Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
ALT_IMG

The Time Is Very Important

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan. Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap sang Khaliq penguasa waktu. Nikmati Waktumu yang masih ada, Hargai waktumu yang masih terissa! Readmore...

ALT_IMG

Tolonglah Saya Dengan Do'a Anda

Singkat cerita ia pun melamar Sang Wanita Solehah itu. Subhanallah, kegigihannya selama 4 bulan itu membuahkan hasil. Lamarannya diterima, sebulan lagi mereka melangsungkan akad dan walimah. "Alhamdulillah, ada waktu bagi saya untuk menuntaskan target hafalan 10 juz" Tekadnya Readmore..

Alt img

HARGAI DIRI JANGAN SELALU MENGALAH

Mengalah boleh saja, tetapi pada saat yang tepat dan tempat yang pas.Tak harus mengalah bila prinsip kita benar, karena kebenaran bukan diukur dari banyaknya orang berpendapat, namun kebenaran ditentukan oleh aturan yang ada.Readmore...

ALT_IMG

MALU dan TAKUT itu Dua Sahabat yang Berbeda

MALU dan TAKUT itu adalah dua sahabat seperjuangan. Kedua sahabat tersebut berjuang sekuat-kuatnya agar TUAN-nya terjaga dari segala PENYAKIT HATI yang menyerangnya. Readmore...

ALT_IMG

Separuh Aku Adalah Separuh Kamu dan Separuh Mereka

Mungkin hari INI aku mengalami INI, di SINI dan begINIlah rasanya. Namun, besok yang ku alami ITU, akan kau alami di SANA dan begITUlah rasanyaReadmore...

ALT_IMG

ANAK DALAM HAYALAN TINGKAT TINGGI

Kelak ingin ku didik ia dengan dengan segala kebaikan yang ku miliki. Kemudian ku hiasi tempat tidurnya dengan kerlap kerlip Qiro’ah. Readmore...

ALT_IMG

JANGAN PERNAH MENUNTUT KEMUDAHAN

Mencari kenikmatan dan kebahagiaan hidup bukanlah hal yang sulit. Kenyataan menilai bahwa meraih yang demikian memiliki tingkat kerumitan oleh karena adanya rasa tidak puas, kurang bersyukur dan desakan kebutuhan yang kian kompleks. Readmore...

Friday, January 25, 2013

Hizbulah Bantah Konflik Sektarian di Dunia Arab

0 comments
Hizbulah Bantah Konflik Sektarian di Dunia Arab
Sayid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Jumat (25/1), membantah bahwa perkembangan di dunia Arab sebagai konflik sektarian.

Di dalam pidato yang ditayangkan televisi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  
Nasrallah mengatakan bahwa tidak benar apa yang terjadi di dunia Arab adalah konflik  sektarian. "Sasaran politik ada di balik semua konflik dan perang yang terjadi. Itu tak berkaitan dengan agama, atau dengan faham Sunni dan Syiah," kata Nasrallah, seperti dilansir Xinhua, Sabtu (26/1).

"Banyak konflik saat ini bersifat politik dan tak berkaitan dengan agama. Kita harus
menjauhkan konflik dari hasutan sektarian," kata Nasrallah. Ia menyerukan dialog di Suriah, Bahrain, Irak, Tunisia, Mesir dan Lebanon.

mengenai krisis Suriah, Nasrallah mengatakan, "Semua perkembangan militer, regional dan internasional menunjukkan impian banyak pihak takkan terwujud berkaitan dengan situasi di Suriah."

Mengenai hasil dari pemilihan anggota dewan legislatif Israel, Nasrallah mengatakan, "Tak seorang pun bisa mengandalkan partai apa pun di Israel, sebab partai sayap kanan dan kiri Israel sama saja berkaitan dengan hak bangsa Arab."
Continue reading →

Alam Semesta Diselimuti Energi Gelap

0 comments

Alam Semesta Diselimuti Energi Gelap

CALIFORNIA - Ilmuwan menemukan bahwa alam semesta (universe) diselimuti oleh materi gelap dan energi gelap. Untuk itu, National Aeronautics and Space Administration (NASA) bergabung dengan European Space Agency (ESA) berupaya mengungkap energi gelap tersebut melalui misi Euclid.

