Start By Reading

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam". الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ "Yang menguasai di Hari Pembalasan". إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan". اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ "Tunjukilah kami jalan yang lurus", صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
Thursday, December 27, 2012

MEMAHAMI RENCANA DAN KEHENDAK ALLAH

0 comments


Terkadang dalam hidup ini kita merasakan seolah-olah ALLAH tidak menyertai kita, tidak membantu kita dalam mengatasi kesulitan yang kita hadapi dalam menjalani hidup ini. Padahal pada saat saat mengalami kesulitan tersebut kita benar2 sedang mengharapkan bantuan dari ALLAH. Tapi ALLAH koq tidak nampak, tidak memberi jalan keluar, tidak menjawab doa doa kita. Apa tho sebenarnya yang dikehendaki oleh ALLAH? Apakah ALLAH sedang mempermainkan hidup kita, apakah ALLAH sedang menguji kita? apakah ALLAH sedang menghukum kita? Benarkah ALLAH senang mempermainkan hidup kita, benarkah ALLAH senang menguji dan menghukum kita?


Memang sangat sulit bagi kita manusia untuk dapat memahami bagaimana cara ALLAH memandang, berpikir dan bekerja karena cara ALLAH memandang, berpikir dan bekerja tidak dapat kita analisis dengan pikiran kita, manusia, karena ALLAH adalah Allah yang maha besar, berkuasa dan berdaulat penuh atas kehidupan di dunia ini.
Ketika ALLAH memanggil Musa di gunung Horeb dan mengutusnya untuk menemui Firaun di Mesir agar bangsa Israel terlepas dari perbudakan. Musa tidak disangoni apa apa kecuali janji ALLAH, Musa akhirnya pergi juga sekalipun semula dia tidak yakin dengan kepergiannya ke Mesir akan membawa hasil. Hanya karena ALLAH berjanji bahwa Dia akan menyertainya. Musa mau pergi ke Mesir karena dia  patuh pada perintah Allah dan dia yakin bahwa ALLAH pasti akan menyertainya dan semua akan beres, semua akan berjalan mulus. Karena, bukankah ALLAH sendiri yang menyuruhnya untuk pergi?
Tetapi ternyata kemudian, pada awal pertemuannya dengan Firaun, Musa sudah harus berhadapan dengan kekerasan hati Firaun yang tidak mau melepaskan bangsa itu untuk pergi. Dan yang lebih parah lagi, Firaun semakin kejam dan memerintahkan untuk menambah aturan-aturan yang membuat Bangsa Israel semakin tertindas. Bangsa itu semakin menderita untuk berusaha menyelesaikan pekerjaan pekerjaan yang dibebankan oleh Firaun dibawah pengawasan orang-orang suruhan Firaun yang kejam. Maka semakin menderitalah bangsa itu. Dan itu terjadi justeru setelah kehadiran Musa yang "diutus oleh ALLAH".
Apakah ALLAH tidak mau bertanggungjawab? Kalau mengenai kekerasan hati Firaun, memang telah dikatakan-Nya dari semula kepada Musa. Tetapi bagaimana dengan akibat dari semua itu, yakni bangsa Israel justru semakin ditindas. Dalam kitab keluaran bab 5 :22-23 dikatakan tentang kebingungan Musa terhadap apa yang sedang dia hadapi. Bahkan Musa berkata ..."sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umatmu sama sekali."
Ini juga sering kita alami dalam hidup kita ini, kita merasa ALLAH tidak berada pada pihak kita padahal kita sudah berusaha menjalani hidup kita sesuai dengan ajaran atau sabda ALLAH. Memang sangat sulit untuk dapat memahami yang dikehendaki oleh ALLAH. Perlu diketahui bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dan dikehendaki oleh ALLAH memiliki tujuan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Bukankah ALLAH selalu bekerja sama dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Ketika Firaun mengeraskan hatinya, ALLAH juga ada disana, justeru ALLAH menggunakani kekerasan hati Firaun tsb untuk menghancurkan kesombongan Firaun dan untuk menyatakan bahwa Dia adalah ALLAH yang maha besar dan berkuasa atas kehidupan ini.
Masalah yang sedang kita hadapi sekarang adalah waktu yang harus kita gunakan untuk bersabar, menyerahkan segalanya pada ALLAH dan membiarkan ALLAH menyelesaikan rencana-Nya untuk melepaskan kita dari penderitaan yang sedang terjadi. Pasrahkan segalanya dan nantikan saja hasil dari apa yang sedang ALLAH kerjakan dan kehendaki.
Apa atau siapa "Firaun - Firaun" yang sedang kita hadapi dalam hidup ini? Kita harus selalu bersabar, menerima dan menjalaninya dengan tenang, dan biarkanlah ALLAH yang menghadapinyan dan menyelesaikannya. Percaya saja bahwa Dia adalah ALLAH yang bertanggung jawab. Dia pasti benar benar mengetahui kapan waktu yang tepat menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi dalam kehidupan ini. Dia pasti selalu ada dan selalu siap untuk menolong dan menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi dalam hidup ini dengan cara dan kehendak-Nya yang sangat sulit kita nalar dengan logika manusia.

Leave a Reply

DisClaimer Notes: Jika di Blog kami ditemukan kesengajaan dan atau tidak sengaja menyakiti siapa pun dan dalam hal apapun termasuk di antaranya menCopas Hak Cipta berupa Gambar, Foto, Artikel, Video, Iklan dan lain-lain, begitu pula sebaliknya. Kami mohon agar melayangkan penyampaian teguran, saran, kritik dan lain-lain. Kirim ke e-mail kami :
♥ amiodo@ymail.com atau ♥ adithabdillah@gmail.com