Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
Tuesday, December 25, 2012

RISALAH FANATIK

0 comments


Adakah Islam Fanatik dan Fanatik dalam Islam?

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

'Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh.
Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallahu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Salallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sahbihi wa man tabi'ahum bi ihsanin illa yaumiddiin'.

Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Salallahu'alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du
Kesalahan Pemahaman Tentang Islam yang Syar'i
Sebuah pertanyaan yang kadang banyak menghantui setiap jiwa seorang muslim namun cenderung diabaikan, adalah Mengapa Islam menjadi beberapa golongan dan kelompok bahkan tidak sedikit kita jumpai dari dalam maupun luar negeri adanya perang saudara sesama muslim, bukankah Islam ini satu?
Hal ini berkaitan erat dengan subhat-subhat yang tersebar dalam masyarakat kita pada khususnya,mereka mengatakan:


  •   'jenggot,cadar? akh,itu Islam fanatik,beragama yang berlebih-lebihan
  •   'ajaran fanatik seperti cadar,jenggot dan lain-lain itu untuk Islam di Arab mas,beda kalo Islam India,Pakistan sedang kita kan di Indonesia'
  •  'ya ga cocok klo Islam jaman nabi diterapkan di jaman ini mas,khan jamannya aja udah beda'
  •   'ya kita harus menjalankan ajaran Islam ini sesuai jaman,klo kita seperti Islam fanatik itu ya bagaimana bernegara,kita kan negara yang menjunjung tinggi persatuan dan saling hormat-menghormati antar pemeluk agama lain'
  • 'sudah kewajiban kita toh,kita memeluk agama itu bukan diatas kelompok atau golongan tertentu,kita beragama yang biasa-biasa aja,yang fleksible terhadap jaman dan dalam bermasyarakat,klo kita terlalu kaku dalam agama,bagaimana kita bermasyarakat yang sebagian besar menganggap islam fanatik itu aneh'
  • 'bayangkan klo musik haram,film fiktif ga boleh,wanita bercampur pria dalam bekerja ga boleh,jika semua ga boleh gimana nasib negara kita ini,kita pasti akan tertinggal jauh dengan negara-negara lain toh'
  • 'da'i di televisi di kritik,akan lebih baik lagi toh jika dakwah lewat televisi dengan humor-humornya seperti itu,khan akan semakin tersebar Islam ini,gitu aja kok repot'


Dan subhat-subhat yang lain yang mengacu pada penafian terhadap Islam yang mencoba dijalankan dengan yang sebenar-benarnya.

Bukankah hal ini justru akan dapat mengeraskan hati kita dan semakin menjauhkan kita dari ilmu Tauhid ?

Lalu bagaimana yang kita seharusnya lakukan terhadap subhat-subhat itu?
Memukul Habis Subhat Islam Fanatik dan Kefanatikan dalam Islam
Adakah Islam Fanatik Itu? - jika Islam ini telah Allah sempurnakan, mengapa Islam masih terpecah belah?

Ingat saudarakau Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا


“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”
(QS : Al Maidah [5] : 3).

Kata 'sempurna' disini adalah 'sempurna' menurut ukuran Allah,sangat berbeda jika nilai 'sempurna' menurut mahluk-Nya disini manusia,sesempurna apapun menurut manusia mustahil jika tanpa cacat,namun jika 'sempurna' menurut Allah seperti firman-Nya dalam surat Al Maidah diatas,masihkah engkau saudaraku menganggap Islam ini cacat sehingga Islam ini harus ada penambahan syari'at dan amalan baru yang tanpa ada dalil sehingga mudahnya Islam ini terpecah belah?


Semua hanya bersumber pada pemahaman yang menyimpang dan pemahaman yang keliru dalam memahami Islam yang sudah Allah sempurnakan ini.

Islam ini akan jaya,akan mendapatkan kemenangan yang besar,persatuan yang tak tertandingi jika didasarkan diatas Al-Qur'an,Assunnah dan sesuai dengan pemahaman para sahabat Rasulalloh.