Dilansir MSN, Jumat (25/1/2013), misi Euclid melibatkan teleskop luar angkasa yang akan diluncurkan di 2020. Teleskop luar angkasa ini difungsikan untuk mempelajari materi gelap misterius dan energi gelap yang melingkupi alam semesta.

NASA akan berkontribusi dengan mengusung 16 detektor inframerah dan empat perlengkapan untuk salah satu dari dua instrumen teleskop sains Euclid. Badan antariksa asal Amerika Serikat ini juga memilih 40 anggota baru untuk Euclid Consortium.

Euclid Consortium merupakan badan internasional yang terdiri dari 1.000 ilmuwan yang akan mengawasi misi dan perkembangannya. "NASA sangat bangga untuk berpartisipasi pada misi ESA. Misi ini dilakukan untuk memahami salah satu misteri sains terbesar saat ini," kata John Grunsfeld, Science Mission Directorate NASA.

Para astronom berpikir materi "normal" dapat terlihat dan disentuh hanya sebesar 4 persen di alam semesta (luar angkasa). Sisanya terdiri dari materi gelap dan energi gelap.

Energi gelap dianggap sangat menarik dan banyak peneliti percaya bahwa energi ini bertanggungjawab untuk mempercepat ekspansi alam semesta. Namun, sejauh ini energi gelap tersebut tetap menjadi misteri.

Misi Euclid diharapkan dapat memberikan pencerahan pada sudut paling gelap di alam semesta. Ilmuwan akan melibatkan pesawat luar angkasa dengan bobot 2.160 kilogram, yang akan menghabiskan waktu selama enam tahun untuk memetakan dan mempelajari hingga 2 miliar galaksi yang ada di seluruh alam semesta.

RSS : http://berita.plasa.msn.com/
Continue reading →

DIALOG LAUT DAN SETITIK TINTA

0 comments

 
Sengaja kutorehkan setitik tinta itu
Mengikuti tarikan dunia hingga sepasang matamu berair
Lama setelahnya, dalam tafakur, tangisku menjelma
membayangkan luka yang menganak sungai di matamu

"Itu bukan kau. Aku kenal siapa kau yang sebenarnya. Come back!"
Ujarmu, getir dan nyayat

"Bagaimana aku akan mengembalikan setitik tinta yang telah mengotori?
Tolong, bencilah aku agar sempurna penyesalanku."

Tapi bibirmu sunggingkan senyum
Matamu memberiku cahaya
Tanganmu bangkitkan aku dari letih

Tolong, katakan padaku?
Bagaimana caranya agar tak menangis?
Aku hampir lupa cara tertawa

*
Untuk orang2 terbaik dalam hidup seorang Dirman...
Terima kasih telah berbagi dan persaudaran yang indah ini
Semoga kita tak pernah saling melupakan oleh alasan apapun
aku menyayangi kalian karena allah dan karena kalian pantas untuk disayangi...
terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku...
Continue reading →

MELEPASNYA DARI HATIMU-TRUE STORY

0 comments


(by : Akhi Dirman Al-Amin)


Buku itu masih kupegang erat dengan deburan di dada yang tanpa henti. Kubaca berkali-kali hingga terasa ada yang luruh di jiwa; sebuah rasa yang mungkin bernama penyesalan tanpa ujung, atau keikhlasan yang seharusnya tak lepas dari hati.

“Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi”

Sebab air matamu seharusnya tak jatuh begitu saja

 “Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi”

 “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS: Al-Mu’min 60)

“Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi”

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan baginya keperluannya” (QS: At-Thalaq 2-3)

“Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi”

Kali ini, tangisku benar-benar luruh di atas sajadahku untuk sebuah cerita yang kurangkai dengan sepenuh do’a. ‘Allah lebih tahu yang terbaik, Dirman… bersabarlah….”

* * *


Sebut saja namanya Cinta, setidaknya ia terlahir dari buah cinta Allah yang ‘menitipkannya’ pada sepasang suami istri yang juga penuh cinta.

