan, hidup dan mati tidak akan berpisah, maka dengan adanya mati manusia bisa memahami bahwa ia harus tunduk kepada Tuhan yang menciptakannya. Karena hidup dan mati adalah  cipta'an Allah
sesuai firman Allah dalam surat Al-Mulk ayat 2 sebagai berikut :

        " Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu,siapakah di antara kamu yang paling bagus amalnya "

Dalam keterangan ayat di atas, Allah menyebutkan mati lebih dulu dari pada hidup, dengan arti supaya "mati"  itu banyak mendapat perhatian oleh manusia, sebab mati itu adalah merupakan pintu gerbang bagi kehidupan yang " ABADI " Seperti yang di katakan oleh Ali Bin Aby Thalib  :

      "Mati itu adalah pintu dan  tiap-tiap orang memasuki pintu itu.Sedang engkau menjadi makanan mati "
     Maka bagi orang-orang mu'min tidak perlu takut akan mati.,malah mati itu merupakan pintu gerbang untuk masuk ke alam barzakh,sementara menunggu datang masanya memasuki alam akhirat.Maka di alam barzahk ini ia sudah dapat melihat apa balasan Tuhan terhadap amal perbuatannya, Maka disa'at itu ia telah merasa gembira dengan hasil amal perbuatannya yang tidak mengecewakannya .
Continue reading →
Thursday, January 24, 2013

TUJUH RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH

2 comments

 
“Apa? 750 ribu rupiah kamu BUANG begitu saja?!” Itu suara Bi’ Noniek, adik mama. Kata ‘buang’ ditekan sedemikian rupa seolah aku akan membuang uang itu begitu saja, tanpa sesuatu apapun yang akan aku dapatkan.

“750 ribu itu bukan uang yang sedikit nak….” Mama mencoba melunakkan hatiku. Yah… aku paham banget apa yang beliau pikirkan. Sebagai seorang penjual makanan ringan kecil-kecilan di kios mungil di depan rumah kami, tentu saja uang tujuh ratus lima puluh ribu rupiah menjadi begitu besar nilainya. Nominal yang hampir sama besarnya dengan gajiku 2 bulan mengajar kursus di sebuah lembaga kursus komputer plus di sebuah sekolah negeri tempatku mengabdi.

Aku mencoba berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Meski sangat sulit. Tentang pengorbanan. Tentang keinginan membangun jaringan kepenulisan. Tentang perjuangan. Dan Alhamdulillah, meskipun dengan berat hati, ibu saya akhirnya mengijinkan saya untuk menghadiri Musyawarah Nasional FLP di Yogyakarta, dengan modal tujuh ratus lima puluh ribu rupiah, gaji saya beberapa bulan yang saya tabung.


SEBUAH AWAL
Jujur, saya adalah orang yang cinta menulis dan membaca. Sejak kecil, waktu saya SD, majalah bobo dan beberapa buku terbitan Balai Pustaka yang menghiasi perpustakaan sekolah ataupun yang dipinjam kakak-kakak saya yang saat duduk di bangku SMP dan SMA. Maka, saat kecil, saya sudah terbiasa membaca “Olenka”-nya Budi Dharma, “Dan Perangpun Usai”-Ismail Muharimin, juga kumpulan puisi Taufik Ismail, Chairil Anwar, Subagio Sastro Wardoyo dan beberapa penulis pujangga baru lainnya.

Imajinasi sayapun terbentuk dengan baik, karena kakak-kakak saya sering mendonggeng setiap malam, ketika kami hendak istirahat.

Karena itulah, mungkin, saya menjadi aktor kecil. Guru Bahasa Indonesia saya kala itu, Ibu Nurmi, yang kebetulan adalah seorang pelakon teater, sering mengajak saya untuk bermain teater, atau ikut lomba membaca puisi. Berkat kesabaran beliau, Alhamdulillah saat itu beberapa puisi saya dimuat di majalah Bobo.