Mengapa harus didasarkan pada pemahaman para sahabat?


Rasulalloh
صلى الله عليه وسلم telah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ


“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian generasi setelahnya kemudian generasi setelahnya”.

Dalam skema generasi terbaik itu adalah:
Jaman Nabi dan para sahabat ---> Tabi'in ---> Tabi'ut tabi'in dan yang mengikutinya.

Sudah jelas,siapa lagi yang akan kita ikuti,sedang para sahabat telah pergi,begitu juga para tabi'in,begitu pula para tabi'ut tabi'in.


Betul akhi,senantiasa agar Islam ini terjaga kemurniannya kita harus jeli terhadap hadits-hadits,mana hadits palsu mana hadits yang lemah,mana hadits yang hasan dan mana pula hadits yang kuat dan shahih.

Semua itu hanya kita dapat dari menuntut ilmu syar'i bukan hanya sekedar taklid buta terhadap apa yang nenek moyang kita berikan kepada kita.


Sudah barang pasti jika kita hanya sekedar belajar ilmu agama tanpa memperhatikan hal ini,karena manusia itu cenderung menganggap setiap kebaikan adalah baik,tidak peduli kebaikan yang dimaksud memiliki dalil dan nash yang shahih atau tidak dan hal ini sudah pasti akan melahirkan pemahaman-pemahan sesat dan menyesatkan.Oleh sebab itu seperti yang kita lihat,Islam ini kini terbagi menjadi beberapa golongan dan kelompok.


Akankah Islam ini terbebas dari para hizbiyyun / kelompok? jawabannya adalah mustahil,karena Rasulalloh sendiri telah bersabda bahwa Islam ini akan terbagi menjadi 73 Golongan / Firqah dan hanya satu yang selamat yakni Al-Jama'ah (orang-orang yang istiqamah yang berpegang pada Al-Qur'an Sunnah dan pemahaman para sahabat juga para ulama salaf).


Sikap kita adalah menemukan Al-Jama'ah itu,apakah 'Al-Jama'ah' itu adalah mayoritas? minoritas? atau apa?


Temukan dengan hatimu saudaraku,APAKAH Al-Jama'ah firqah yang selamat itu yang telah Rasulalloh sebutkan diatas adalah firqah / golongan:
  • firqah yang berdendang dalam dakwah yang menghalalkan musik,tari bahkan group band?
  • firqah yang menghalalkan pesta ulang tahun sehingga bercampurnya laki-laki dan perempuan dengan busana muslim gaul mereka?
  • firqah yang berteriak-teriak dalam dzikir dan memajang poster atau foto ulama-ulama mereka,tak jarang dalam foto ulama-ulama mereka itu terlihat angkuh dengan pose yang dibuat-buat agar lebih berwibawa tanpa melihat bagaimana hukum dalam sebuah hadits tentang gambar bernyawa itu?
  • firqah yang menganggap semua golongan Islam itu sama,sedangkan kita tahu ada suatu golongan dalam Islam yang mencaci maki para sahabat?apakah firqah ini al-jama'ah yang dimaksud itu?
  • firqah yang difungsikan untuk memberontak pemerintahan dengan bom bunuh diri,dll?
  • firqah yang digunakan hanya untuk kebutuhan politik dan materialisitas?
  • firqah yang dalam dakwah mereka mencampuradukkan agama dengan seni,humor / lawakan dan bekerja sama dengan produk-produk haram melalui iklan yang sering dapat kita lihat di televisi-televisi?
  • firqah yang tak merasa iri dengan ke-istiqomah-an seorang mukmin dalam menjalankan agamanya secara kaffa (keseluruhan) namun justru sebaliknya menganggapnya sebagai pelaku Islam Fanatik?
Tentu seandainya pun Rasulalloh menyaksikan hal ini secara kasat mata,tentu beliau tidak akan ridho jika Islam ini kini telah banyak diselewengkan dan dipahami hanya dengan ukuran kebaikan semata.Sampai disini saudaraku,tentu engkau tahu mana firqah yang selamat itu,tentu bukanlah firqah-firqah yang tersebut diatas.