Banyak sahabatku sesama aktivis yang bilang ia cantik, tapi bagiku tak ada yang terlalu istimewa padanya. Wajahnya memang ayu, setidaknya kedua orang tuanya yang berasal dari pulau Jawa mewariskan padanya wajah ayu dengan tutur kata yang selembut sutra. Dan hey… sejak kapan kau memperhatikan suaranya yang lemah lembut, dirman?!

Entahlah!

Ini terjadi ketika salah sepupuku, Helmy, memberondongku dengan sejuta kalimat yang membuat hatiku tak menentu ketika ia pulang sekolah (waktu itu, Cinta masih kelas III SMU, sekelas dengan Helmy)

“Gawat bang… tau Cinta kan?! Anak Remaja Masjid tuh!”

Ada apa ini?!

“Dia mau ‘ditembak’ oleh anak – anak yang nggak bener di sekolahan. Aduh… dia kan baik banget bang!”

Lho?! Kok… nyambung banget. Hehehe…

“Pokoknya gini deh bang. Cinta itu cocoknya sama abang. Gimana kalau abang tembak dia?!”

Aku tersenyum. Hampir tertawa. Kuraba jidatnya. Aduh… mungkin adikku tersayang lagi demam. Hehehe…

“Woy…” Helmy menepis tanganku di jidatnya. “Abang tau nggak sih, Cinta sering cerita tenatng abang di sekolahan. Kayaknya dia naksir sama abang. Tiap hari, kalo dia lagi cerita – cerita ama adek, selalu ceritanya abang melulu. Katanya dia suka baca cerpen-cerpen abanglah, inilah… pokoke abang tembak ya. Please….!!!”

Dan entahlah… malam itu, tidurku menjadi tak nyenyak. Wajah itu membayang tiba – tiba. Benarkah Cinta… Ia yang terlihat nyaris sempurna, dengan jilbab panjangnya yang anggun. Benarkah ini ya Allah…

Dan entah bagaimana awalnya, kuterima ‘tantangan’ itu dengan hati berdebar.

“JIka abang nggak berani ungkapin langsung, biar Helmy yang nyampaein. Atau lewat telpon aja. Bla bla bla….”

Aku seperti anak kecil sore itu, menerima pelajaran dari guru kecilku yang kenyang pengalaman ‘menembak cewek’. Dan aku me-deal-kan opsi kedua; telpon!

Dengan hati berdebar kutelpon dia. Entah, ketika mendengar suaranya di telpon, aku jadi semakin kebat kebit dengan suaranya yang lembut. Mengapa aku baru menyadarinya?!

Dan, sejak sore itu, kami JADIAN!

“Kita akan tetap menjaga sikap. Jangan sampai kita berlebihan, karena bagaimapaun kita aktivis masjid”

Itu komitmen kami. Komitmen yang akhirnya luntur seiring waktu. Keikhlasan menjalani aktivitaspun menjadi berkurang. Entah, dalam hatiku ada rasa kecewa ketika dalam kegitan yang aku ikuti, dia tiba–tiba berhalangan hadir. Ibadahpun  menjadi kering kerontang.

Mengapa?!

Ya, sejuta mengapa hadir di jiwa. Lebih–lebih ketika di beberapa kesempatan aku menghadiri kajian tentang Ghodul Basyar. Astagfirullah… seolah ada beribu pasang mata yang memasung langkahku. Beribu pasang mata yang menghujam jantungku dan membuatku seolah tak mampu berkutik.

Allahu… ampuni hamba…

Maka, sehelai surat yang tertulis atas nama cinta itupun kukirim padanya….


* * *

Ukhti…,

Setiap kali menatap wajahmu, kau tahu?! Aku seperti melihat rembulan yang bulat sempurna memancarkan cahaya bagi gelapnya malam yang pekat. Terlebih jilbab panjang yang menutupi rambutmu, semakin memancarkan aura islam yang begitu indah terpancar dalam dirimu.