Namun sesungguhnya, titik balik saya untuk mencintai mati-matian dunia kepenulisan adalah ketika saya mengenal Annida dan Helvy Tiana Rosa ketika saya duduk di bangku SMA. Saya pertama kali ‘bertemu’ Helvy Tiana Rosa di majalah sastra Horison. Membaca “Jaring-jaring Merah”[1] membuat saya jatuh cinta habis-habisan dengan sastra islam. Maka saya berusaha mati-matian mencari majalah Annida dimana saat itu beliau menjadi Pemred. Alhamdulillah, saya menemukannya di sebuah toko kecil di kota saya. Di toko itulah saya bertemu dengan banyak keajaiban; perempuan penjaga toko yang begitu baik meminjamkan saya beberapa buku sekaligus mengajarkan saya tentang makna hidup, juga mas Gagah[2]. Ya, mas Gagah yang membuat saya bertanya pada diri sendiri; Dirman… untuk apa sebenarnya kau diciptakan?

Entahlah. Saya membuka beberapa cerpen remaja saya yang dimuat di beberapa media kala itu. Juga saya tempel dengan pede di majalah dinding sekolah yang saya rintis. Entah. Tiba-tiba saya malu. Tiba-tiba mata saya begitu memanas. Tiba-tiba saya merasa begitu tak berarti.

Maka, saat itu juga, saya mengirim aplikasi ke majalah Annida. Mendaftar untuk menjadi anggota Forum Lingkar Pena. Sebuah forum kepenulisan yang dirintis oleh Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia dan Maimon Herawati.  Sampai akhirnya, saya mendapatkan sebuah kartu anggota Forum Lingkar Pena. Namun, karena tidak adanya jaringan di Bima (saat itu
FLP di NTB belum ada yang aktif, bahkan saya tidak tau siapa ketuanya), kartu itu saya simpan begitu saja di dompet saya. Dan lama-lama, hilang entah kemana. FLP saya lupakan. Meskipun tangan saya tak pernah berhenti menulis.

BANGKIT
Awal 2006, secara tak terduga, beberapa puisi saya dimuat di majalah sastra Horison. Tentu saja ini kabar yang luar biasa bagi ‘anak desa’ seperti saya. Bayangkan, saya berjuang mati-matian mengirim karya ke banyak majalah dengan modal mesin ketik tua milik paman saya. Saya membantu beliau mengetik banyak laporan kehutanan (kebetulan beliau kepala kehutanan kecamatan). Dan ketika laporannya selesai saya ketik, saya mengetik beberapa cerpen dan puisi saya yang kemudian saya kirim ke beberapa majalah.

Di tahun yang sama, saya mendapat beberapa kabar yang membuat saya melambung; beberapa cerpen saya juga dimuat di majalah Annida, sabilli, Deep Smile File, Al-Izzah bahkan kumpulan cerpen yang saya tulis semasa SMA, “Negeri Air Mata” lolos terbit di sebuah penerbit setelah ‘sukses’ ditolak hampir 10 penerbit. Alhamdulillah…. Lebih bersyukur lagi karena pada akhirnya buku itu menjadi buku bacaan wajib siswa-siswa di NTB dan dicetak ulang beberapa kali.
Pada saat itu juga, saya mulai mengenal internet. Saya menggunakan internet untuk mengirim karya via email dan juga browsing untuk bahan cerpen-cerpen saya yang bertema lokal. Mahal memang, 20.000/jam, itupun saya harus ke kota dengan jarak 1 jam perjalanan dari rumah saya.  Mengenal internet, membuat semangat saya yang pernah mati ‘kambuh’ lagi.

Forum Lingkar pena. Ya! Saat itu, FLP sedang masa jaya-jayanya. Saya mencoba mencari di internet informasi tentang FLP di NTB. Nihil. Tak ada ‘jejak’ apa-apa yang saya temukan. Dan entah bagaimana, timbul keinginan saya untuk membangun jaringan di NTB. Saya mencari nomor kontak yang bisa saya hubungi. Dan Alhamdulillah, berkat kecanggihan tekhnologi, saya menemukan nomor telepon rumah Helvy Tiana Rosa dan juga Rahmadiyanti Rusdi. Maka, terutama dengan mbak Helvy, saya sering berkomunikasi. Dan… ya Allah… saya berjanji pada diri sendiri untuk membangun FLP di kota kecil saya, Bima.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengumpulkan beberapa teman saya yang suka menulis; Guntur, Dudy, Fitri, Furkan, Kak Iksan, Imam dan Nazer. Kami berdepalan sepakat membentuk FLP Bima. Sebagai langkah awal, kami menyebar ke beberapa SMA untuk menempel pamflet yang saya buat dan juga  mengadakan berbagai acara bedah buku dan sejenisnya bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan lokal.