Karena sebuah kebaikan,agama Islam ini pada khususnya bukan didasarkan dan disandarkan pada kebaikan semata melainkan harus dengan ukuran Al-Qur'an,Assunnah dan ijma' para ulama sesuai dengan pemahaman sahabat juga para ulama salafush shalih.
Kepala Dingin Seputar Islam Fanatik
Semua yang bersumber pada nash yang shahih sekuat tenaga kita amalkan paling tidak kita mengetahui pada garis lurus yang akan kita tempuh nanti saat kita kembali meniti dan istiqamah dalam Islam ini.

Apa yang para sahabat pahami dan lakukan,semaksimal kita lakukan dengan semata-mata mengharapkan ridha Allah.


Contoh kecil dalam memahami pemahaman para sahabat adalah tentang bid'ah,bagaimana shalat tarawih dikatakan sebaik-baiknya bid'ah oleh Umar sahabat rasulalloh
صلى الله عليه وسلم,bukankah setiap bid'ah itu sesat?

Jika hal ini hanya dipahami dengan taklid dan pemahaman sendiri maka shalat tarawih dapat hilang bahkan melampaui batas.

Sahabat nabi Umar r mengatakan:
Sebaik-baiknya bid'ah [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari 4/250 no.2010]

Ini yang dimaksud adalah shalat tarawih yang dilakukan sepanjang malam bulan ramadhan secara berjama'ah.
Jika bid'ah paling baik adalah hal tersebut,sedang shalat tarawih sendiri dilakukan para sahabat dan Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri juga melakukannya,engkau pasti tahu saudaraku bagaimana sesatnya bid'ah selain itu yang bahkan tidak ada contohnya sama sekali dari Nabi Muhammad dan para sahabat.
Banyak riwayat yang menjelaskan dan cukup memberi kita pelajaran bagaimana sesatnya bid'ah yang bertentangan dengan syari'at bahkan tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat dan diri Rasullaloh صلى الله عليه وسلم sendiri.
Saran untuk diri saya pribadi dan kita semua,tuntutlah ilmu syar'i dari buku,hadits,dan ulama-ulama yang istiqamah diatas sunnah,BUKAN ulama yang mengejar popularitas dan materialitas juga ulama yang hanya menuruti hawa nafsu mereka.
Jauhi bid'ah meskipun itu sebuah kebaikan,karena setiap kebaikan yang tidak didasarkan pada Al-Qur'an dan Assunnah kita wajib untuk waspada dan lebih baik untuk menghindarinya.
Ingat saudaraku,bid'ah lebih disukai syetan daripada sebuah maksiat yang jelas-jelas itu sebuah dosa.

Sampai disini,kita tahu bahwa Islam yang sesuai syar'i TIDAK cukup hanya dengan bercadar,berjenggot,bercelana cingkrang namun berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan yang wajib,menjauhi yang haram dan menegakkan yang sunnah dengan pemahaman yang benar.

Islam Fanatik? tidak ada akhi,...

Wallahu a’lam
(artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Maha tahu atau Maha Mengetahui)
“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, saya meminta ampunan dan bertaubat kepada-Mu).”
"Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarokatuh,.

Leave a Reply

DisClaimer Notes: Jika di Blog kami ditemukan kesengajaan dan atau tidak sengaja menyakiti siapa pun dan dalam hal apapun termasuk di antaranya menCopas Hak Cipta berupa Gambar, Foto, Artikel, Video, Iklan dan lain-lain, begitu pula sebaliknya. Kami mohon agar melayangkan penyampaian teguran, saran, kritik dan lain-lain. Kirim ke e-mail kami :
♥ amiodo@ymail.com atau ♥ adithabdillah@gmail.com