Dan tak akan ada habis-habisnya kata – kata pujian yang terlontar padamu. Matamu yang sebening embun itupun selalu kau tundukkan agar tak tampak lintasan hati.

Sungguh, Ukhti, bukan untuk memuji jika kukatakan keterusterangan ini padamu, tapi lebih untuk meyakinkanmu, bahwa engkaulah satu dari sedikit cahaya yang diciptakan Allah untuk menerangi dunia yang penuh dusta dan kemaksiatan ini.

Tidakkah kau tersanjung, atas rasa cinta-Nya yang demikian besar padamu?!


Ukhti…,

Kau tahu?! Tidak semua wanita dilimpahi-Nya dengan hidayah dan kekuatan iman sepertimu. Allah adalah sahabat bagi mereka yang beriman. Dia membawa mereka dari kegelapan menuju cahaya. (QS. Al-Baqarah : 257)

Lihatlah, Ukhti. Lihatlah di sekitar kita saja, tak perlu kau layangkan pandang untuk melihat jauh ke Jakarta, dimana akan kau temukan artis-artis yang mempertontonkan aurat hanya untuk meraih kemegahan dunia. Ada juga wanita – wanita yang menjual diri hanya untuk selembar kesenangan sesaat. Naudzubillah min dzalik…

Sekali lagi, tak perlu melihat jauh-jauh, Ukhti. Ada beberapa gadis muda seusiamu yang rela membuka jilbab hanya untuk mendapatkan peran kecil dalam pementasan drama yang hanya ditonton oleh orang-orang sekampung.

“Barangkali sikap artis-artis itu bisa dimaklumi…” Ujar seorang teman dengan nada getir.

Tapi, semua itu tak pantas dimaklumi, bukan?! Tak bisa! Karena semua itu telah melanggar batas-batas yang syar’i. Bahwa selayaknya seorang wanita mempertahankan izzah mereka.

Engkau sependapat denganku, bukan?!

Kadangkala, aku ingin marah, Ukhti. Ingin sekali aku marah, karena mereka seperti mempermainkan akidah islam yang begitu mulia.

Dan Ukhti, cobalah selami hubungan kita selama ini. Terus terang, Ukhti, aku merasa sangat berdosa padamu, lebih-lebih pada Allah. Kita berpacaran, padahal kita sepenuhnya sadar, bahwa dalam Islam tak ada istilah pacaran. Aku rasa, engkapun telah mengerti hal itu dan tak perlu kujelaskan lagi, bukan?!

Maka, bukan untuk menyakiti hatimu, jika aku katakan; relakanlah aku menjadi Ikhwan! Sebab, sudah saatnya bagi kita untuk membersihkan hati kita dari cinta semu yang penuh virus dan semoga cinta tertinggi kita hanya untuk Allah, sebab hanya ialah yang patut dicintai.

***


Selesai sampai di situkah?!

Aku menangis sepanjang malam ketika surat itu sampai di tangannya. Sms-nya pun mampir seolah berondongan peluru di inboks hpku. Berjuta mengapa yang tak ku tahu harus dijawab apa.

Di beberapa acara yang kami gelar, jarang kulihat lagi wajahnya. Ia seolah menghilang dari kegiatan – kegiatan yang biasanya ia jalani dengan senyum. Padahal aku begitu ingin meminta maaf padanya.

Ah, andai saja ia tahu. Aku hampir ‘sekarat’ karena begitu ingin membunuh semua wajah Cinta dihatiku. Kubakar semua foto–foto dan benda–benda kenangan yang akan membawaku padanya. Aku semakin tenggelam dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Sampai akhirnya, ia tamat kuliah dan mengajar di sebuah TK di kota Bima, sedangkan akupun telah mengabdi di sebuah SMA. Entah, pertemuan kembali dalam sebuah organisasi yang sama seperti sewaktu kami remaja menghadirkan kembali virus merah jambu yang dulu pernah bersemi, sekalipun –tentu saja- kali ini aku bertekad tak akan pacaran, tapi ingin menjalin hubungan yang lebih dekat; menikah!