Pada saat itulah, mbak Helvy meng-sms saya tentang Musyawarah Nasional FLP. Dan, mbak Rahmadiyanti-pun mengirimi saya proposal yang bisa saya ajukan ke Pemda sebagai utusan Bima untuk menghadiri acara yang akan dihadiri oleh seluruh penulis-penulis hebat di FLP se-Indonesia dan juga manca Negara. Saat itu, yang ada dalam pikiran saya, dengan menghadiri acara itu saya akan lebih bisa mengenal luar dalam FLP dan insyaAllah akan semakin optimal ‘melakukan sesuatu’ dalam tubuh FLP. Maka, saya menguatkan tekad untuk ikut, dengan modal tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. Proposal yang saya tawarkan ke pemda tidak ada yang lolos.

Dan sebagaimana yang saya bayangkan, bertemu dengan sahabat-sahabat saya di FLP membuat semangat saya bangkit berkali-kali lipat; Helvy Tiana Rosa, pemimpin saya kala itu, yang rela membawakan saya makanan dan juga segelas air minum ketika saya tiba di acara MUNAS, Ganjar Widhiyoga (ketua FLP Yogyakarta kala itu) yang ketika kami berpisah merangkul saya begitu erat yang membuat saya merasakan tentang ketulusan persaudaraan, Hendra Veejay yang mengajak anak desa ini untuk berbagai tentang banyak hal, Pipiet Senja yang dengan teganya bilang ‘Dym…. Kamu itam banget’ (hahahaha….biar hitam tapi kan manis ya teteh :P *ngarep*), Reza (FLP Yogya) yang seperti saudara saya sendiri yang bahkan rela mutar-mutar mencari saya yang kesasar. Hahaha…. Dimana kamu sekarang Reza? Apa kamu masih ingat sms kita ketika aku kesasar di depan UNY?

Aku : Za… aku kesasar nih. Sekarang di depan UNY. Aku mau balik ke rumah kakakku di Terban
(beberapa detik kemudian)
Reza : Tunggu bentar. Biar aku jemput.
Aku :  yang cepat ya Za… aku takut diculik. (hahahaha… emang lo sapa?)
Reza : Kamu pakai baju apa Dym?
Aku : pake baju batman yang ada sayapnya.
Wkwkwkwkwk… usil banget ya! :P

Di acara MUNAS itulah FLP NTB resmi berdiri. FLP Bima sebagai cikal balak FLP NTB diubah namanya menjadi FLP NTB. Kamipun berjuang memperluas jaringan dengan mengadakan berbagai kegiatan kepenulisan, berkeliling sekolah dan kampus di Bima, juga mengundang penulis-penulis lokal dan nasional untuk berbagi ilmu.
Keterbatasan dana dan juga SDM bukanlah menjadi halangan berarti bagi kami. Untuk memotivasi anggota, dengan dana pribadi, kami menerbitkan majalah Cahaya dan juga beberapa buku yang dicetak terbatas  dan –lagi-lagi- dengan dana pribadi dan patungan.

HARI INI
Apakah yang saya dapatkan ketika saya berada di FLP?