Sampai akhirnya kutemukan nama cinta dalam selembar kertas yang dikirim untukku; undangan pernikahannya, yang membuat aku berkeping – keping dan tak menentu.

Allahu… aku menangis untuk banyak hal. Untuk hati yang semakin terkotori nafsu dunia. Untuk lubang yang selalu di situlah aku jatuh berulang – ulang.

“Bacalah buku ini. Semoga sedikit menteramkan hatimu…” Ujar adikku, memberikan buku itu padaku, Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi karya Fadhlan Al Ikhwani.

Awalnya tak kuhiraukan. Hatiku sibuk dengan berbagai pertanyaan; apa yang kurang padaku, Allah… sehingga tidak kau ciptakan dia untuk hamba? Bukankah kau tahu, betapa hamba mencintainya? Bukankah cintaku betul-betul tulus dan murni?!

Dan membuka lembar demi lembar buku itu, ada perasaan yang merasuk ke jantungku. Sebuah penyesalan dan semangat untuk bangkit, karena tak seharusnya aku larut dalam kesedihan yang panjang. Allah tau yang terbaik. Allah tengah menyiapkan seorang bidadari terindah untukku yang bersamanya akan aku arungi kehidupan. Allah tahu yang terbaik. Allah maha tau…

“Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi”

Karena di situlah engkau belajar untuk menjadi lebih baik

Hingga Allah menyiapkan yang terbaik juga untukmu

Di mata-Nya yang maha sempourna…***
Continue reading →

SUARA HATI WANITA

0 comments

* ini catatan seorang wanita yang dia titipkan kepadaku. Jujur, aku tertohok membacanya. ternyata, masih banyak hal yang harus kita (kaum laki-laki) tau dari rahasia para wanita :)

“Dia baik sich, tapi mana mungkin mau sama aku yang miskin gini!”“Aku belum berani meminangmu, karena terus terang aku belum punya apa-apa!”

“Afwan, sebaiknya kamu memang sama si fulan saja. Dia lebih bisa membahagiakan kamu,”

Kalimat dan cerita serupa sering banget aku dengar di film dan cerita nyata. Kata-kata dari seorang cowok, pria, lelaki, ikhwan atau apapun namanya yang bernada ‘pingin’ tapi ‘membuang’.

Jujur, ini sangat menyakitkan! Karena sepertinya kaum wanita adalah parasit yang bisanya hanya menumpang hidup dan menyusahkan. Jika yang ditempeli kurang cadangan makanan, bisa-bisa mati lemas.

Atau bisa jadi perempuan dianggap binatang peliharan kelas atas. Sebangsa kucing Persia atau ikan arwana yang biaya perawatannya menghabiskan jutaan hanya buat liat-liatan, kebanggaan, pajangan. Selesai cerita!

Jujur ini sangat menyakitkan! Meski aku belum tau pasti siapa yang salah. Bisa jadi karena populasi cewek matre kian memenuhi bumi, bisa jadi karena semakin hari segala birokrasi tak lagi mengenal kasihan dan kemanusiaan hingga setiap kepala harus berpikir ulang untuk menikah. Tapi bisa jadi juga ini salah para pria yang bermental kerdil dan tak berani membuka mata, terlebih hati.

Apa iya semua wanita perlu dana? Kalaupun jawabannya iya, apa iya SEMUA perempuan itu memintanya dari anda? Tak adakah wanita yang justru mandiri? Sudah habiskah para perempuan yang dengan ikhlas bekerja keras karena cinta pada qowwamnya dan mengerti kalau hidup di tahun sekarang memang perlu banyak dana?

Membuang perempuan dengan alasan tak berharta, buatku -sekali lagi- adalah hal yang menyakitkan. Apalagi jika yang mengatakan itu adalah seorang umat Muhammad. Tidakkah teringat olehnya kisah Rasulallah? Seorang konglomeratkah beliau? Jika Rasul kita bermental kerdil, tak akan sejarah mengenal Khadijah. Tak ada penikahan penuh cinta itu. Tak terlahir Fatima dan semua turunannya.

Seorang umat Muhammad saw, boleh tertakdir miskin, tapi jangan sampai berhati miskin.Jangan pernah bangga sebagai orang miskin,Dan jangan pernah minder sebagai orang miskin. Salam dari hati, buat para ikhwan sejati :)
Continue reading →

CATATAN PERNIKAHANMU, ADIK

0 comments

“Bang… kenapa abang sedih? Apakah karena hari ini adek menikah? Percayalah… semua akan tetap seperti sedia kala. Adik masih bebas. Kita masih akan terus bersama…”

Aku tersenyum. Antara ingin tertawa atau tersenyum tanpa sebab.

Kau masih seperti dulu dek…

Masih ingat tidak? Aku mengenalmu ketika engkau masih memakai celana pendek birumu ketika kita pertama bertemu. Dipertemukan oleh nasib dan kesamaan kegemaran di bidang seni teater. Entah bagaimana kita bisa begitu dekat. Mungkin juga oleh sebuah masa lalu yang tak ingin kubuka pada dunia. Tentang rasa.

Entah! Saat itu, yang ingin kulakukan hanyalah membuka mata dunia bahwa kau adalah kemilau permata. Hanya saja ada beberapa butir debu yang menutupi kemilaumu. Bagi-ku engkau pintar dek. Sungguh!

Kau tau dek, apa yang paling aku ingat?

Terkadang, kita usil membaca diari adek kita, Asep, dan kita tertawa terbahak-bahak membaca peringatan di sampul buku itu yang ditulis oleh Asep kecil dengan huruf kapital “SIAPAPUN YANG MEMBACA BUKU HARIAN INI TANPA SEIJIN SAYA, AKAN SAYA KUTUK MENJADI ORANG BODOH!”  hohohoho….

Atau, ketika mama ‘kita’ menyuruh engkau membaca buku-buku islami yang kerap beliau belikan, yang lantas terjadi dialog yang membuat aku tertawa terbahak-bahak.

“Aku sudsah tau isinya, Mom.” Katamu
“Emang apa? Perasaan mama belum pernah lihat kau membaca bukunya?” Ujar mama heran
“Pokoknya isisnya tentang yang baik-baik!”
hahahaha… konyol sekali! Nampaknya kita sudah terkena mantra kutukan Asep, karena kita sering membaca buku hariannya dan kita mentertawakan ke-childisannya seolah kita tak pernah ‘terdampar’ pada umur yang sama.

Dan hari ini… apa yang harus kuucapkan?

Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku dek
Maka, ketika hari ini kau bahagia, aku lebih berbahagia…
Jagalah kebahagiaan ini abadi dan selalu dalam Ridho-Nya dek…
Aku menyayangimu karena Allah, selamanya…

Doakan agar abang secepatnya menemukan-‘nya’, seorang muslimah terbaik yang bersamanya kami akan menyulam kehidupan. Demi Allah….

Barakallah dek….
Ingat! Jangan ajari anakmu nanti kenakalan yang sama sepertimu dulu
Continue reading →

SATU SATUNYA DI DUNIA-Islamic Center Mataram

2 comments
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hanya satu-satunya kelompok sosial di dunia yang mencintai masjid lebih dari segala jenis bangunan lainnya, Itulah masyarakat Lombok. Gelar Pulau Seribu masjid untuk Lombok bukan pemberian tapi konotasi otomatis karena berbanding lurus dengan faktanya. Saya yakin, kelak dikemudian hari, ketika para ilmuwan sudah berjumlah banyak di Lombok, maka masjid2 ini akan dipakai sebagai 'center of excellent'. Optimis.

[Contoh saja] Sejak tiga tahun lalu, masyarakat Desa Tanak Beak, Narmada Lombok Barat telah membangun sebuah masjid yang sampai tahap ini telah menelan biaya lebih dua milyar rupiah. Masjid Nururrahim ini memiliki beberapa hektar tanah wakaf, namun masyarakat tidak sudi menggunakan sumber dana abadi mereka untuk membangun masjid itu. Mereka bergantian, kampung perkampung memenuhi jadwal kerja gotong royong. Ada juga program memborong pengecoran berbagai gedung dan upahnya mereka wakafkan untuk pembangunan masjid tersebut. Orang miskinpun tidak mau ketinggalan. Mereka punya caranya sendiri.