Banyak. Ya, saya mendapatkan banyak hal. Mulai dari sahabat-sahabat yang begitu tulus dalam menasehati dalam kebaikan, juga bersama FLP kita bisa saling berbagi banyak hal. Ada beberapa hal memang yang sempat menghadirkan kekecewaan bagi saya pribadi, tapi itu hanya menjadi beberapa tetes hujan yang tak akan mampu menghilangkan asinnya aroma laut yang maha luas. Di FLP saya menemukan para kader dakwah yang mengkampanyekan bukan hanya ‘Indonesia menulis’, tapi sekaligus ‘menyerukan kebenaran lewat sastra’. Tentu saja, sastra sangat berpengaruh dalam membentuk peradaban bangsa. Namun, yang aneh, ada banyak sekali penulis Indonesia dan juga dunia yang kurang memahami hal ini. Maka lahirlah genre “sastra kelamin” dan sejenisnya yang, menurut saya, tidak memberikan apa – apa bagi pembacanya, selain pikiran – pikiran negatif, apalagi kalau dibaca anak – anak dibawah umur. Mengutip Vaclav Havel, Seorang penulis harus hidup dalam kebenaran, selamanya!

Maka, saya hanya bisa tersenyum ketika saya menghadiri acar FLP Bima dalam keadaan basah kuyub karena kehujanan. Sepanjang acara saya mengepalkan tangan saya kuat-kuat untuk menahan gigit. Saya bahkan hanya bisa tersenyum ketika saya menghadiri sebuah acara dengan motor kesayangan saya selama hamper 12 jam perjalanan, bahkan di tengah jalan dihadang banjir. Saya hanya bisa tersenyum ketika berbagai fitnah dan cobaan menimpa saya, dan FLP-ers selalu ada di belakang saya memberikan dukungan.

“Ingatlah saudara-saudaraku… kesuksesan sebuah acara bukanlah ketika banyak yang hadir atau apa, tapi sejauh mana acara itu mampu merubah kita ke arah yang lebih baik…” Ucap seorang akhwat FLP yang masih saya ingat sampai sekarang. Yang membuat saya meraba hati, kemudian tersenyum bahagia karena begitu banyaknya ilmu yang saya dapatkan.

Ya, bagaimana saya tidak akan tersenyum? Dari berbagai pertemuan sederhana bersama anak-anak FLP itulah, saya melihat Rurin Kuniati yang perlahan-lahan bermetamorfosis menjadi penulis dengan banyak buku antologi; Saya menyaksikan lahirnya Umystha di sebuah pertemuan kecil dengan anak-anak SMAN 2 Kota Bima (Umystha saat ini sudah menerbitkan banyak buku dan novel di beberapa penerbit nasional); juga tak ada yang tau betapa saya tersenyum lebar ketika Dzaky, sahabat saya di FLP Mataram lolos antologi yang disaring dengan ketat dan diterbitkan penerbit nasional; saya juga melihat Abdul Nazer yang sejak SMA menjuarai lomba tingkat nasional; saya juga hanya mampu tersenyum kecil dalam haru yang dalam ketika film pertama yang FLP NTB buat (Lingi) mendapat penghargaan dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depdiknas Pusat dan satu per satu film-film kami lainnya mendapat banyak penghargaan dan juga dibeli oleh beberapa stasiun Tv hak siarnya.
Ya. Jika bukan karena FLP saya tdk akan pernah mewakili Indonesia dalam ajang sebesar MASTERA (Majelis sastra Asia Tenggara) yang merupakan sebuah ‘langkah besar’ yang melecut saya untuk terus ‘menjadi’.

Sungguh! Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah nilainya sangat kecil dibandingkan karunia yang maha ini.

Maka, hari ini, saya hanya ingin bilang; FLP… terimakasih untuk semuanya. Terima kasih telah menjadi sesuatu yang berarti bagi kami.

Kini, usiamu sudah 15 tahun. Teruslah mengibarkan panji ini!

Semoga kita tetap istiqomah menulis untuk mencerahkan dunia. Untuk memberikan inspirasi yang tak terbatas.

Satu per satu
Kita jalin kata
Hingga menjadi
Dan terus menjadi
Semoga sampai pada-Nya… ***

Ps : untuk anak-anak FLP NTB dimanapun berada… saya mohon maaf ya jika selama ini saya menjadi pemimpin yang kurang baik. Sungguh, saya cinta kalian semua, karena dakwah ini begitu indah. Ayo saling berpegang tangan dan melangkah dalam kebaikan…

AKHI DIRMAN AL-AMIN (Ketua Umum FLP Wilayah NTB)
Continue reading →