Itulah masjid, sebagai monumen mereka tentang agama sebagai pemersatu mereka, tentang kerja keras mereka, tentang kesabaran dan daya tahan mereka dan bahwa mereka bahkan melebihi Amerika Serikat yang patung Liberty-nya justru hadiah dari Negara lain, Francis.

Apapun argumennya, menomor duakan masjid di depan orang Sasak Lombok adalah tanda ketidak fahaman terhadap mereka. Pernah seorang penceramah mencemooh masyarakat yang terkesan menomor duakan kesejahteraan mereka sendiri daripada bangunan masjid dan pergi hajji, maka saya mendapat berondongan komplain dari masyarakat Tanak Beak: "mengapa anda membawa penceramah yang tidak mengerti bahwa mencintai Allah adalah landasan dari semua pengharapan kita?"

Mungkin maksud jamaah tadi adalah, manusia seharusnya menunjukkan dahulu pengorbanannya kepada hal-hal yang disukai Allah baru merumuskan permintaan dan ikhtiarnya? bukankah Berhajji dan membangun masjid adalah satu dari pengorbanan yang diperintah dan dicontohkan Rasulullah?

Ada seorang calon jamaah haji, berangkat seorang diri, lalu diberi usulan agar dia menunda keberangatannya sampai istrinya punya ongkos hingga bisa berangkat bersama. Suami itu menjawab: "Bukankah multazam itu tempat paling makbul? Saya berangat dahulu nanti di sana saya bisa mendoakan istri saya agar segera punya ongkos dan beranagkat bersama jamaah lain atau kami bahkan bisa berangkat bersama?" Lihat betapa dahsyat optimisme jamaah ini terhdap janji Allah dan Rasulnya. Sesuatu yang tidak masuk dalam hitungan ala modern yang materialistis.

Ada juga sebuah keluarga yang suaminya kurang sehat, istrinya menyerahkan uang kepada panitia masjid sebagai wakaf dan
minta didioakan oleh jamaah agar penyakit suaminya segera mendapat jalan kesembuhan dari Allah SWT. Dan memang sembuh.

Satu hari, dilaksanakan pertemuan Panitia Pembangunan, saya menyampaikan keluhan para intelektual kita yang sering kesal dengan bangunan masjid2 megah namun jamaahnya tidak banyak. Seorang tua uzur angkat bicara: "Kami orang bodoh, hanya bisa mununjukkan cinta kami pada agama dengan cara mengerjakan bangunannya. Untuk urusan meramaikan jamaah? itulah bagian anda orang2 pintar untuk mengaturnya kami." Wow saya tidak punya kata lain selain kekaguman pada semangat mereka.

 
Mengacu pada isi diskusi di Forum Diskusi Membangun NTB (FDMN) ini, saya sampaikan pengandaian, sekiranya Islamic Center NTB dan Menara Asmaul Husna-nya tidak dilanjutkan oleh Pemerintah [dengan argmen apapun juga], apa tindakan kita? Mereka serentak mengacungkan tangan dan meminta saya untuk memimpin melanjutkannya. Pate'en* dengan Pemerintah yang telah tega membangun Per-WC-an alias JAMBANISASI ratusan milyar namun tak sudi membangun masjid sebagai pemersatu semangat ummat.

Beberapa hari setelah itu, saya sampaikan hal itu kepada Tuan Guru Shafwan Hakim, beliau dengan semangat menjawab "Siap. Kita lanjutkan jika Pemerintah dan sebagian masyarakat NTB memang lepas tangan".

Tak ada bandingannya di dunia ini, semangat membangun masjid yang ada di dada orang2 Sasak Lombok. Dengan demikian saya memperediksi Tanah Wakaf Milik Allah yang terluas di dunia adalah di Lombok. Setidaknya jika dihitung secara proporsinal menurut jumlah penduduk muslimnya. Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Narmada, 25 Januari 2013
Continue reading →